
Arul dan nenek sudah berada didalam rumah,adegan berlanjut ketika si nenek kembali memberikan instruksi hal yang dilakukan Arul selanjutnya,"kali ini kamu harus mengambil secarik kain kafan seorang gadis perawan yang mati muda,jangan menggunakan alat apapun,cukup gunakan kedua tanganmu untuk menggali dan gunakan gigimu untuk merobek kain kapan itu,"kata si nenek menjelaskan.Arul sedikit terkejut mendengarnya,walau dia sering mendengar hal yang seperti ini,namun untuk melakukanny langsung hal itu terasa berat,"baik nek,saya akan berusaha,"Arul menjawab optimis,apalagi yang harus dipikirkan,toh tujuannya kesini dari awal dia sudah bertekad akan melakukan hal apapun dengan resiko sekalipun.
"Cu,sebenarnya hal yang paling berat adalah ritual yang ketiga,kerja kerasmu tidak akan berhasil apabila tekadmu tidak kuat,karena kamu sudah memutuskan,jadi kamu tidak bisa kembali,sekarang kamu istirahat dulu,nanti malam kamu akan melakukan aksimu,nenek sudah mengetahui lokasi yang akan kamu tuju beserta kuburan yang akan kamu bongkar,makam itu sudah lama,jadi tidak akan lagi ada orang yang menunggui,ingatlah,selama kamu melakukan pekerjaanmu jangan terpengaruh hal hal disekelilingmu,abaikan setiap hal yang datang,segera kembali apabila kamu sudah menyelesaikan pekerjaan mu,"
"baik nek,saya akan mematuhi semua yang nenek terangkan",
"hmm,,bagus,sekarang istirahatlah,nanti malam kamu akan dibangun kan,"
Riska masih terdiam,melihat peristiwa didepannya,hal ini terasa nyata juga terasa aneh,ada apa dengan semua peristiwa yang dia lihat disini,dia sama sekali tidak mengenal mereka,namun apa maksud dari semua ini?Riska ingin berbicara,tapi mulutnya seolah terkunci,dia ingin berlari mencari arah jalan untuk pulang tetapi kakinya seolah menyatu dengan bumi,tidak bisa di gerakkan.Riska hanya bisa pasrah,dia berharap agar semua ini segera berakhir,karena dia mulai merasa takut dengan keadaan disekelilingnya.
__ADS_1
Kali ini, Arul sudah terlihat berada disebuah pemakaman yang terlihat seram,banyak terdapat kuburan disana,ini adalah pemakaman dikampung nenek yang didatangi Arul,letaknya jauh berada di ujung kampung,semua warga yang meninggal di kuburkan disini,ada beberapa tempat pemakaman sesuai dengan agama masing masing namun letaknya berdekatan.
Bermodal senter kecil,Arul mulai memasuki makam seorang diri,suara suara serangga malam terdengar ramai,seolah menemani Arul yang sendirian di tempat ini,bulan sedang tidak nampak namun bintang bintang bertaburan sangat indah dilangit,cuaca lumayan cerah,tetapi tidak dengan hati Arul yang kebat kebit tidak karuan.Suasana makam benar benar sepi,sesekali angin berhembus menerpa tubuh Arul yang membuatnya merasa merinding.
Arul terus mengarahkan senternya ke papan nisan yang tertulis nama seseorang,dia menghapal sebuah nama yang tadi diberikan si nenek,ada seorang gadis yang meninggal karena sakit parah,umurnya baru 17 tahun,dan wajahnya lumayan cantik,dia meninggal beberapa bulan yang lalu.
Arul menemukan nama yang di maksud dan segera bergegas menghampiri,dia meletakkan senternya di tanah didekatnya,perlahan dia mulai menggali makam dengan kedua tangannya,mengorek ngorek kuburan yang sudah mulai mengeras,keringat bercucuran memenuhi dahi dan bajunya.
Arul tidak memperdulikan,walaupun sekujur tubuhnya merinding dia harus cepat menyelesaikan tugas ini,bau menyengat menyeruak ketika lubang yang digali Arul mulai dalam,dia hampir muntah menahan mual karena bau menyengat tersebut,setelah agak lama menggali akhirnya mulai terlihat kain putih yang sudah mulai lusuh,Arul terus menggali.kini,nampaklah jenasah yang sudah hampir menjadi tengkorak utuh dihadapan Arul,tidak terkira bau menyengat yang menyergap hidungnya tapi dia diharuskan mengambil kain kafan itu dengan gigi nya?,Arul menghela napas,menguatkan tekadnya agar lebih berani membuang segala rasa takut dan rasa jijiknya.
__ADS_1
Arul menahan perasaan tercekik saat menahan napas dan rasa jijik luar biasa ketika perlahan menggigit kain kapan lusuh yang berbau menyengat,"sreeeekk......."terdengar bunyi kain yang robek,karena sudah lusuh dan agak lapuk karena terdiam beberapa lama,jadi kain itu mudah disobek.
"Huuuu....huuuu....huuuu......" terdengar tangisan dan isakan pelan dari jenasah yang ada di depan arul,kain kafan yang di robeknya tersingkap karena ditarik,memperlihatkan sesosok rupa yang menyeramkan,wajah seorang gadis yang sudah tidak berbentuk,sebagian pipi nya telah menjadi tengkorak,lubang hitam di kedua matanya yang sudah tidak ada lagi,belatung bergumpal di seluruh wajah dan tubuh jenasah tersebut,arul kaget dan ingin lari tapi kakinya seolah tertahan tidak bisa bergerak,arul hanya bisa memandang memandang ngeri ke arah jenasah yang terbaring didepannya.
Tangan yang penuh belatung dan hampir menjadi tengkorak itu,perlahan bergerak dan hendak menyentuh wajah arul,arul mendelik ketakutan,sekuat hati berusaha menjauh namun tidak bisa,seketika perasaan dingin dan lengket dengan bau yang begitu memuakkan menyergap ke wajah arul,belatung-belatung yang bergumpal ribuan bergerak gerak diwajahnya menimbulkan perasaan jijik luarbiasa.
Akhirnya dengan perjuangan sekuat tenaga arul dapat bergerak kemudian lari sekencang-kencangnya,beberapa kali ia terjatuh karena tersandung makam.Setelah lari beberapa lama akhirnya dia sampai dirumah nenek yang ia tinggali beberapa hari terakhir,si nenek yang sudah menunggu,hanya tersenyum melihat bends yang diserahkan arul,"bagus nak,kamu berhasil,besok adalah ritual terakhir dan ritual yang paling berat setelah itu kamu bisa pulang dan mendapatkan gadis yang kamu impikan".
Hati arul berbunga -bunga,semua kesusahan dan perasaan tidak nyaman yang menyergapnya hilang tak berbekas ketika memdengar perkataan nenek itu,"cepat kamu mandi dan bersihkan dirimu dengan baik,mandi dengan kembang 7 rupa disana agar bau mayat yang tadi menyentuhmu semuanya hilang."
__ADS_1
Arul bergegas mandi karena memang bau tubuhnya yang tidak tertahankan,perasaannya begitu bahagia,tinggal selangkah lagi semua impiannya akan terwujud,walaupun ia tidak tahu bahaya yang akan ia temui besok malam nanti.