sssstttt.....dia mengincarmu!!!

sssstttt.....dia mengincarmu!!!
bab 7 Kesurupan(part4)


__ADS_3

Awan gelap menggantung di langit,suhu udara terasa dingin,terkadang terlihat kilat menyambar di langit.


Arul dan nenek tua kini sedang berdiri di tepi hutan lebat yang berada dibelakang rumah nenek tua tersebut,arul akan menjalankan tugas terakhirnya malam ini,semua ritual yang dia jalankan akan sukses atau tidaknya tergantung malam ini,tugas terakhir ini adalah tugas penutup namun inti dari semua ritual yang akan di lakukan nenek tua itu.


"Nak,,,,tugas kamu malam ini adalah merebut sebuah botol kecil berisi minyak kuyang yang ada di tengah hutan ini,malam ini adalah malam ketika kuyang hutan, melakukan ritual mengelilingi minyak kuyang,para kuyang tersebut selalu mengelilingi minyak kuyang pada malam tertentu setiap beberapa bulan,tujuannya adalah menyerap aura dari minyak itu dengan cara memuja mengelilingi terus menerus hingga malam berakhir,ritual mereka biasanya di tandai dengan bunyi burung hantu sebagai tanda di mulainya ritual itu dan sebagai lagu pengantar semangat mereka,," nenek tua itu menjelaskan panjang lebar.


Kuyang hutan berbeda dari kuyang biasa,kuyang hutan biasanya tinggal di hutan,kuyang hutan bukan berasal dari manusia,ada yang mengatakan itu berasal dari jiwa kuyang manusia yang meninggal dunia namun tidak ada yang tahu pasti,kuyang hutan melakkukan ritual mengelilingi minyak kuyang pada malam tertentu,minyak ini memiliki banyak kegunaan,tergantung dari niat si pengguna.


"nek,,,bagaimana caranya aku merebut minyak itu?bagaimana kalau para kuyang itu menyerangku nek?",arul terlihat pucat seperti mayat setelah mendengar kata-kata yang di ucapkan si nenek,seluruh tubuhnya gemetar tak terkendali,bagaimana mungkin bisa merebut minyak kuyang dari kuyang-kuyang yang ada disana?bagaimana kalau dia diserang dan digigit?apa dia tidak akan mati kehabisan darah?.

__ADS_1


" Bawa pisau sembilu dan tali ijuk bersama mu,bawa juga akar dari pohon "jariangau" ini,letakkan di kantong baju mu,ketika kamu mendekat lemparkan akar itu ke arah mereka,ingat,,,akar itu harus mengenai organ dalam mereka,mereka akan lari kesakitan sementara waktu,saat itu lah kamu dapat mengambil minyak itu,setelah minyak itu dapat, bungkus dengan kain kafan segera agar mereka tidak dapat mencium aroma dari minyak kuyang itu dan tidak bisa mengejar kamu lagi".


Arul yang mendapat instruksi dari si nenek sedikit menghela napas lega,ada kemungkinan tugasnya akan berakhir sukses.


"Jika keadaan menjadi gawat lari sekencang mungkin ke arah sini dan lemparkan garam yang banyak di dijalan yang kamu lewati".nenek tua itu terus menjelaskan kemudian menyerahkan pisau sembilu dan mengikatkan tali ijuk yang panjang ke seluruh tubuh arul,konon ini adalah benda-benda yang di takuti oleh kuyang baik itu kuyang hutan maupun kuyang jadi jadian,pisau sembilu adalah pisau yang terbuat dari bilah bambu,tali ijuk terbuat dari ijuk yang dbuat menjadi tali,kuyang takut akan tertusuk organ-organnya dari tali ijuk ini,jariangau adalah tanaman kecil berdaun panjang yang berbau tidak enak baik itu daun atau akarnya,kuyang tidak menyukai bau ini,mereka akan menjauh apa bila mencium aroma tersebut.


Dari kejauhan terdengar bunyi burung hantu,konon,apabila terdengar bunyi burung hantu,itu menandakan bahwa ada hantu atau makhluk tak kasat mata di sekitarnya.


"Cu,,,sekarang waktunya,,ritual telah di mulai,para kuyang itu pasti sudah berkumpul mengelilingi minyak itu,nenek akan menunggumu disini,ingat,semua tergantung usaha mu,jika kamu kehilangan nyawa disini,nenek tidak akan bertanggung jawab apapun",nenek tua itu berkata dengan nada dingin.Arul memandang si nenek dengan perasaan rumit,memang dari awal dia lah yang meminta ini,nenek tua itu hanyalah perantara dari semua keinginan yang ingin dia capai,semua tergantung usahanya,tidak ada jalan kembali,semua sudah terlanjur dan tidak akan bisa berhenti,arul mengangguk perlahan dan kemudian menoleh ke arah jalan setapak yang disekelilingnya terdapat semak tinggi,tanda bahwa jalan ini jarang di lewati.Malam terus beranjak menuju tengah malam,suara burung hantu terus berbunyi tanpa henti,arul mulai melangkahkan kaki ke jalan setapak menuju hutan yang lebih dalam.

__ADS_1


Arul membawa senter kecil yang tidak terlalu terang,berjalan sambil memperhatikan suara yang terdengar dengan seksama,arul terus berjalan hingga tempat dia berdiri tadi tidak terlihat lagi,semakin berjalan semakin jauh ke bagian hutan terdalam.


Semakin dekat ke arah suara,semakin hati arul berdebar kencang,dan dari jauh sedikit terlihat ada sekitar 4 kuyang hutan mengelilingi sebuah botol kecil yang terlihat berpendar berwarna hijau,tubuh/organ para kuyang tersebut terlihat menyala berwarna biru berkedip-kedip,konon itu merupakan jantung yang berdetak.


Arul berjalan perlahan mendekati para kuyang tersebut,tidak dapat dikatakan lagi bagaimana suasana hati arul sekarang,perasaan ingin lari karena melihat rupa kuyang yang sangat mengerikan hampir membuatnya kewalahan,bagaimana tidak,ada empat kepala terbang dengan organ dalam yang bergantungan yang menyala kedap kedip,rambut panjang kusut dengan wajah pucat seputih kertas,serta taring yang mencuat di kedua ujung bibirnya cukup membuat seseorang pingsan ditempat.


Riska yang melihat adegan dari awal hingga saat ini juga terlihat sangat ketakutan,tidak ada yang dapat dia lakukan selain harus menyaksikan peristiwa ini,seolah dia dipaksa menyaksikan seluruh rangkaian peristiwa oleh semacam kekuatan yang menahannya.Sekuat tenaga riska ingin berlari menjauh dan melarikan diri dari tempat ini namun sedikitpun dia tidak dapat menggerakkan jari kakinya.


Arul mengeluarkan pisau sembilu dan menggemgamnya ditangan kanan,sebenarnya dia merasakan sakit di sekujur tubuhnya karena tali ijuk yang dililit di tubuhnya menusuk-nusuk kulitnya.

__ADS_1


"Aku tidak akan mundur sedikitpun,apapun yang terjadi,semua harus selesai malam ini",arul bertekad didalam hatinya dan berusaha menyemangati dirinya sendiri.


__ADS_2