
Percakapan antara Yan Kevin dan Li Sinta trus berlanjut,karena sudah beberapa hari Li Sinta sangat khawatir terhadap Yan Kevin yang tenggelam di sungai.Makan dan di temani oleh perempuan yang sangat cantik sungguh membuat hati Yan Kevin sangat senang.
Dari kejauhan Han Zia melihat mereka berdua sedang berbincang-bincang dan sangat dekat membuat Han Zia merasa marah.
Han Zia berjalan menemui mereka dengan muka merah padam."Prok..Prok..Prok.Berani sekali kau mendekati wanita ku,tuan muda tenggelam." Ucap Han Zia.
"Tunggu dulu,siapa yang kamu maksud wanita ku ?" Sahut Li Sinta dengan menatap muka Han Zia.
"Tentu saja kamu sayang,kita kan akan menikah nantinya.Apa kamu lupa akan hal itu sayang ku ?" Ucap Han Zia sambil memegang dagu Li Sinta.
Perbincangan mereka menjadi bahan tontonan para tamu undangan, semua orang melihat ke arah mereka dan semua orang membicarakan Yan Kevin karena berani sekali mendekati calon istri dari putra Keluarga Han.
__ADS_1
Kedua pihak sudah setuju bahwa Keluarga Han dan Keluarga Li akan menikahkan anak sulung mereka untuk mempererat jalina kerjasama perusahaan.
Han Zia menarik tangan Li Sinta untuk pergi dan jangan dekat-dekat dengan Yan Kevin lagi." Ayo sayang,kamu jangan duduk bersama dengan tuan muda tenggelam itu.!" Ajak Han Zia dengan senyum manis terurai di bibirnya.
"Maaf Han Zia aku tidak mau ikut dengan kamu." Tolak Li Sinta dengan menarik kembali tangannya yang sedang di pegang Han Zia.
Akan tetapi tangan kekar Han Zia tetap memegang erat tangan Li Sinta.Li Sinta terus memaksa Han Zia untuk melepaskannya.
Han Zia tertawa mendengar apa yang di katakan oleh Yan Kevin."Hahahaha.. Ternyata kau berani juga yah pecundang.Baiklah aku akan membiarkan Li Sinta dengan mu,tapi kau harus bertaruh dulu dengan ku !!" Ucap Han Zia menantang Yan Kevin.
"Baiklah kita akan bertaruh, permainan apa yang kau inginkan ?" Tanya Yan Kevin dengan santai.
__ADS_1
Han Zia memilih untuk bermain tebak dadu karena dia sangat mahir dalam permainan itu dan juga Han Zia berencana untuk mempermalukan Yan Kevin.
"Hahaha aku sangat suka semangat mu itu.Bagaimana kalau kita bermain tebak dadu ? Kalau kau menang akan ku biarkan Li Sinta bersama mu tapi jika kau kalah kau harus bersujud dan mencium sepatu ku sebanyak 3 kali." Ucap Han Zia dengan penuh percaya diri.
"Jangan Kevin,jangan terima tantangannya.Dia itu ahli dalam permainan dadu." Sahut Li Sinta mencoba membujuk Yan Kevin agar tidak menerima tantangan dari Han Zia.
Meskipun Li Sinta membujuk Yan Kevin agar menolak tantangan Han Zia,tapi Yan Kevin yang sekarang berbeda dengan Yan Kevin yang dulu.Yan Kevin menerima tantangannya, karena sebelumnya Yan Kevin di perintahkan oleh Naga Tua untuk memakan sebuah pil yang berada di dalam penyimpanan ruang yang bermanfaat untuk menguatkan indra pendengarnya secara instan.
" Baiklah aku setuju,tapi bagaimana kalau kita tambah taruhannya.Jika aku menang kau tambahkan hadiah 50 juta dolar,dan jika aku kalah kau bebas melakukan apapun terhadap ku, bagaimana ?" Ucap Yan Kevin menantang balik Han Zia.
"Oke aku setuju dengan taruhannya." Jawab Han Zia dengan penuh kepercayaan diri yang tinggi.
__ADS_1
Han Zia sungguh sangat percaya diri akan kemenangannya dan meremehkan Yan Kevin.Han Zia berpikir sungguh bodoh tentang apa yang di katakan oleh Yan Kevin.Han Zia berencana bukan hanya ingin mempermalukan Yan Kevin saja akan tetapi dia berencana akan membunuh Yan Kevin kalau dia menang dalam taruhannya.