
Permainan di mulai,banyak sekali tamu undangan yang menonton permainan mereka.Karena permainan kali ini sangat mengundang rasa ketertarikan terhadap semua orang,karena salah seorang laki-laki yang tidak tahu asalnya dari mana berani menantang seorang putra dari keluarga nomor satu di Kota Kawa.
Permainan yang di mainkan oleh Yan Kevin dan Han Zia adakah permainan dadu sebanyak 3 babak.Permainan yang sederhana yaitu pihak satu mengocok dadu dan pihak ke dua menebak dadu.Li Sinta menjadi penengah di permainan ini agar tidak terjadi kecurangan di permainannya.
Han Zia yang memulai pertama dengan mengocok dadu dan Yan Kevin menebaknya.
"Persiapkan dirimu Tuan Tenggelam, semoga kau bisa menebaknya dengan benar." Sindir Han Zia sembari memegang kocokan dadu dan memulai mengocoknya.
Han Zia sangat lihai dalam melakukannya karena dia ahlinya dalam permainan dadu,tidak pernah ada yang bisa mengalahkannya di setiap permainan."Trak...Trak...Trak." Suara dadu di kocok dengan cepat dan "Brak".
"Sekarang tebaklah angka berapa yang keluar !" Ucap Han Zia setelah selesai mengocok dadu.
Yan Kevin sudah tahu angka berapa yang akan muncul karena sejak tadi dia sudah menggunakan kekuatan mendengarnya.
Yan Kevin tersenyum tipis saat mulai akan menebak jumlah dadu tersebut."Hmmm,,,aku disini hanya bisa menggunakan keberuntungan ku.Aku akan tebak ke tiganya adalah angka 5." Ucap Yan Kevin dengan senyum manis melihat Li Sinta.
Li Sinta segera membuka kocokan tersebut dan semua orang tercengang atas apa yang mereka lihat.Ternyata tebakan Yan Kevin sangat tepat, semua dadu mengeluarkan angka 5.
Han Zia sangat sangat terkejut atas tebakan Yan Kevin yang benar,dia sangat marah karenanya."Apa ?? Sial,dia bisa menebaknya." Batin Han Zia.
"Wah..Wah..Wah aku sangat beruntung hari ini." Ucap Yan Kevin dengan senyuman menatap Han Zia.
"Ternyata keberuntungan mu bagus juga, sekarang giliran mu untuk mengocoknya !!" Sahut Han Zia.
Giliran Yan Kevin mengocok dadunya,dia mengocok dengan sembarangan."Trak..Trak..Trak..Brak." Dadu sudah selesai di kocok, sekarang giliran Han Zia menebak angka berapa yang keluar.
__ADS_1
"Aku tebak nomor 437." Ucap Han Zia dengan lantang.
Li Sinta membuka kocokannya, ternyata tebakan Han Zia juga sangat tepat dan keluar angka 437.Semua penonton sangat terpukau dan bertepuk tangan karenanya.
" Nah ini baru hebat menggunakan keahlian,bukan karena keberuntungan." Ucap salah seorang penonton.
Permainannya jadi seri karena jawaban Yan Kevin dan Han Zia sama-sama benar.Sekarang babak terakhir giliran Yan Kevin untuk mengocok dadunya.
"Bocah,coba sekarang kau aliri dengan Qi kocokan itu !" Ucap Naga Tua menyuruh Yan Kevin untuk mengaliri kocokan dadu dengan Qi agar suara kocokan tidak terdengar dengan jelas.
Yan Kevin mulai mengocok dadu tersebut dan tentunya dengan di aliri Qi seperti yang di perintahkan Naga Tua.Dadu sudah di kocok dengan cepat oleh Yan Kevin membuat Han Zia kaget bukan kepalang karena sama sekali tidak terdengar suara dari kocokan itu.
Karena Han Zia sudah berlatih judi dadu seperti ini sejak lama dan cara untuk menebaknya dengan benar adalah dengan cara mendengarkan suara dadu yang berada di dalam kocokan tersebut.
Yan Kevin sedikit tersenyum melihat gelagat Han Zia yang kebingungan akan hal itu.
"Baiklah sekarang giliran Tuan Muda Han untuk menebaknya !" Ucap Yan Kevin sambil menyodorkan kocokan tersebut kepada Li Sinta.
"Sial sepertinya hanya bisa menggunakan keberuntungan ku saja kali ini." Batin Han Zia
"Tuan Muda Han Zia sekarang giliran mu untuk menebaknya !" Ucap Li Sinta
"Ba.. Baiklah aku akan tebak,angka yang keluar adalah 356." Jawab Han Zia dengan perasaan khawatir.Karena baru kali ini dia menebak dengan keberuntungannya sendiri.
Li Sinta segera membuka kocokan yang ada di tangannya.Ternyata yang keluar angkanya adalah angka 1 semua,tebakan Han Zia salah total.Semua orang sangat kaget,karena selama ini tebakan Han Zia tidak pernah salah.
__ADS_1
Dengan sangat senang Li Sinta mengumumkan hasil dari permainan tersebut."Tuan Muda Han Zia telah menebak dengan salah,jadi sudah di putuskan pemenangnya adalah Yan Kevin." Ucap Li Sinta.
Tiba-tiba Han Zia berdiri dan berteriak,bahwa yang dilakukan oleh Yan Kevin adalah curang."Tunggu,kau bermain curang." Ucap Han Zia sambil menunjuk Yan Kevin.
" Curang ? Curang dimananya ? " Sahut Li Sinta.
" Kalian bermain curang,kau dan Tuan Muda Tenggelam itu bersekongkol untuk mengalahkan ku.Karena kalian ingin bersama-sama jadi kalian bersekongkol." Ucap Han Zia dengan suara yang keras membuat semua penonton berpikiran bahwa yang di katakan Han Zia masuk akal.
Semua penonton berbicara, " Kalian bermain curang,, kalian bermain curang." Kata-kata tersebut terlontar dari tamu undangan yang menonton permainan tersebut.
"Pengawal hajar bocah itu, berani-beraninya bermain curang dengan ku !" Ucap Han Zia kepada para pengawalnya untuk menghajar Yan Kevin.
Yan Kevin berdiri dan sedikit menjauh dari meja permainan tersebut.Beberapa pengawal Han Zia berlari untuk menghajar Yan Kevin.
Akan tetapi para pengawal tersebut terlalu lemah untuk Yan Kevin, hanya membutuhkan beberapa detik semuanya sudah tumbang." Bak...Bik...Buk...Plak..Plak..Plak." Suara pukulan dan tamparan terdengar.
"Bagaimana mungkin dia menjadi kuat seperti itu ?" Batin Han Zia dengan penuh penasaran.
Selesai membereskan pengawal-pengawal Han Zia, Yan Kevin berjalan mendekati Han Zia dan "PLAKK", tamparan melayang ke pipi Han Zia.Semua orang terkejut dengan apa yang mereka saksikan.
"Kau berani sekali menampar ku,kau tidak tahu siapa aku ?" Ucap Han Zia sambil memegang pipinya yang memerah karena tamparan Yan Kevin.
"Aku tahu siapa kamu, tapi kau sendiri yang memulai menghajar ku.Plakk." Sekali lagi Han Zia di tampar oleh Yan Kevin.
"Ada apa ini ? Siapa yang berani berbuat onar di acara besar keluarga ku ?" Terdengar suara perempuan berteriak dan berjalan menuju ke tempat Yan Kevin dan yang lainnya.
__ADS_1