
Salsa syok ketika fatih menyanggupi syarat mahar darinya, mungkin ini sudah garis takdir mereka berdua bersatu. “Ya allah jika ini sudah garis takdir darimu aku serahkan semua ini dan aku berusaha iklas menjalani, jadikan lah keluarga kami sakinah mawadah warahmah. Aku tau engkau paling membenci perceraian aku akan menerima ini lapang dada. Semoga aku mampu melewati ujian ini”.batin salsa
“Maafkan aku mas aku menghianati mu karena menikah lagi, tapi ini bukan kehendak ku mungkin ini sudah garis takdir yang allah gariskan untuk ku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa”. batin salsa merasa bersalah kepada suaminya.
Semua orang terdiam ketika fatih mulai melantunkan ayat demi ayat dengan merdu penuh penghayatan, lantunan suaranya begitu merdu membuat hati tenang mendengarkan apa yang disampaikan di setiap ayat-ayatnya dapat dirasakan dan tersampaikan dengan baik. Semua orang menangis mendengarnya mengingat arti dari setiap ayat-ayatnya.
Begitu pula dengan salsa tiada lagi rasa kegundahan dalam hatinya, perasaanya lebih tenang dan jantungnya berdegup dengan kencang setelah mendengar lantunan ayat suci al-quran yang menjadi maharnya.
“Masya Allah suara yang begitu merdu, ya allah ini terasa seperti mimpi tapi nyata, suara ini kenapa suaranya sama persis di dalam mimpi ku. Ya allah akhirnya aku menemukan pemilik suara ini terima kasih ya allah” air mata salsa berlinang membasahi wajahnya antara haru dan bahagia. Karena suara fatih sama dengan suara seorang pemuda yang melantunkan ayat-ayat suci al-quran yang menghiasi dalam mimpinya beberapa tahun ini, suara yang selalu muncul dikala dia tertidur.
Lalu fatih pun mengucapkan ijab qabul disaksikan oleh warga-warga dan yang menikahkan mereka berdua pak ustad afnan adik dari pak dadang.
Dengan satu kali tarikan napas fatih mengucapkan dengan lancar dan tegas, menandakan dia sudah siap menjadi imam bagi salsa. Mengemban tanggung jawab penuh atas salsa sekarang.
“Bagaimana para saksi sah” ucap ustad afna menunggu jawaban para saksi.
“Sah” ucap warga.
“Alhamdulillah”. ustad afnan lalu berdoa dan di aamiinkan oleh semua orang. Tidak lupa memberi nasehat dan ceramah bagi kedua pasang suami istri yang sudah sah beberapa menit lalu.
“Silahkan nak salsa mencium telapak tangan suami mu”. ucap ustad afnan.
Salsa pun mengulurkan tangannya langsung di sambut oleh fatih, lalu fatih berdoa di ubun-ubun salsa.
“Allahmumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa a’laih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltahaa a’laih. Ya allah, sesungguhnya aku memohon kepadamu kebaikan dirinya dan kebaikan yang engkau tentukan atas dirinya. Dan aku berlindung kepadamu dari kejelekannya dan kejelekan yang engkau tetapkan atas dirinya. ucap fatih lembut dengan mengusap umbun-umbun salsa yang telah sah menjadi istrinya sekarang.
“Aamiin”, ucap salsa mengaminkan doa sang suami. fatih mencium kening salsa ada desiran di hatinya terdengar degupan jantung mereka berdua berpaju cepat dug dug dug.
“Alhamdulillah kalian berdua sudah sah menjadi suami istri”. ucap pak dadang
__ADS_1
“Alhamdulillah pak terima kasih maaf telah membuat repot bapak dan warga-warga”. Ucap fatih mereka berduapun pamit pulang.
Hening mereka berdua tidak ada yang memulai berbicara hanya terdengar langkah kami mereka berdua dan semilir angin malam. Mereka berdua terlihat canggung, akhirnya fatih membuka suara berdehem memulai berbicara.
“Ehem maaf tante karena kejadian ini kita menikah”. ucap fatih mengingatkan mereka berdua tentang pernikahan dadakan tadi yang tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba menjadi sepasang suami istri walaupun siri tapi tetap sah di mata agama.
“Tidak apa-apa fatih ini sudah garis takdir kita berdua, saya akan berusaha menerima ini semua”. ucap salsa tenang.
“Tante mohon maaf saya tau tante sudah menikah tapi dalam hidup saya, saya ingin menikah satu kali seumur hidup. Jika tante berniat ingin bercerai mohon maaf saya tidak akan menyetujuinya, walaupun terdengar egois tapi ini sudah jadi pilihan saya dan janji untuk saya. Tegas fatih menatap lurus jalanan yang terlihat rame, padahal tadi mereka berdua tidak ada orang yang lewat jalan ini.
Dia menerawang pasti ada resiko kedepan dengan pernikah mereka berdua. Tapi fatih tetap teguh dengan pendiriannya dan berjuang untuk rumah tangga mereka.
“Saya juga tidak berpikir kesana lagi, kita jalani saja semua ini”. ucap salsa dia pun setuju dengan ucapan fatih.
Mereka berdua sudah sampai di tempat mobil salsa tadi, terlihat montir sudah selesai memperbaiki mobilnya.
“Sudah mba, jadi semunya 500 ribu. ucap pria itu.
Salsa mengambil dompet di dalam mobil lalu membayarnya, “Ini kebanyakan mbak jumlahnya cuman 500 ribu. pria itu mau mengembalikan sisanya salsa menolak.
“Ambil saja pak itung-itung tips buat bapak karena mau membantu saya memperbaiki mobil saya di tengah malam seperti ini. ucap salsa tulus.
“Terima kasih mba semoga allah membalas kebaikan mba, saya pamit pulang mba sekali lagi terima kasih banyak mba”. pria itu lalu pergi.
“Rumah kamu di mana, nanti saya antar pulang”. ucap salsa mereka berdua masih canggung.
“Saya kabur dari rumah tante, antarkan saya ke perumahan cempaka saja. ucap fatih tidak berbohong dia kabur dari rumahmenghindar caca.
“Baiklah ayo, masuk”. ucap salsa mereka berdua masuk mobil, salsa menghidupkan mesin mobilnya merka berdua melaju dengan sedang membelahi jalanan.
__ADS_1
“Umur kamu berapa fatih” tanya salsa
“16 tahun tante 17 tahun senin depan. ucap fatih santai.
Lama salsa terdiam lagi-lagi dia syok jadi dia menikah dengan anak muda, dia tidak salah dengarkan dia pun bertanya sekali lagi memastikan pendengaranya.
“Apa 17 tahun” ucap salsa melirik fatih.
“Iya tante” jawab fatih
“Jadi kamu masih sekolah” salsa masih sok jadi dia tadi tdak salah dengar.
“Iya saya kelas 2 SMA, kenapa tante”. tanya fatih memandang istrinya di sebelah yang terlihat menggemaskan dengan wajah terkejutnya.
“Tidak apa-apa, jadi aku benar benar menikah anak muda”. lirih salsa yang masih terdengar oleh fatih.
“Apakah tante mengatakan sesuatu” tanya fatih, salsa menjawab dengan gelengan kepala. Tidak lama mereka berdua sampai di rumah fatih.
Fatih turun dari mobil membuka pintu pagar rumahnya salsa memakirkan mobilnya di depan rumah suaminya. Sorot lampu mobilnya menerangi jalan nampak terlihat rumah minimalis yang sederhana tapi halaman depannya luas. Taman-tamannya pun tidak terawat banyak yang sudah mati tumbuhannya.
Angin bertiup kencang, tiba-tiba hujan gerimis. Fatih membawa salsa masuk ke rumahnya membuka pintu dan menghidupkan lampu. Rumah yang gelap tadi seketika terang benerang, di luar hujan semakin lebat. Fatih pun menyuruh salsa menginap dirumahnya, salsa pun mengiyakannya karena bahaya kalau hujan deras membawa mobil takut terjadi kecelakaan.
Salsa melihat sekeliling rumahnya berantakan dan tidak terawat banyak debu dan sarang laba-laba. Barang-barang di dalamnya pun hanya sedikit.
“Maaf ya tante rumahnya berantakan soalnya lama tidak dihuni lagi. ucap fatih sambil mengambil penyedot debu untuk membesihkan debu-debu.
“Iya tidak apa-apa”. Salsa membantu fatih membersihkan rumah ulai dari ruang tamu kamar dan ruang makan, tidak butuh waktu lama mereka berdua sudah menyelesaikannya.
Mereka berdua duduk di kursi sofa, untuk istirahat peluh bercucuran membasahi tubuh mereka badann terasa lengket karena debu kotoran. Karena Acnya tidak berfungsi mereka berdua menghidupkan kipas angin, untuk mengeringkan keringat dan hawa panas walau pun di luar sedang hujan. Tapi di dalam rumah terasa panas apa lagi mereka berdua baru saja selesai bersih-bersih.
__ADS_1