
Fatih menggunakan jubah yang dibuat oleh salsa ternyata memang pas di badan fatih dan terlihat cocok ketampanannya bertambah.
“Bagaimana sayang cocok tidak” tanya fatih minta pendapat salsa.
“Masya Allah ganteng suami aku” batin salsa kagum dengan makhluk ciptaan tuhan ini terlihat seperti tanpa celah.
“Hei kamu kenapa” tanya fatih melihat salsa yang bengong.
“kamu terlihat begitu tampan menggunakan jubahnya ”. ucap salsa fatih tersipu malu.
Fatih sholat di dalam rumah karena kalau ke masjid tidak sempat sudah, Salsapun beranjak menuju kamar mandi untuk mandi badannya sudah tidak nyaman apalagi dia sedang datang bulan seperti ini.
Salsa berendam di bathub aroma bunga mawar menyeruak di dalam kamar mandi, begitu harum dan menyegarkan. Semua belanjaan salsa kemaren mereka dua gunakan untuk di rumah dan untuk di rumah salsa dan suaminya nanti mereka akan membelinya lagi mengganti semuanya.
Salsa sudah selesai mandi melihat fatih sudah tidak ada di kamarnya, dia berjalan menuju meja rias terlihat ada paper bag hitam di atas meja. Salsa membukanya ternyata isinya pakaian wanita dan pembalut siapa lagi yang membelinya kalau bukan fatih.
Salsa tersenyum “ah pengertian sekali suaminya” batin salsa lalu mengenakannya terlihat pas di badannya warnanyapun bagus cocok dengan warna kulit salsa yang putih.
Setelah mengenakan bajunya salsa memoles rias tipis di wajahnya dan dia hanya menggunakan pelembab di bibirnya. Wajah yang cantik seperti anak muda yang berumur 20 tahunan ditambah baju yang di beli fatih membuatnya terlihat lebih muda siapa yang tau dia sudah berumur 30 tahunan.
Salsapun keluar menemui fatih, hari ini hari minggu jadi fatih tidak masuk sekolah dan salsa hari ini tidak bekerja.
Terlihat fatih sedang duduk santai di depan rumah ditemani dengan dua gelas coklat panas dan dua potong roti, dia memandang halaman rumahnya yang tidak terurus dan gersang. Hari ini rencananya dia ingin membersihkannya seluruh rumahnya mulai dari halaman depan, samping rumahnya dan di belakang. Menanam kembali berbagai tanaman.
“Fatih” panggil salsa lalu duduk di kursi samping fatih.
“Iya sayang” Jawab fatih memandang salsa yang duduk di sampingnya.
“ Ini buat aku kan” tanya salsa lalu menyeruput coklat panas itu, terasa nyaman dan menenangkan di tambah suasana pagi yang menyegarkan.
“Iya buat kamu, gima suka dengan bajunya” tanya fatih memandang istrinya yang cantik mereka berdua seperti seumuran saja.
“Iya suka, terima kasih” ucap salsa tulus.
“Sama-sama sayang”. ucap fatih.
“Apa rencana mu hari ini.” tanya salsa.
“ Mau membersihkan rumah ini, halamanya begitu tidak terawat dan gersang. Mau renovasi juga banyak yang perlu di perbaiki, cat temboknya mau di ganti. Soalnya aku mau tinggal disini bersama kamu juga.” ungkap fatih.
__ADS_1
“Hmm oke, boleh aku bantu aku lagi gak masuk kerja hari ini”. tanya salsa.
“Oh oke boleh tapi aku mau pulang dulu ngambil baju dan barang-barang ku” ucap fatih. salsa mengangguk.
Salsa masih merasa lapar rasanya tidak cukup baginya cuman sarapan roti dan secangkir coklat.
“Mau di masakin apa sarapannya? ” tanya salsa
“Apa aja yang kamu buat aku makan soalnya ku tidak pilih-pilih soal makanan”. ungkap fatih.
“Baik lah aku masak nasi goreng saja ya, nasi sisa tadi malam masih ada” ucap salsa pun berlalu menuju dapur membuat sarapan untuk mereka berdua, salsa membuat nasi goreng untuk dua porsi dengan campuran sayur sosis dan ayam goreng sudah tertata rapi di meja makan. Salsa pun memanggil fatih untuk makan bersama.
Mereka berdua sarapan dengan tenang tanpa ada yang berbicara hanya dentingan sendok di tengah kesunyian. Mereka berdua sudah selesai makan, fatih membantu mencuci piring.
Salsa dan fatih siap-siap pulang kerumah untuk mengambil barang-barangnya, kali ini fatih yang menyetir mobilnya salsa duduk di kursi penumpang.
“Fatih rumah orang tuamu di mana” tanya salsa kepada fatih
“Kawasan perumahan El Taulana” ucap fatih,
“Aku tinggal di kawasan perumah itu juga, aku di blok A no 17, kamu blok berapa kalau tempatmu dekat kita ketempat mu dulu baru ke tempat ku” Ucap salsa
“Nama aku tau, kita ketempat mu saja dulu karena dekat” salsa memutuskannya.
“Iya baiklah”. ucap fatih
Fatih membelokkan mobil mereka ke rumah besan nan mewah itu, mereka sudah sampai di tempat fatih. Terlihat bangunan megah menjualng tinggi, semua fasilitasnya modern, tamannya begitu luas bak instana.
Tempat salsa dan suaminya masih kalah jauh walaupun mereka tinggal di kawasan perumahan elit, ini memang benar-benar seperti istana dan termegah di kawasan ini.
Fatih melaju dengan pelan membawa mobilnya ke parkiran, “Sekarang kita sampai” ucap fatih keluar terlebih dahulu lalu membuka pintu mobil untuk salsa.
“terima kasih” salsa tersenyum tulus.
“sama-sama, ayo sayang” fatih tersenyum lebar menggandeng tangan salsa menuju rumah mewah itu.
Sampai di pinru rumah mereka di sambut oleh para maid berbaris rapi menunduk hormat, “Bi ana tolong panggil semaunya untu kumpulin disini”. ucap fatih
“Baik tuan” bi ana mengumpulkan semua orang,.
__ADS_1
“Baik lah semunya sudah kumpul disini, saya ingin memperkenal kan seseorang kepada kalian, kesini sayang” panggil fatih ke salsa menggadeng pinggang salsa.
“Perkenalkan wanita di samping ku, namanya salsabela dia istriku perlalukan dia dengan baik”. uca fatih
Semua orang terkejut mendengar penuturan tuan mereka, wanita dewasa itu istrinya cocok jadi kakanya umur mereka terpaut jauh.
“Hai perkenalkan nama aku salsabela panggil salsa saja” ucap salsa melihat orang – orang berbisik membicarakannya.
“Iya saya memang lebih tua dari fatih, kami menikah karena sebuah incident yang tidak bisa kami jelaskan kepada kalian” salsa menjeda ucapanya.
“terserah kalian berpsesepsi apa tentang ku, orang yang baik mampu menjaga ucapannya dengan baik tanpa melukai orang lain. karena kalian tidak tau apa-apa tentang permasalahan kami jangan asal bicara. ucap salsa.
Semua orang terdiam mendengar ucapan salsa. “terima kasih atas waktunya” ucap salsa.
“Saya harap kalian bisa memperlakukan istri saya dengan baik” ucaf fatih memeluk pinggang ramping itu lalu berlalu menuju kamarnya bersama salsa.
“Kenapa mana orang tuamu?” tanya salsa
“Mereka sedang melakukan perjalanan bisnis” ucap fatih
“hhmmm” salsa mengangguk
“Apa kamu akan membawa semua baju-baju mu?.” tanya salsa ikut memasukan baju fatih ke koper.
“Iya semuanya sayang aku kan pindah ke rumah kita” fatih mencium kening salsa.
“Hei mencuri kesempatan dalam kesempitan” ucap salsa.
“Kenapa tidak salahkan” ucap fatih menaikkan alisnya tersenyum tengil.
“Iya iya ya” salsa malas.
“Yee akhirnya sudah selesai”. salsa berbaring di ranjang fatih.
“Barang-barang mu banyak juga seperti perempuan saja” keluh salsa
“Namanya juga pindahan ya banyak lah sayang” ucap fatih mencubut hidung salsa gemes.
“sayang kamu mau aku bikin kan minum?”. tanya salsa kepada fatih.
__ADS_1
“Boleh sayang” ucap fatih