
Gelapnya malam mulai berlalu kabut-kabut hitam perlahan tersisih, celah-celah sinar mulai terlihat dan bayangan benda-benda mulai nampak. Menandakan hari hampir subuh, angin semakin dingin menembus ketulang belulang. Membuat siapapun menarik selimut untuk menghangatkan tubuhnya, di tambah hawa sejuk yang menenangkan membuat tidur semakin nyaman.
Sayup-sayup suara azan berkumandang terdengar begitu jelas, panggilan untuk menunaikan ibadah dan ucapan syukur akan nikmat yang sang pencipta berikan. Walaupun badan terasa lelah karena pekerjaan yang menguras tenaga dan pikiran, jangan sampai tidurmu terlena sampai lupa akan tugas dan kewajiban mu. Begitu banyak nikmat yang allah berikan, jangan sampai membuat kita lalai. Dan jangan hanya dunia yang kamu kejar akhiratpun harus dan diutamakan. Jika kita mengejar akhirat maka akan mendapatkan dunia dan seisinya juga.
“Sesungguhnya sholat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah sholat isya dan sholat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)
“Dua rakaat sholat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” (HR. Muslim 725).
Salsa bangun lebih dulu, tubuhnya terasa hangat dalam pelukan fatih begitu nyaman. Hembusan napas fatih di ceruk lehernya terasa hangat. Salsa berbalik menghadap ke arah seseorang yang memeluknya, dia kaget dengan sosok seorang pemuda yang memeluknya dengan erat. Jadi tadi malam itu nyata bukan mimpi, dia menikah dengan anak muda.
Dia menggelengkan kepalanya tidak percaya sesekali mengucek kedua matanya mungkin saja dia salah lihat.
Dia menepuk-menepuk kedua pipinya pelan tapi sosok di depannya tidak menghilang “Ah ini benar nyata aku tidak mimpi” ucap salsa
Dia perlahan melepaskan pelukan fatih. Terasa canggung untuk salsa mereka yang sama-sama orang asing tidak mengenal satu sama lain tapi harus hidup bersama dan menjadi sepasang suami istri.
Salsa memandang wajah fatih, mulai dari dahinya yang pari purna, bulu mata lebat, alis yang tegas, hidung mancung, bibir merah seksi, wajah putih bersih dan halus. Wajahnya yang begitu mulus tidak ada lecet sedikitpun. Wajah yang tegas membuat mata salsa enggan untuk berpaling melihat begitu tampannya apa lagi jika sedang tidur seperti ini sunggup tampan bisa dibilang perfect.
“Tampan” guman salsa. salsa masih memandang wajah fatih matanya tidak berkedip, dia tidak sadar bahwa fatih mulai bangun. Perlahan sepasang kelopak mata itu mulai terbuka memperlihatkan sepasang mata indah yang bening.
“Ah kenapa dia bangun tidur gini terlihat begitu imut” batin salsa fatih menyipitkan matanya memandang salsa “ah menggemaskan sekali istri ku ini.” batin faitih dan saking gemesnya fatih dia refleks mencium kening salsa dan beralih ke bibir merah cery itu “selamat pagi istriku.” ucap Fatih. Tapi tidak ada respon dari salsa karena dia kaget fatih yang tiba-tiba menciumnya. “selamat pagi istriku.” ucap fatih sekali lagi, fatih mencubit hidung salsa pelan merasa lucu akan ekspresi wajah salsa. “eh iya selamat pagi.” ucap salsa canggung.
__ADS_1
“Boleh aku panggil sayang” tanya fatih menatap sepasang manik mata indah itu,
“eh iya” salsa gugup.
“sayang aku ingin menjalani rumah tangga seperti orang lainnya, walau pernikahan ini karena paksaan. Tapi aku ingin kita menerima ini dengan ikhlas dan sama-sama mencari pahala dalam biduk rumah tanga ini. Walau aku masih muda tapi aku akan berusaha menjadi imam yang baik untuk mu. Maaf aku tau ini salah dan egois kamu sudah menikah, tapi seperti perkatataan ku tadi malam. Aku berharap kamu bisa membuka hatimu untuk ku begitupun aku juga. Ucap fatih menatap salsa yang terdiam.
“Hmm akan aku coba, jujur ini berat untuk ku di sisi lain aku sudah menikah. Dan aku seperti mengkhianati suami ku tapi aku tidak bisa juga menyalahkan mu karena ketika aku menghubungi suami ku dia tidak menjawab aku pun tidak bisa berbuat apa-apa mungkin ini sudah siratan takdir". salsa menarik napas perlahan lalu menghembuskan pelan dia menjeda kalimatnya.
"Ada dua hal yang ingin aku tanyakan pada mu apakah kamu siap berbagi istri dan perhatian kasih sayang ku juga terbagi untuk suamiku ”. tanya salsa
“insya allah aku siap aku sudah tau resikonya seperti apa, walau ini sulit tapi aku akan mencoba aku harap aku bisa". ucap fatih
“Bagi ku tidak masalah sebab seorang anak adalah rejeki, jika kita tidak dipercayakan memiliki seorang anak itu tidak masalah. Allah tau yang terbaik untuk hambanya dan dia punya alasan, bisa saja kita membuat anak-anak tersakiti, bisa jadi kita lalai mengemban amanah dan kepercayaan allah kita tidak tau, lebih baik dia tidak lahir jika membuat dia sakit. Sebab tanggup jawab sebagai orang tua itu berat. Sebuah kebahagiaan tidak melulu harus hadirnya seorang anak, banyak orang di luar sana yang tidak memiliki keturunan mereka tetap bahagia.
“baiklah mari kita menjalani kehidupan sepasang suami istri seperti orang lain”. ucap salsa lega mendengar kata-kata fatih. Fatih mengangguk lalu memeluk erat tubuh salsa.
“Ayo bangun mandi nanti keburu telat sholatnya” ucap salsa
“Mau sholat berjamaah bersama sayang”. tanya fatih.
“Maaf aku tidak bisa sedang libur, barusan ” ucap salsa.
__ADS_1
“ Oh ya tidak apa-apa aku mandi duluan sayang” cup satu kecupan mendarat di kening salsa.
“ Iya sana, cepat nanti telat”. salsa mendorong tubuh fatih pelan menuju kamar mandi.
“ dasar bocah” salsa tersipu malu mengingat kecupan hangat tadi.
Mereka berdua tidak canggung lagi karena sudah memutuskan untuk saling menerima satu sama lain.
Salsa membersihkan kasur tempat mereka berdua tidur, setelah selesai dia pergi ke dapur untuk mengambil gunting, lem dan peniti dari dalam tasnya. Dia berencana membuat jubah untuk fatih sholat dari kain gorden yang tidak terpakai tadi malam, karena ukuran gordennya ke kecilan dan sepertinya cukup untuk membuat jubah buat fatih.
Salsa adalah seorang desainer mempunyai toko butik bernama Beauty Angle tapi sekarang di kelola oleh saudaranya, dia hanya akan membuat rancangan desainnya dan dia akan ikut membantu pembuatan jika banyak permintaan pesanan.
Tidak butuh waktu lama jubah yang salsa buat sudah jadi dengan peralatan sederhana dan seadanya, dia bisa membuat jubah itu sungguh hebat bukan. Terlihat simple tapi unik dengan warna pewter dan di bagian motifnya berwarna silver, putih dan hitam perpaduan yang pas untuk warnanya dan untuk bentuk motif gordennya kotak-kotak, kerucut, bulat dan garis-garis lengkung yang membuatnya semakin indah.
Bertepatan dengan fatih yang baru selesai mandi, salsa masuk ke kamar memberikan hasil karya jubahnya yang simple tapi unik kepada fatih.
“Ini jubah buat kamu kenakan untuk sholat, maaf gorden yang kekecilan kemaren aku potong buat jubah ini, kan baju kamu kotor juga semalam memakai baju itu. kalau pesan online takut tidak sempat, semoga kamu suka”. ucap salsa
“Wow keren simple tapi unik aku suka, terima kasih sayang sudah repot-repot buatin buat aku.” ucap fatih tulus melihat jubah yang salsa buat fatih kagum dengan hasil karya salsa keren sekali.
“Alhamdulillah sama-sama sayang, aku senang kamu suka jubahnya”. ucap salsa tersenyum bahagia.
__ADS_1