
Sudah 2 hari Yan Kevin berkultivasi dan sudah menerobos sampai dengan tingkat 1 tahap akhir.Berkat pil dan bahan-bahan yang lainnya membuat berkultivasi lebih cepat seperti biasanya.Waktunya untuk kembali ke universitas sepertinya semua orang mengkhawatirkan dan menganggap Yan Kevin sudah meninggal.
"Huuuuhhhh" Yan Kevin menghelai napas.
"Bocah waktunya untuk keluar dari gua, sepertinya kau sudah cukup kuat."Ucap Naga Tua.
"Yaa kau benar Naga Tua, akhirnya aku mencapai tingkat 1 tahap akhir." Ucap Yan Kevin dengan sangat bangga.
Yan Kevin segera keluar dari gua setelah beristirahat sejenak.Rasa sedih menyelimuti dirinya,karena akan meninggalkan tempat yang sangat berharga baginya yaitu tempat dimana bisa melihat sosok seorang ayah yang sudah lama dia nanti-nantikan.Hal yang belum dia dapat dalam kehidupannya, meskipun berbentuk dalam sebuah hologram.
"Ayah maafkan aku,aku harus kembali.Aku akan mengunjungi tempat ini sesering mungkin."Ucap Yan Kevin dengan air mata mengalir di pipinya.
Yan Kevin segera keluar dari ruangan rahasia tersebut dengan giok naga di tempelkan di pintu batu dan terbukalah pintu batu besar tersebut.Sesampainya keluar dari gua di pinggir sungai Yan Kevin kembali menatap air terjun, tempat dimana selama ini dia berada.Dengan hati yang sangat sedih Yan Kevin masih mengingat mendiang ayahnya.Terdengar suara langkah kaki membuat Yan Kevin sadar ketika sedang meratapi kesedihannya.
"Anak muda yang di sana siapa engkau ?" Teriak seseorang kepada Yan Kevin.
Yan Kevin memalingkan wajahnya dan berbalik, terlihat seperti keluarga bangsawan yang berjalan mendekatinya.Seorang kakek tua dan perempuan muda yang di temani beberapa bodyguard menghampiri Yan Kevin.
"Di lihat dari pakaiannya,mereka sepertinya bukan orang biasa." Pikir Yan Kevin.
"Nak sedang apa kamu disini ?"Tanya seorang kakek tua.
"Maaf tuan saya hanya pengunjung disini, permisi tuan." Ucap Yan Kevin sambil memberi hormat dan langsung berjalan ke arah keluar pegunungan.
"Tunggu Nak !!" Panggil kakek tua.
"Berhenti Nak,tuan ku menyuruh mu berhenti!" Ucap salah seorang bodyguard yang paling besar tubuhnya menghalangi jalan Yan Kevin.
"Maaf tuan ada apa ?Saya tidak punya urusan dengan anda." Ucap Yan Kevin dengan santai.
__ADS_1
"Nak,ku lihat sepertinya kau bukan orang sembarangan." Ucap kakek tua tersebut.
"Tuan saya hanya pengunjung disini, sebaiknya anda jangan terlalu banyak bertanya.Saya tidak ingin berurusan dengan orang yang sedang terluka." Tegas Yan Kevin.
"Lancang sekali..." Teriak bodyguard yang paling besar dan langsung melancarkan tinjunya kepada Yan Kevin.
"Tunggu jangan lakukan itu !!" Ucap si kakek tua kepada bodyguardnya untuk berhenti.
"Ada apa tuan ?,anak ini sungguh sangat lancang."Sahut si bodyguard sambil memegang baju Yan Kevin.
"Tunggu dulu,Nak apa kamu tahu penyakit ku ?" Tanya si kakek tua.
"Ya, bahkan aku bisa menyembuhkannya."Jawab Yan Kevin.
"Hahahahha.Hey bocah apa aku enggak salah dengar ? Kau bisa menyembuhkan penyakit kakek ku,bahkan dokter dari luar negeri sekali pun sudah tidak sanggup menyembuhkannya.Apalagi dengan kamu bocah." Ucap perempuan yang berada di samping kakek itu.
"Ya benar sekali Nak, kenapa kamu bisa tahu ?" Ucap si kakek.
"Aku tahu karena aku bisa melihat aura Qi yang berada di tubuh mu." Ucap Yan Kevin.
"Qi,apa kamu tahu Qi itu apa ?, hanya seorang ahli bela diri yang tahu Qi itu apa,akan ku tunjukkan kepada mu sebuah serangan dengan aliran Qi."Ucap Si perempuan dengan langsung memasang kuda-kuda untuk menyerang Yan Kevin.
Yan Kevin tersenyum dan mengambil beberapa rumput di dekatnya.Setelah itu langsung di lemparkan kepada perempuan tersebut.Semua orang terdiam kaget, karena rumput yang di lemparkan Yan Kevin tertancap dan menimbulkan kerusakan di sebuah pohon besar yang berada di belakang perempuan tersebut.
"Sebelum nona menunjukkan apa itu Qi, sebaiknya nona diam atau nona akan seperti pohon itu." Ucap Yan Kevin sambil menunjuk pohon besar di belakang perempuan tersebut.
Kakek tua tersebut sempat berpikir, bahwasanya meskipun cucunya sempat akan terbunuh oleh serangan Yan Kevin tapi dia tidak boleh menyerang balik atau mereka akan binasa oleh kekuatan Yan Kevin.Jadi kakek tua tersebut merencanakan agar bisa mendapatkan kepercayaan dari Yan Kevin, agar kedepannya dia bisa berteman dengan Yan Kevin dan mendapatkan dukungan kekuatan untuk keluarga dan dirinya.
"Aku tidak percaya dengan semua ini hanya seorang master yang bisa melakukan hal seperti itu." Pikir kakek tua tersebut.
__ADS_1
"Nak apa kau mau melukai nona ku ?" Ucap bodyguard yang bertubuh besar sambil memegang pundak Yan Kevin.
"Zhin kamu jangan berbuat tidak sopan ! Tuan maafkan cucu dan bodyguard saya,kami tidak tahu bahwa anda adalah seorang ahli.Zian dan kalian semua minta maaflah kepada tuan ini !" Ucap kakek tersebut menyuruh cucu dan bodyguardnya untuk meminta maaf.
"Tolong maafkan saya tuan,saya telah berprilaku tidak sopan kepada anda."Ucap Zian perempuan yang di samping kakek tersebut dengan penuh hormat.
"Maafkan kami tuan besar." Ucap semua bodyguard kepada Yan Kevin.
Semua bodyguard dan Zian cucu dari kakek tersebut memberi hormat dan meminta maaf kepada Yan Kevin atas dasar ke tidak sopanannya.
"Baiklah aku memaafkan kalian semua." Ucap Yan Kevin.
"Terima kasih tuan.Maaf sebelumnya saya belum memperkenalkan diri,nama saya Long Taiji,dia cucu saya Long Zian dan dia adalah kepala keamanan keluarga kami Zhin.Bolehkah saya tahu nama tuan siapa ?" Tanya kakek tersebut.
"Nama ku Yan Kevin, panggil aku Kevin." Jawab Yan Kevin.
"Baiklah tuan Kevin.Untuk permintaan maaf dari saya,saya mengadakan pesta nanti malam,bisakah tuan Kevin untuk meluangkan waktu untuk datang ke pesta saya nanti ? " Pinta Long Taiji kepada Yan Kevin.
"Baik aku akan datang nanti,berikan aku alamatnya.Untuk sekarang aku akan pamit." Ucap Yan Kevin.
"Baiklah tuan silahkan." Ucap Long Taiji kepada Yan Kevin.
Setelah mendapatkan alamat tempat pesta nanti malam Yan Kevin segera pergi meninggalkan mereka semua dan meninggalkan pegunungan Kawa.Selanjutnya Yan Kevin berencana untuk pergi menuju pusat Kota Kawa.
"Naga Tua apa benar kau bisa menyembuhkan penyakit Pak Tua Long itu ?" Tanya Yan Kevin kepada Naga Tua.
"Ya tenang saja aku bisa menyembuhkannya." Jawab sang Naga Tua.
"Baiklah kalau begitu,hari ini kita akan pergi ke pesta." Ucap Yan Kevin sambil berjalan menuju tempat pemberhentian bus.
__ADS_1