
Riska dan suaminya bergegas bangun karena hari sudah mulai siang, tadi malam mereka berdua kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh.Riska menuju kamar mandi sempit disebelah dapur,hanya ada ember kecil dan isi airnya juga tidak banyak."Mas,dimana ngambil air disini?"tanya Riska."Kamu buka pintu di belakang sana lalu berjalan sedikit,nah ada sungai kecil disitu,,emm,,,tunggu sebentar,biar mas antar kamu kesana"jawab suami Riska sembari mengambil handuk dan membawa peralatan mandi.
Riska dan suaminya berjalan beriringan menuju sungai kecil yang di maksud.Sekilas air sungai nya terlihat jernih ada beberapa ikan kecil terlihat berenang di air.Pepohonan besar dan tinggi tampak menjulang disekitar sungai kecil tersebut,walaupun terasa sejuk namun meninggalkan kesan seram.Tidak ada orang disini,hanya mereka berdua."Mas,orang-orang sini apa mereka mandi disini juga?"Riska bertanya sembari melihat lihat ke sekelilingnya.Tidak nampak seorangpun disini,"gak tau dek,sebenarnya mas baru pindah ke rumah itu beberapa hari yang lalu sebelum mas pulang sewaktu kita nikah kemaren,mas belum pernah bermalam di rumah itu.. "
Riska menoleh melihat ke arah suaminya, agak heran dengan jawabannya, "jadi, mas belum pernah tinggal di rumah itu? " keningnya sedikit berkerut, suaminya mengangguk mengiyakan. "Mas hanya sekali kerumah itu sewaktu memindahkan barang mas dan setelah selesai mas pulang ke Jawa waktu itu,mas tau disini ada sungai karena di beritahu teman mas yang mencarikan rumah kemaren".jawab yanto
" ayo cepat ambil airnya,mas juga mau mandi disini"lanjutnya.Riska mengambil air dan suaminya segera mandi di sungai, ada papan selebar 2 meter sebagai lantai berada diatas sungai tersebut, Riska menunggui suaminya mandi sambil melihat lagi sekelilingnya, dari kejauhan dia melihat sesuatu, "mas, kayaknya ada rumah orang disana deh" kata Riska sambil menunjuk kearah seberang sungai.Yanto mengikuti pandangannya kearah sesuatu yang di tunjuk istrinya, memang terlihat seperti ada atap rumah yang sedikit terlihat di kejauhan. Atap rumah tersebut terbuat dari daun rumbia, terlihat sudah agak tua. "Apa ada yang menghuni rumah disitu ya mas? kok berani sekali ya mas, kan tempatnya dekat hutan banget? " Riska tak habis pikir ada orang yang sangat berani tinggal di dekat hutan yang disekelilingnya banyak semak belukar, bahkan rumah itu saja hanya terlihat ujung atapnya saja.
__ADS_1
Yanto hanya diam sambil melanjutkan aktivitas mandi nya, setelah selesai dia segera mengambil handuk yang sudah dia bawa dari rumah, "dek, kamu mandi dirumah saja ya, sini mas bawakan airnya, nanti kita beli tong air kecil untuk kamar mandi jadi kamu gak usah mandi di sungai seperti ini".Yanto memikirkan hal ini sedari tadi, dia tidak ingin istrinya mandi di sungai secara terbuka walaupun hal itu cukup lumrah disini." Iya mas, aku juga agak risih kalo mandi disini".
Yanto dan Riska pulang dari sungai sambil membawa air ke rumah, yanto mengisi bak mandi untuk digunakan istrinya mandi, "dek, nanti kalo sudah selesai mandi kita siap-siap mau kerumah pak rt buat lapor dulu ya".
" ya, baik mas".
"Selamat pagi ibu-ibu, saya yanto dan ini istri saya Riska, kami baru saja datang tadi malam, jadi belum sempat memperkenalkan diri, ini rencana nya mau lapor ke pak rt dlu," yanto menyapa ibu-ibu tersebut dan memperkenalkan diri, "ohhh... iyakah.. urang mana pian? " tanya ibu ibu tersebut dengan bahasa Banjar nya yang khas."kiau haja aku nih mama yanti, ngaran anakku yanti jadi di kiau urang mama yanti", (artinya:panggil saja, saya mama yanti, karena nama anakku yanti, jadi orang orang memanggil saya mama yanti).
__ADS_1
Riska yang tidak paham apa yang dibicarakan mereka,hanya bisa diam,tetapi yanto yang sudah lama tinggal di Kalimantan sudah paham dengan bahasa nya dan dapat lancar berbahasa Banjar."Ulun dari Jawa bu, ini bini Ulun sama dari Jawa jua,dia baru datang jadi belum paham bahasa sini, sedangkan Ulun sudah lawas bediam di sini(kalimantan) jadi Ulun paham bahasa sini"(nb:Ulun/saya..lawas/lama..bediam/tinggal). "ohhh kaya itu kah, kalo kaya itu kami bebahasa Indonesia ai dulu bepandir lawan bini pian nih", jawab ibu tersebut dengan ramah. Setelah berbincang bincang dan saling memperkenalkan diri yanto dan Riska beranjak pergi menuju rumah pak rt yang ditunjukan oleh ibu tadi.
Setelah bertemu dengan pak rt, Riska dan yanto menuju warung yang terletak di ujung desa,untuk membeli perlengkapan dapur dan sembako, warung yang dituju satu-satunya warung yang menjual barang dengan lengkap.
Yanto dan Riska mereka mulai memilih barang yang akan mereka gunakan untuk dibawa pulang ke rumah, setelah puas memilih barang, akhirnya mereka pulang ke rumah. Ada begitu banyak barang-barang yang mereka pilih , Yanto membantu Riska membereskan barang-barang yang mereka bawa hingga beberapa lama kemudian akhirnya selesai dan mereka berdua kelelahan,Riska segera memasak dan menyiapkan makan siang untuk mereka karena hari sudah mulai beranjak siang. Hari mulai beranjak malam Yanto dan Riska bersiap-siap untuk tidur karena besok pagi suami Riska,mas Yanto akan segera bekerja karena dia sudah lama tidak bekerja dan hari ini adalah hari terakhir batas waktu cuti ,mereka segera tertidur karena kelelahan setelah beraktivitas bersih bersih dan membereskan barang-barang.
Menjelang tengah malam Riska terbangun karena kebelet ingin buang air kecil. Riska berjalan menuju kamar kecil yang ada di dapur namun tak lama kemudian dia mendengar suara seorang gadis yang sedang menangis,dibelakang rumah, suaranya sangat jelas apalagi karena ini tengah malam jadi suara tersebut terdengar nyaring, suara gadis yang menangis tersebut sangat menyayat hati dan sangat memilukan,Riska merasa merinding sekujur tubuhnya dia sadar tidak ada rumah di belakang rumah, walaupun ada tetapi rumah yang dia ingat tadi siang sangat jauh di seberang sungai, Riska langsung berlari menuju kamar dan membangunkan suaminya "Mas, cepat bangun..aku mendengar suara seorang gadis menangis di dekat dapur " Riska berusaha membangunkan yanto sambil mengguncang bahu suaminya. suaminya segera bangun dan terkejut "masa sih ada suara orang menangis di dekat dapur ?"yanto terbangun sambil mengusap wajahnya, jelas dia masih sangat mengantuk. "Iya benar Mas,,aku mendengarnya, suara itu sangat jelas sekali " Riska menjawab dengan wajah pucat sambil gemetar. Yanto segera bangun dan mengajak istrinya berjalan menuju dapur dan mendengarkan dengan seksama namun tidak ada suara yang ada di dapur ,hanya suara jangkrik dan suara hewan serangga lainnya yang terdengar, suasana sangat hening karena sekarang sedang tengah malam," Tuh kan tidak ada,Mungkin kamu salah dengar , sayang"riska yang masih ketakutan tidak tau harus menjawab apa"Yah nggak tahu sih Mas, Mungkin karena pengaruh aku baru bangun tidur ,ya sudah Mas temani aku sini sebentar aku mau pipis,Tungguin ya Mas " segera menyelesaikan panggilan alamiahnya, Setelah itu mereka berdua beranjak tidur lagi,
__ADS_1