Sistem Perubahan

Sistem Perubahan
Bab. 28 Acara Sekolah, Dan Emosional


__ADS_3

Simpang kota, ia menemukan kecelakaan kendaraan yang mengingatkan dia akan kematian keduanya! Qin Chen keluar dari kendaraannya, ia mendekati tempat kecelakaan di sana.


Seorang wanita pingsan dengan luka, meskipun tidak seberapa itu cukup membuatnya pingsan.


"Tuan di sana sangat bahaya! Api sudah membesar!" Salah satu warga di sana menahannya.


"Jangan halangi aku, aku mengenal wanita di sana!" Qin Chen menerobos pria itu. Qin Chen membuka paksa pintu mobil tersebut dengan tangannya, api di bagian depan berkobar sangat besar.


Dalam hitungan menit akan meledak, dia dapat menghitungnya. "Wang Yi? Wang Yi? Bertahanlah sebentar lagi! Aku akan membawamu ke rumah sakit!"


Meskipun kesadarannya hampir hilang, dia dapat mendengar suara dan kata-kata yang sama dengan Qin Chen.


Qin Chen membongkar pintunya, ia melempar itu ke samping menyelematkan Wang Yi yang mengalami kecelakaan. Sesaat kemudian, ledakan besar membuat semua orang menunduk karena hempasan anginnya sangat besar.


Untungnya Qin Chen dapat menyelamatkannya tepat waktu, dia membawanya kedalam mobilnya. Lalu membawa Wang Yi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.


Sepanjang perjalanan, ia melihat ke kaca tengah dengan diam. Pertemuan pertama mereka tidak jauh berbeda dengan pertemuan sebelumnya!


Ada darah dan tangisan, itu membuatnya bertanya-tanya kenapa?


Setibanya di rumah sakit, dia meminta suster untuk menolongnya.


Selama dokter di dalam ruangan, ia keluar mencari tahu tentang tanggal lahir Tang Qinyu di rumah sakit tersebut. Dengan bantuan suster di sana untuk mencari arsip kelahiran lima tahun lalu.


"Tuan, saya mendapatkan arsip yang anda minta, Tang Qinyu lahir lima tahun lalu tanggal 28 September 2460. Dalam catatan kelahiran, tidak ada data tentang ayahnya, hanya ada ibunya Tang Youqin." Ucap wanita resepsionis di depannya.


Qin Chen semakin bingung. "Apa benar tidak ada data tentang ayahnya? Lalu bagaimana dengan DNA-nya?"


"Dalam catatan tidak ada yang menyebutkan ayahnya, bahkan test DNA Tang Qinyu di sembunyikan." Resepsionis tersebut membalasnya.


"Bagaimana untuk mengecek DNA seseorang? Apa saja syaratnya?"


"Kami membutuhkan sampel rambut, ataupun darah. Dan sampel orang tua kandungnya untuk mengecek kecocokan hubungan darah."


"Baiklah, terimakasih banyak atas waktunya."


"Sama-sama tuan."


Selepas itu, ia menuju ruangan tempat Wang Yi di rawat. Bertepatan dengan dokter yang keluar, Qin Chen mendekatinya. "Bagaimana dengan keadaannya, dokter?"


"Untungnya dia di bawa ke rumah sakit secepatnya. Jika tidak nyawa akan dalam bahaya akibat benturan keras, apa anda adalah keluarganya?"


"Saya hanya kenalannya."

__ADS_1


"Begitu, tolong hubungi keluarganya untuk bertemu dengan saya."


"Baik, terimakasih banyak."


Dokter itu pergi meninggalkan tempat tersebut, seseorang keluar memberikan tas Wang Yi kepadanya. Qin Chen menghubungi keluarga Wang Yi untuk datang ke rumah sakit karena putrinya mengalami kecelakaan.


Selepas itu, ia memberikan barang-barang tersebut kepada resepsionis rumah sakit untuk menyimpannya.


Qin Chen meninggalkan tempat tersebut setelah melihat keadaan Wang Yi. Dia menuju ke tempat sekolah Tang Qinyu, karena ada acara di sana.


Setibanya di sekolahan, ia berada di bangku orang tua mengantikan ibunya Qinyu dalam acara.


"Qinyu manis, dia seperti malaikat di antara anak-anak. Wajah cantiknya mengikuti ibunya, dan tatapan mata berwarna keemasan begitu memikat, di tambah rambut hitamnya. Dia sempurna dalam berbagai bentuk."


Qin Chen mengingat mata Tang Youqin dan keluarganya tidak ada yang mempunyai warna keemasan. "Mata emas? Kenapa aku baru menyadarinya, kemungkinan besar ayahnya mempunyai indentik dengan mata keemasan. Aku akan mencarinya nanti di internet, orang-orang yang mempunyai mata emas, dan rambut hitam. Jika ketemu, aku akan mencarinya dan mengambil sampel darah."


"Dengan begitu, aku dapat mencocokkan dengan sampel Qinyu. Jika mereka ayah dan anak, mereka akan mempunyai gen yang sama."


Qin Chen tersenyum tipis, dia mendapatkan satu informasi penting sekarang!


"Bagaimana keadaan Wang Yi? Aku tidak sempat bicara dengannya, ya sudahlah saat ada waktu luang aku akan bertanya dan mengobrol dengannya sebentar."


"Selanjutnya, Tang Qinyu."


Sepanjang percakapan itu, tidak ada satupun dia menyebutkan nama ayahnya. Hal tersebut membuat banyak orang-orang bertanya kemana ayahnya? Apa dia kabur dan meninggalkan Tang Qinyu, dengan ibunya?


Atau dia adalah anak haram di luar nikah?


Semua orang membicarakannya, itu terdengar hingga ke telinga Tang Qinyu. Dimata guru kelasnya, dia khawatir dan menoleh ketempat Tang Qinyu berada tengah gemeteran.


"Ibu-ibu sekalian, tolong tahan pembicaraan kalian." Ucap guru kelas kepada keluarga murid yang datang untuk tidak membicarakan tentang keluarga Tang Qinyu.


"Ada apa? Bukankah sudah jelas bahwa dia hanya anak haram? Bahkan gambar yang dia buat hanya ada dia dengan ibunya tanpa ayah, apa lagi yang mau di sembunyikan!"


"Coba cari dimana ayahnya? Atau ibunya, bahkan tidak ada datang! Sudah jelas keluarganya hancur, dia tidak di inginkan ibunya dan ayahnya, atau ayahnya pergi meninggalkan ibunya."


Guru kelasnya mengenggam tangannya, dia tidak dapat berbuat banyak di hadapan ibu-ibu yang mempunyai kekuasaan. Bagaimanapun dia hanya guru TK tidak mempunyai latar belakang kuat untuk melawan mereka semua.


"Cu— Cukup." Dia mencoba menghentikannya walaupun tahu bahwa itu tidak akan cukup untuk membuat mereka semua diam tidak membicarakannya.


Dimatanya sangat geram dengan tingkah mereka yang semena-mena, dia menahan amarahnya di hadapan semua orang yang hadir dalam acara sekolah.


Entah kenapa, Qin Chen yang duduk di belakang sana sangat marah. Matanya tajam menatap kearah mereka, dia tidak sengaja mengenggam pinggiran meja hingga hancur membuat orang-orang menoleh ketempatnya.

__ADS_1


Emosinya meluap-luap mendengar mereka membicarakan Tang Qinyu yang masih kecil tidak mengetahui apapun tentang keluarganya.


Bang!


Qin Chen kelepasan membuat meja di hadapannya hancur, dia berdiri dari tempatnya. "Betapa arogannya kalian sekarang! Apa kalian masih bisa di sebut manusia, sialan! Dia masih anak-anak tidak tahu apa-apa! Apa kalian tidak mempunyai perasaan hati, ha!"


"Apa pedulinya kami?"


Qin Chen mendengar ucapan itu keluar dari seorang pria menggunakan jas hitam di depannya. "Bagus!" Qin Chen mengertak, dia mendekatinya dengan geregetan hendak memukulnya.


Pria itu menatap balik dengan arogan. "Apa maksudmu menatapku dengan tatapan itu, kau hanya bodyguard, tidak lebih! Pantaskah an*ing sepertimu menggonggong di hadapanku? Tidak! Kau hanya bawahan rendahan! Status kita berbeda, kau hanya orang bawah."


"Hahaha!" Qin Chen tertawa menutup wajahnya, dia mendengar guru di sana memintanya untuk tidak melakukan kekerasan.


Tapi sayangnya, Qin Chen memukul perutnya dengan keras, itu membuatnya muntah. "Kau memang bodoh atau gimana? Di dunia ini hanya kekuatan mutlak yang mampu mengaturnya dan kau tidak punya! Kau hanya manusia biasa!"


Bagh!


Qin Chen menendangnya hingga terlempar ke belakang menghantam pohon, dia langsung pingsan!


"Siapa ingin sepertinya? Cepat bicara sekarang!" Qin Chen membentak sekumpulan circle kaya di hadapannya, ia melihat satu-persatu orang di tempat tersebut, mereka ketakutan.


Bahkan suami mereka tidak ada yang berani bicara setelah melihat Qin Chen menendang satu orang hingga terlempar beberapa meter kebelakang.


"Sekumpulan an*ing yang menggonggong di rombongannya memang pantas seperti kalian. Menjijikan, bahkan lebih menjijikkan ketimbang sampah!" Bentaknya.


"Kedepannya, saat aku mendengar kalian membicarakannya. Aku tidak segan-segan mendatangi tempat kalian dan mengurusnya secara pribadi!"


Setelah mengatakan itu, ia mendekati Tang Qinyu. Dia tengah menangis di atas panggung karena orang tua teman sekelasnya membicarakan dirinya sebagai anak haram atau apapun itu.


Dia tidak dapat menahannya sendiri dan langsung memeluk Qin Chen dengan erat menangis di pelukannya.


Qin Chen mengelus lembut kepalanya, dia berlutut di bawah memeluknya. "Sudah-sudah gadis cantik tidak boleh menangis, paman sudah memberikan pelajaran pada mereka. Jika mereka berani bicara tentang Qinyu lagi, paman akan mengurusnya sendiri."


"kembali, rumah."


Dia masih menangis menutup dirinya ke tubuh Qin Chen. "Baiklah, ayo kita kembali."


Qin Chen mengendongnya. "Guru, bisa anda bantu saya ambilkan tasnya?"


"Baik-baik." Guru kelasnya buru-buru mengambil tasnya yang ada di kelas, sementara Qin Chen melirik mereka lalu keluar dari tempat tersebut.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2