
Paginya, semua orang berkumpul di ruang keluarga. Tang Youqin memeluk Qinyu, menarik perhatian keluarganya.
"Tang Youqin, apa yang ingin kamu sampaikan? Kenapa kita semua berkumpul di sini?" Tang Yue bertanya, penasaran dengan pertemuan yang tak biasa ini.
"Aku ingin mengumumkan sesuatu," kata Tang Youqin sambil tetap memeluk Qinyu. "Aku telah memutuskan untuk menikahi Yang Xi. Aku berharap Saudari akan memberikan restu kepada kami."
"Apa benar?" Tang Yue terkejut mendengarnya.
"Hmm," Tang Youqin mengangguk, sedikit gugup.
Tang Yue menoleh ke arah Qin Chen, yang duduk di sana. "Apakah keputusan ini sudah kalian diskusikan bersama?"
Kepala Qin Chen mengangguk pelan. "Ya, kami sudah memutuskannya. Saya harap Saudari akan merestui kami." Meskipun dia merasa bimbang karena Tang Yue adalah kekasihnya, saat ini dia hanya menjadi simpanan.
"Baiklah, jika kalian sudah memutuskan, aku tidak bisa menolaknya. Qinyu juga terlihat sangat bahagia mendengarnya. Kapan kalian berencana menikah? Mungkin lebih baik jika Youqin kembali ke rumah keluarga dan membicarakan hal ini dengan ayah dan ibu, karena mereka lebih khawatir tentangmu."
"Aku akan kembali nanti, dan Saudari harus ikut bersamaku. Aku takut ayah dan ibu akan marah padaku." Tang Youqin berusaha bersembunyi di belakang Tang Yue, berharap kakaknya akan melindunginya jika keluarganya marah.
Tang Yue mengangguk. "Aku akan ikut kembali. Sudah lama aku tidak pulang ke rumah keluarga. Mungkin ini pertama kalinya kita kembali bersama-sama."
Qinyu, yang duduk di samping mereka, tersenyum sendiri karena akan memiliki Papa Yang Xi selamanya. Melihat reaksi mereka, itu benar-benar lucu dan membuat mereka tertawa.
"Qinyu, siap-siaplah. Kita akan pergi ke rumah nenek dan kakek," kata Tang Yue.
"Baik, Mama!" Qinyu berlari ke kamarnya untuk bersiap-siap pergi ke rumah nenek dan kakek.
"Tidakkah kamu perlu menyiapkan diri?" Tang Yue bertanya kepada Qin Chen.
"Tidak, ini sudah cukup. Aku hanya mempersiapkan apa yang diinginkan keluarga Tang. Melamar anak orang kaya membutuhkan keberanian dan upaya untuk memenuhi kebutuhan mereka, bukan?" Qin Chen menjawab, mengerutkan keningnya. Dia ingin memastikan bahwa Tang Yue benar-benar siap menghadapi segala kemungkinan.
"Ya," Tang Yue mengangguk. "Tidak ada salahnya mempersiapkannya, tapi apakah kamu sudah memiliki sesuatu yang dapat membuat keluarga menerimamu?"
"Tentu, aku memiliki keyakinan dalam hal ini."
__ADS_1
"Hmm? Baiklah, selama itu baik dan sesuai dengan
keyakinan yang kamu sebutkan."
Qin Chen mengangguk, dan mereka berdua menuju rumah keluarga Tang.
Sepanjang perjalanan, Qinyu bernyanyi riang di dalam mobil, menunggu mereka sampai di kediaman keluarga Tang.
Setibanya di sana, rumah itu mengingatkan Qin Chen tentang masa lalunya.
"Sudah lama sekali aku tidak ke tempat ini. Ketika kembali ke sini, aku teringat akan malam pertama itu..." Qin Chen terdiam sejenak, terpesona oleh kenangan masa lalu.
Tang Yue menyentuh lengannya, membuat Qin Chen kembali sadar. Dia tahu bahwa Qin Chen sedang mengingat masa lalu yang sulit.
"Papa, Qinyu ingin dipeluk," kata Qinyu dengan polosnya.
"Baiklah," Qin Chen menggendong Qinyu masuk ke dalam rumah, di mana ayah dan ibu Tang Youqin serta Tang Yue menunggu dengan cemas. Mereka bahkan menyiapkan camilan karena mendengar kabar bahwa Youqin membawa pulang calon suami.
"Selamat datang," sapa ayah Tang.
Ia merasa canggung karena ini adalah pertemuan kedua mereka, setelah pertemuan singkat di masa lalu sebelum Qin Chen meninggal dalam kecelakaan tragis.
Pertemuan mereka dengan keluarga Tang berjalan dengan sederhana, mereka mengobrol dengan gembira.
"Apa kabar dengan pekerjaanmu? Aku hanya menginginkan yang terbaik untuk putriku, meskipun kini kedua putriku sudah tumbuh dewasa dan tidak bisa lagi disebut sebagai anak-anak kecil, terutama Qinyu," kata ayah Tang.
"Saya tidak bekerja, tapi saya memiliki perusahaan di bidang pertambangan dan saham," Qin Chen menjawab.
"Hoho! Pertambangan dan saham? Apa nama perusahaan yang kamu jalankan? Harusnya itu termasuk dalam daftar pengusaha muda terkemuka belakangan ini, bukan?" Ayah dan Tang Youqin terkejut.
Qin Chen tersenyum. "Perusahaan saya bernama Perusahaan Qin. Saya mengambil nama Qin dari saudaraku. Meskipun kami bukan saudara kandung, kami sangat dekat dan dianggap seperti saudara. Anda dapat memeriksanya di internet mengenai perusahaan yang saya bangun."
Keluarga Tang terdiam, lalu ayah Tang membuka internet dan mencari informasi tentang perusahaan Qin Chen. Mereka membaca deskripsi dan melihat foto Qin Chen, yang juga disebut sebagai orang terkaya di negaranya dengan kekayaan sebesar 813,9 miliar dolar!
__ADS_1
Tang Youqin terdiam, dan keluarganya melihat foto tersebut dan membandingkannya. Mereka semua terkejut melihat kesamaan wajah mereka.
"Aku pernah mengenal Qin Chen lima tahun yang lalu," kata ayah Tang.
"Benar, aku tidak menyangka bahwa saudaraku akan pergi begitu cepat. Karena keinginannya, aku membangun perusahaan baru dengan mengambil nama keluarganya.
Aku berharap dia bahagia di alam sana," Qin Chen berkata dengan sedih.
Paman Tang membuka artikel lain yang menyebutkan bahwa Qin Chen adalah orang terkaya di negara tersebut dan menempati peringkat delapan dalam daftar orang terkaya di dunia.
"Pada usia muda, kamu telah menciptakan sejarah baru sebagai orang terkaya di dalam negeri dan menempati peringkat kedelapan di dunia. Saat ini, aku tidak bisa berkata apa-apa, tapi aku ingin tahu bagaimana kamu bisa mencapai kesuksesan seperti ini," kata Paman Tang.
"Usaha dan kerja keras. Saya memiliki modal dari saudaraku dan dia memberikan beberapa tips dan trik kepada saya, yang saya ikuti untuk membangun kerajaan bisnis saya sendiri. Itulah mengapa saya menggunakan nama depannya sebagai ungkapan terima kasih," Qin Chen menjawab.
Semua anggota keluarga Tang terdiam, namun mereka melihat ketulusan dan tanggung jawab yang dimiliki oleh Qin Chen. Mereka tahu bahwa Qin Chen memiliki kehidupan yang mapan dan akan dapat memberikan kehidupan yang baik bagi Tang Youqin dan Qinyu.
Setelah makan bersama, mereka semua kembali ke ruang masing-masing karena sudah larut malam. Qin Chen berada di kamar Tang Youqin bersama Qinyu.
Mereka bertiga tidur di tempat tidur yang sama, dengan Qinyu memegang tangan mereka. "Hari ini adalah hari yang sangat bahagia bagi Qinyu, bisa tidur bersama Papa dan Mama," kata Qinyu dengan suara riang.
Qin Chen dan Tang Youqin tersenyum, mereka membalas dengan penuh cinta. "Papa dan Mama juga sangat bahagia bersama Qinyu," kata mereka hampir bersamaan, membuat mereka bertiga tertawa.
Apakah ini adalah hari ketika kebahagiaan datang di antara takdir yang tak terduga?
Mereka berharap semoga semua ini berlangsung bahagia selamanya.
Dan saya berharap, ini semua berakhir dengan sebuah senyuman—
...
...~Tamat~...
Note : Terimakasih atas waktu kalian yang sudah meluangkan waktu untuk membaca perjalanan Qin Chen menghadapi badai di kota dan menemukan kebahagiaannya di antara takdir yang tak terduga.
__ADS_1
Salam hangat dari author, Nara Official.