Skenario Cinta Sasabela & Fatih

Skenario Cinta Sasabela & Fatih
Salsa dan Fatih


__ADS_3

“Jangan salahkan cinta, kita tidak bisa melarang seseorang untuk jatuh cinta kepada kita. Jatuh cinta adalah fitrah”


Matahari mulai tenggelam dalam peraduan, langit berwarna jingga menampakan keindahnya. Senja telah berlalu berganti dengan gelapnya malam yang dihiasi dengan bulan. Suara azan magrib berkumandang, terlihat orang-orang berbondong-bondong ke masjid untuk menunaikan kewajibannya sebagai hamba allah. Fatih menutup bukunya bergegas mengambil air whudu untuk menunaikan sholat magrib.


Tak lupa menyelipkan doa-doanya, banyak-banyaklah berdoa dan berharap sebab kelak akan ada saatnya doa-doa kita dikabulkan. Perlu kesabaran,keikhlasan dan ketekunan karena hanya allah yang tau kapan kita membutuhkan setiap harapan yang kita panjatkan.


Tok tok tok suara ketukkan pintu dari luar, “fatih ayo makan malam dulu”. ucap sang mama


ceklek pintu terbuka terlihat seorang wanita paruh baya tersenyum cerah “ iya mah” fatih berjalan mengikuti sang mama dari belakang menuju ruang makan.


“mama hari ini masak makanan kesukaan mu”. ucap mama tersenyum bahagia menggandeng tangan fatih


“iya makasih ma”. fatih tersenyum canggung.


“Tumben mama ngajak makan malam biasanya tidak perduli mau aku makan atau ngak”. batin fatih memandang mamanya dari samping.


Orang rumah sudah berkumpul semua, berbagai macam makan tersaji di meja makan begitu banyak. Begitu menggugah selera saat mata memandang, sepertinya tidak untuk fatih sebab ada seseorang di depan sana tersenyum lebar dengan genit. Seketika membuat wajahnya masam dan tidak berselera untuk makan.


“Pantas saja mama bersikap baik ternyata ada nenek lampir.” fatih berjalan malas menuju meja makan.


“Fatih duduk sini “. ucap caca menarik kursi di sampingnya.


fatih hanya tersenyum paksa, “terima kasih ca, aku disini saja”. tolak fatih halus memilih kursi lain.


Muka caca cemberut melihat sikap fatih yang tidak mau duduk di sampingnya. Dia tidak habis akal untuk mendapatkan perhatian fatih.


“Aku ambilkan nasinya ya”. ucap caca. lalu mengambilkan nasi sayur dan lauknya buat fatih. fatih enggan untuk mengambil piring nasi yang sudah caca sediakan.


Melihat itu sang mama yang berada di sampingnya menyenggol tangan fatih.


“ambil sayang caca udah nyiapin buat kamu lo. ucap sang mama tersenyum, dengan terpaksa fatih mengambil piring nasi itu.


“ caca menantu idaman udah cantik, baik, perhatian lagi. ucap sang mama

__ADS_1


“tante bisa saja”. wajah caca merah tersipu malu.


fatih tidak memperdulikan apa yang mereka bicarakan, dia langsung makan dengan diam hanya terdengar dentingan sendok dan garpu. caca terur memperhtikan fatih makan membuatnya risih.


Fatih bangkit dari kursinya dia sudah selesai makan “fatih pamit kekamar”. ucap fatih lalu berjalan menuju kamarnya .


Semua orang terdiam melihat fatih lalu melanjutkan makan mereka. Caca langsung cemberut ketika fatih pergi.


“huh huh selamat untung bisa kabur dari nene lampir”. ucapnya bernafas lega.


Fatih tidak keluar kamar sampai sholat isya dia malas bertemu dengan nene lampir, fatih berencana pergi keluar sebelum mamanya menyuruh dia menemani caca jalan-jalan. Dia sudah biasa dengan semua drama ini.


Dia pergi lewat balkon kamarnya yang sudah tersedia tangga gantung dari tali, siapa yang menyangka itu adalah tangga sebab bentuknya seperti kursi. Dia membuat sendiri tangga itu yang dirangkai seperti kursi dan di samping dihiasi bunga-bunga indah. Agar dia mudah pergi dari rumah tidak ada yang mengetahuinya.


Fatih pun langsung turun lewat tangganya, sampai di bawah dia menarik tali lalu tangga itu keatas tangga itu pun berubah menjadi bulat menggaantung seperti ayununan. Dia berencana kerumahnya yang dibeli 1 tahun lalu untuk menginap disana.


Malam yang sunyi nampak lampu-lampu menyala menerangi di setiap sudut jalanan. Suara anjing menggonggong keras di tengah sunyinya jalanan menandakan ada sesuatu yang dilihatnya.


“Hus hus pergi sana”. suara seorang pemuda, mencoba mengusir anjing itu tapi tidak mempan.


Dia sudah kelelahan berlari lalu berhenti sesekali mengatur napas, tubuhnya membungkuk kedua tangannya bertumpu di kedua lututnya menahan tubunya agar tidak jatuh terlihat wajahnya yang pucat kelelahan.


fatih bersembunyi di semak-semak tapi tidak mengetahui ada anjing lain di belakangnya. Baru saja dia bernapas lega terhindar dari kejaran seekor anjing .Dan tiba-tiba mucul seekor anjing besar menggonggongnya dari belakang.


Aaarg, teriaknya kaget lalu berlari kencang dan terbirit-birit, teriakannya yang kencang mengundang anjing lain yang mengejarnya tadi, suara anjing menggonggong bersahutan mengejar pemuda itu. Keringat bercucuran membasahi tubuhnya, rambutnya yang gondrong itu basah seperti baru selesai mandi. Suara anjing mulai tidak terdengar dia menoleh ke belakang terus berlari.


Seorang wanita cantik keluar dari mobil merahnya dia salsabela, mukanya terlihat kesal tapi tidak mengurangi wajah cantik itu.


“Red kenapa kamu malah mogok sekarang sih, bikin mami susah aja ayo lah kali ini bersahabat dengan mami jangan marah. Mana jalannya sunyi lagi ga ada orang lewat”. guman salsa.


Membuka kap mesin mobilnya yang keluar asap.


“Uhuk uhuk”. Dia mengipas asap dari mobil agar tidak terkena wajahnya lagi. “Aduh mana aku gak tau masalah mesin lagi, mana bengkel jauh ”. salsa berjalan menuju mobilnya mengambil telponnya lalu menghubungi suaminya.

__ADS_1


Tut tut tut suara telponnya berdering tapi tidak diangkat, “ayo mas angkat telponnya, dimana sih kamu”. ucap salsa karena tidak di angkat-angkat diapun memutuskan tidak lagi menghubungi suaminya.


Diapun akhirnya menelpon tukang bengkel. Tut tut tut suara telponnya tersambung, “Halo ada yang bisa kami bantu”. ucap seorang di seberang sana.


“Halo mas, ini mobil saya mogok bisa tolong kesini, alamatnya jl. xxx. ucap salsa.


baik mba sekitar 30 menit lagi kami akan sampai disana. ucap pemuda itu.


Oke mas saya tunggu. salsa lalu mengakhiri teleponnya.


Salsa keluar dari mobil untuk menghirup udara segar memejamkan mata merasakan angin menerpa wajahnya, sunyinya jalanan dinginnya malam memberi ketenangan dalam jiwa.


Setidaknya membuat dia melupakan beban sesaat yang di tanggung. setelah merasa cukup puas dia berjalan masuk ke mobil baru berjalan beberapa langkah tiba-tiba high heelsnya patah.


“yaah patah, sial aman sih hari ini”. gerutunya mengambil sepatunya. ketika dia sedang memperbaiki sepatunya.


tiba-tiba datang seorang pemuda berlari dari arah depan dan menabraknya bug karena dia tidak sigap dengan benturan yang tiba-tiba itu mereka berdua terjatuh ke semak semak.


aarrgg teriak salsa kaget, salsa jatuh terlentang dan pemuda itu jatuh di atas tubuh salsa itu.


Mata mereka berdua terpejam benturan yang begitu keras sampai terbanting jauh ke semak-semak. Menerima dengan khawatir dengan apa yang terjadi setelah mereka terjatuh.


Pemuda itu fatih yang dikejar-kejar anjing tadi, fatih memeluk salsa melindunginya agar tidak terluka. Fatih meringis tangannya tergores duri dari tumbuhan yang berada di sampingnya.


Mata mereka berdua perlahan terbuka dan beradu pandang terdiam sesaat saling memandang satu sama lain mengagumi. Wajah mereka berdua berdekatan sedikit lagi hidung mancung mereka bersentuhan, tidak terdengar tarikan napas sepertinya ditahan hanya terdengar debaran jantung dug dug dug.


Lama keheningan terjadi dibuyarkan oleh suara orang-orang, tiba-tiba terdengar suara warga-warga yang sedang patroli.


“Hei siapa disana”. teriak warga melihat ada orang di semak-semak.


Mereka berdua kaget dan terjadilah benturan di jidat merka berdua karena salsa refleks bangun. “aduh” ucap mereka berdua bersamaan.


“Apa yang sedang kalian berdua lakukan” ucap warga terlihat wajah ketidak sukaan. Mereka berdua bangun, fatih duluan bangun karena dia di atas lalu disusul salsa.

__ADS_1


Fatih membantu salsa berdiri, salsa tidak tau bahwa bajunya nyangkut di dahan ranting tumbuhan di sampingnya. Karena dia langsung bangun bajunya tertarik dan sobek. Srekkkk suara baju salsa sobek.


Warga menatap tajam kepada salsa dan fatih karena melihat keadaan meraka berdua, baju fatih basah dan abur radur kancing depannya terbuka rambutnya acak-acakan begitu juga dengan salsa bajunya yang sobek dan rambut panjangnya berantakkan.


__ADS_2