
Waktu menunjukan pukul 7.00 pm,suasana kota kecil yang di kelilingi oleh pegunungan membuat nyaman untuk tinggal dan jalan-jalan.
Yan Kevin keluar dari sebuah toko kecil di pinggiran kota dengan memakai pakaian baru yang baru dia beli.Dengan uang yang sedikit hanya bisa membeli sebuah kemeja, celana dan sepatu yang sangat biasa saja.
Waktu terus berjalan Yan Kevin sesegera mungkin untuk pergi ke pesta yang di adakan oleh tuan Long.Uang dari para pembunuh bayaran itu tidak begitu banyak dan sisanya hanya bisa untuk naik taksi saja.
"Pa ke Hotel Garden !" Ucap Yan Kevin kepada supir taksi itu.
Sepanjang perjalana banyak sekali rombongan mobil mewah, rombongan mobil pejabat melintas.Perjalanan menuju Hotel Garden tidak terlalu jauh hingga Yan Kevin hanya beberapa menit sudah sampai.
"Hei Nak,apa benar kamu mau pergi kesana ? Disana itu sedang ada pesta orang-orang terkenal." Ucap supir taksi.
"Tenang Pak,aku sudah tahu.Terima kasih Pak." Jawab Yan Kevin sambil memberikan ongkos taksinya.
Memang benar ini adalah tempat dimana seluruh orang terkenal dan berpengaruh berkumpul akan tetapi Yan Kevin juga adalah seorang putra bangsawan meskipun dari kalangan bangsawan rendah,dan terlebih lagi dia di undang secara langsung oleh orang nomor 2 di Kabupaten Sweet water.
__ADS_1
"Nak tunggu dulu,kamu dari keluarga mana ? Bisa tunjukkan undangannya ?" Ucap penjaga yang berada di depan pintu masuk.
"Aku tidak punya undangan tapi aku di undang oleh seseorang."Jawab Yan Kevin.
"Maaf tapi kamu tidak bisa masuk,kamu perlu undangan untuk masuk ke dalam." Ucap penjaga tersebut.
"Wah wah wah sepertinya seorang yang terkenal karena tenggelam sedang mencari makan karena kelaparan hahhaaha." Ucap seseorang di belakang Yan Kevin.
Yan Kevin menoleh kebelakang ternyata Han Zia,dia adalah putra dari keluarga nomor 1 di Kota Kawa.Han Zia adalah teman dekat dari Yan Gin, orang yang selalu menindas Yan Kevin di Universitas.
Akhirnya Yan Kevin memasuki ruangan meskipun dia di rendahkan tadi di luar dia tetap bersabar akan tetapi Yan Kevin akan selalu mengingat kejadian tersebut.
Pesta yang sangat mewah penuh dengan makanan enak dan juga ada kasino yang membuat pesta tersebut sangat meriah.
Yan Kevin langsung pergi ke meja makan, karena ini adalah yang dia tunggu-tunggu dari tadi.Karena tadi pagi hanya makan mie instan dan belum makan hingga sekarang dengan sigap makanan yang berada di meja makan di santap satu persatu oleh Yan Kevin.
__ADS_1
Seseorang menepuk pundak Yan Kevin yang sedang makan."Hati-hati makannya jangan tergesa-gesa." Ucap seseorang dengan nada yang lembut.
Yan Kevin membalikkan badannya ternyata yang menepuk pundaknya adalah seorang perempuan yang sangat cantik dia adalah Li Sinta.Li Sinta putri dari keluarga nomor 1 di Kota Saga dan teman belajar bersama Yan Kevin.
Muka Yan Kevin memerah karena malu dan terpesona karena kecantikan Li Sinta."Li...Li Sinta.Kenapa kamu ada disini ?" Tanya Yan Kevin.
" Dasar, harusnya aku yang bertanya seperti itu.Aku sangat khawatir dengan mu yang tenggelam di sungai beberapa hari lalu dan sekarang kamu enak-enakan makan disini." Jawab Li Sinta sambil menjewer telinga Yan Kevin.
"Aadududuh...duh sakit Sinta,aku minta maaf telah membuat mu khawatir." Ucap Yan Kevin sambil memegang telinganya.
"Baiklah sekarang kamu ceritakan dari mana saja kamu beberapa hari yang lalu !" Tegas Li Sinta dengan wajah sedikit marah.
"Tunggu kamu jangan marah dulu.Waktu itu aku memang benar tenggelam di sungai,tapi aku masih selamat dan di tolong oleh seorang warga desa terdekat.Dia merawatku hingga aku sembuh,kemudian aku berniat kembali ke Kabupaten tapi seseorang mengundang ku ke sini." Ucap Yan Kevin menjelaskan kemana saja dia pergi beberapa hari yang lalu.
Yan Kevin sengaja berbohong tentang ceritanya karena tidak mungkin dia jujur tentang kebenarannya.
__ADS_1