
“Apa yang kalian lakukan malam-malam begini di semak-semak”. tanya warga menatap sinis.
“Pasti mau berbuat mesum, anak zaman sekarang tidak tau tempat bikin malu saja”. ucap warga
“Lihat nah baju mereka berantakkan seperti itu”. ucap warga lainnya meneliti keadaan salsa dan fatih dari atas sampai bawah.
“Bapak-bapak kalian salah paham kami tidak melakukan apa-apa kami terjatuh, anak muda ini yang menabrak saya, mobil saya mogok, jadi saya menunggu montir di luar ”. ucap salsa mencoba menjelaskan.
“Ah alasan saja, sudah kepergok begini gak mau ngaku. Mana ada maling mau ngaku, kami pun mana tau apa yang kalian lakukan. ucap warga.
“Bapak-bapak mohon maaf ini salah paham kami tidak melakukan apa-apa, saya tadi di kejar- kejar oleh anjing makanya saya menabrak tante ini karena saya tidak melihatnya. ucap fatih ikut membela agar tidak terjadi kesalah pahaman.
“Cih, mau cari alasan apa lagi kalian, jelas-jelas sudah terbukti lihat baju kalian saja sudah berantakan seperti itu. Sudah berbuat dosa tidak mau ngaku, Ayo bapak-bapak kita bawa mereka ke Pak RT saja” ucap warga lalu menarik membawa salsa dan fatih ke rumah Pak RT.
“Eh tunggu dulu pak, bapak-bapak tidak bisa membawa kami seperti ini kami sudah bilang kami tidak berbuat apa-apa”. ucap salsa mencoba menjelaskan lagi.
“Alah, seret bawa saja bapak-bapak mereka mencemar nama baik kampung kita”. ucap warga
“Hei kamu bantu aku jelasin ke mereka bahwa kita tidak melakukan apa-apa”. ucap salsa kepada fatih.
“Percuma tante mereka tidak mau mendengarkan penjelasan kita sampai mulut berbusa saja mereka tidak akan percaya”. ucap fatih santai sambil menatap lurus kedepan dia sudah pasrah.
“Sial ini semua gara-gara kamu, kalau saja kamu tidak menabrak saya kita tidakan terjatuh ke semak-semak”. marah salsa menyalahkan fatih.
“Mana saya tau tante namanya juga musibah jangan salahkan saya saja”. ucap fatih membela dirinya.
“Sudah-sudah diam kalian berdua, nanti sampai rumah pak rt kita putuskan bagaimana masalah kalian berdua”. tegas warga berbadan kekar itu.
Salsa dan fatih berjalan gontai pasrah dengan apa yang terjadi. Tok tok tok suara ketukan pintu dari luar.
“Assalammualaikum pak rt”. ucap warga dari balik pintu.
Ceklek pintu terbuka terlihat laki-laki paruh baya mengenakan kecemata dan peci hitam di kepalanya, terlihat wajahnya bingung melihat warga-warga berkerumunan datang menemuinya.
“Walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, ada apa ini warga-warga”. ucap pak rt yang bernama dadang.
“ Ini pak ada sepasang kekasih ditemukan sedang melakukan kegiatan mesum di semak-semak. Ucap warga langsung
“Astagfirullah, apakah kalian melihat dengan mata kepala kalian sendiri jangan langsung menyimpulkan sesuatu sebelum melihat kebenarannya. ucap pak dadang melihat salsa dan fatih dengan keadaan yang berantakan.
“Tidak sih pak, tapi kami melihat mereka berdua berbaring disemak-semak”. ucap warga kepada pak rt.
__ADS_1
“Nanti dulu jangan langsung menyimpulkan sesuatu kita dengar dulu penjelasan dari mereka”. ucap pak dadang.
Pak dadang mempersilahkan warga-warga, salsa dan fatih masuk ke dalam rumah, untuk membahas permasalahannya dengan tenang.
“Silahkan masuk ke dalam nak, kita bicara baik-baik”. ucap pak dadang tenang.
Mereka semua sudah duduk di kursi masing-masing.
“Siapa nama kalian nak”. tanya pak dadang.
“Nama saya salsabela pak”. ucap salsa lembut
“Nama saya fatih pak”. ucap fatih memperkenalkan namanya.
“Nah untuk nak salsa dan fatih, silahkan jelaskan kejadiannya bagaimana kalian bisa berada di semak-semak malam-malam begini”. tanya pak dadang menatap keduanya
Salsa membuka suara terlebih dahulu, “begini pak tadi mobil saya mogok di depan jadi saya menelpon tukang bengkel, karena saya bosan lama menunggu di mobil jadi saya keluar mencari udara. Tiba-tiba fatih dari arah depan menabrak saya, saya tidak melihat ada orang didepan karena saya menunduk memperbaiki sepatu saya yang patah. Kalau saya tau ada orang berlai ke arah saya, mana mungkin saya tidak menghindar. Karena benturan yang keras dan tiba-tiba saya tidak dapat menjaga keseimbangan jadi kami berdua jatuh ke semak-semak. ucap salsa menjelaskan orang-orang semuanya diam mendengarkan salsa berbicara.
“Sekarang giliran nak fatih”. Ucap pak dadang mempersilahkan fatih berbicara.
“Jadi seperti ini pak tadi sayang di kejar-kejar anjing punya orang depan sama, saya berlari menghindar anjing itu saya tidak melihat tante ini di depan saya karena saya melihat kebelakang apakah anjing tadi masih mengejar saya”. ucap fatih tanpa ragu.
“Nah bapak-bapak kan sudah mendengarkan penjelasan mereka jadi tidak usah di permasalahkan lagi”. ucap pak dadang melihat ada kejujuran dari dua salsa dan fatih
“Iya benar itu pak, nikahkan saja mereka bikin malu saja nama kampung kita saja kalau ada orang lain mendengar nama kampung kita tercemar”. ucap warga yang lain memperkeruh keadaan .
“Iya pak benar itu, tidak baik juga malam-malam dua orang yang bukan muhrim berada di semak-semak. Mereka berdua sudah melakukan dosa. Ucap warga mengintimidasi pak dadang.
“Tenang- tenang bapak-bapak, ini Cuma salah paham mereka sudah menjelaskan”. ucp pak dadang menenagkan warga-warga.
“Kalau bapak tidak mau menikahkan mereka kami laporkan saja kepolisi”. ucap warga lagi
“Mohon maaf bapak-bapak ini hanya masalah kecil dan kami sudah menjelaskan dengan jujur dan saya tidak mau menikah karena kami tidak melakukan apa-apa. Lagi pula saya sudah menikah. Tegas salsa. sorot matanya menatap tajam bapak-bapak yang percaya keapda mereka.
“Ah alasan saja kamu, ayo pak nikahkan saja mereka. ucap warga
“Tapi pak...”. ucapan fatih terpotong
“Gak usah banyak alasan lagi, nikahkan saja mereka pak”. ucap warga
“Baik-baiklah, tenang dulu jangan pakai emosi. Mohon maaf nak salsa dan nak fatih kami terpaksa menikahkan kalian berdua dari pada dilaporkan ke polisi nanti urusan masih panjang. Kalian berdua akan kami nikahkan siri. ucap pak dadang memutuskan langsung.
__ADS_1
“Tapi pak saya sudah bilang saya sudah menikah, mana mungkin saya menikah lagi”. bantah salsa.
“Mana buktinya, cincinya saja tidak ada di jarimu”. ucap warga
“Ini cincin saya, tadi saya lepaskan tertinggal dirumah karena takut hilang. karena sudah ada cacatnya.” ucap salsa yakin.
“Bohong itu semua tidak masuk akal, tunggu apa lagi pak nikahkan saja mereka”. ucap warga mendesak.
“Mohon maaf nak bapak tidak bisa membantu kalian berdua lagi karena jika warga bertindak kalian berdua pasti di penjara, nak fatih apakah kamu siap menikahi nak salsa. tanya pak dadang menatap sedih kepada kedua orang itu.
“Saya siap pak” tegas fatih
“Tunggu dulu pak saya mau menelpon suami saya dulu”. ucap salsa lalu menekan tombol memanggil.
“Silahkan nak”. ucap pak dadang.
Lama salsa memanggil nomor suaminya suara dering ponselnya menandakan bisa terhubung tapi tidak diangkat, akhirnya salsa pasrah dia mengtik pesan lalu mengirimnya kepada suaminya. berharap suaminya melihat pesan itu.
“Mas bantu aku, tolong angkat telponnya, aku sedang ada masalah disini terjadi kesalah pahaman. Aku mau di nikahkan oleh warga-warga dengan anak muda”. begitulah isi pesan salsa.
“Bagaimana mba bisa terhubung” tanya pak dadang. salsa menggeleng pelan wajahnya terlihat lesu.
“Apakah ada keluarga yang bisa di hubungi, sebagai wali nikahnya”. tanya pak dadang.
Mereka berdua menggeleng pasrah, karena keluarga mereka tidak bisa dihubungi fatih tau kalau orang tuanya tidak akan peduli tentangnya paling kalau ada yang diinginkan baru bersikap baik dan salsa dia tidak berhubungan baik dengan orang tuanya.
“Baiklah kalian berdua menggunakan wali muhakkam saja”. ucap pak dadang.
Fatih memberi jaketnya ke salsa menutupi tubuhnya dan bajunya yang sobek. Akad pun dimulai.
“Nak fatih maharnya apa untuk mba salsa”. tanya pak dadang.
Fatih bingung dia tidak mempunyai cincin dan hanya mempunyai uang 150 ribu di dompetnya.
“Saya hanya mempunyai uang 150 ribu saja untuk maharnya”. ucap fatih.
“Boleh saya mengajukan syarat mahar saya”. ucap salsa berharap dia tidak menikah malam ini dengan caranya tapi taqdir berkata lain.
“Saya mau mahar saya, surah ar-rahman. Kalau tidak bisa dipenuhi akad nikah ini dibatalkan. ucap salsa egois bukan karena memberatkan soal mahar tapi dia tidak ingin pernikah in terjadi.
“Bagaiman nak fatih, apakah kamu sanggup menerima syarat itu”. tanya pak dadang.
__ADS_1
“Sanggup pak” jawab fatih yakin.