
Jam 5.30 pagi Riska bangun kemudian pergi ke dapur,walaupun masih ada sedikit rasa takut namun dia menguatkan hatinya untuk tetap bangun dan memasak di dapur, suaminya hari ini akan bekerja jam 6 pagi,karena semua alat memasak sudah tersedia sebelumnya dan bahan bahan untuk memasak juga sudah lengkap Riska dengan mudah memasak dan menyiapkan nya dengan segera, setelah selesai dia membangunkan suaminya.
Yanto bangun dan segera mandi ke sungai di belakang rumah,setelah selesai dia segera memakai baju kerja nya dan kemudian bersiap untuk makan, "dek,mas sore baru pulang karena tengah hari sudah ada jatah makan siang dari perusahaan jadi mas gak pulang buat makan siang,"
"iya mas"
"kamu jangan kemana-mana dirumah aja ya"
"iya aku mau nyuci baju sambil bersih bersih rumah mas, gak pengen kemana mana"
"iya, tetangga kita pagi jarang ada dirumah karena rata rata disini pekerja sawit dan juga sebagian menyadap karet,banyak ibu ibu disini yang kerjaannya menyadap karet, jadi bakalan gak ada orang, jadi kamu dirumah aja ya sayang, "
__ADS_1
"oke mas" Riska menekuk jari nya membentuk tanda OK sambil tersenyum manis.Yanto juga tersenyum melihat sikap istrinya dan kemudian merangkulnya dipinggang dan mencium di keningnya, "mas pergi dulu ya, hati-hati di rumah"
"hmmm,,, mas juga hati hati dijalan".
Yanto kemudian berangkat ke tempatnya bekerja,memakai kendaraan trail yang sudah di modif khusus berjalan di medan yang sulit seperti lahan sawit.
Setelah suami riska berangkat kerja, riska mandi dan kemudian bersih-bersih rumah, suasana pagi ini cukup hening, karena letak rumah tetangga yang tidak terlalu rapat juga karena banyak para tetangga yang berprofesi sebagai pekerja sawit dan penyadap karet, jadi ketika pagi hari hampir tidak ada orang dirumah dan anak anak juga berangkat ke sekolah, kebetulan rumah yang di tempati riska juga berada di paling ujung kampung dan rumah disekitar sangat jarang.
Sepi banget disini,masa iya cuman aku yang nyuci sih, mana tu pohon gede banget lagi".Riska berjalan perlahan sambil melihat lihat sekeliling, kemarin dia tidak terlalu memperhatikan pohon tersebut, tetapi hari ini dia melihat jelas ke arah pohon itu, ada perasaan tidak nyaman ketika dia menatap pohon itu, seolah olah ada mata yang mengawasi di balik pohon beringin dan bersiap menerkam kapan saja,sambil berusaha mengenyahkan perasaan yang tidak nyaman, riska menguatkan hati agar tidak takut akan hal- hal yang belum tentu ada.
Riska meletakkan ember cucian dan segera mencuci baju yang dia bawa,angin berhembus agak kencang dan menyebabkan pohon -pohon disekitar mengeluarkan bunyi gemerisik. Seolah -olah sedang ada keributan di sekitarnya, seekor elang terbang melintas jauh di awan sambil mengeluarkan bunyi "kulik... kulik"....menambah kesan mistis di sekitar lingkungan riska mencuci.
__ADS_1
Riska bergegas mencuci dan berusaha agar cepat selesai, dari awal perasaannya sudah tidak nyaman, ketika Riska selesai dia lekas-lekas berjalan pulang tanpa dia sadari sejak tadi sepasang mata mengawasi punggung riska yang bergegas pulang membawa ember cucian, angin bertambah kencang berhembus di pohon beringin menyebabkan daun dan dahan serta cabangnya bergoyang keras namun tidak dengan pohon di sekitarnya yang tidak bergerak seolah olah tidak ada angin apapun yang bertiup.
Setelah sampai dirumah riska langsung menuju kamar tidurnya, dan kemudian berbaring, tidak dia pedulikan lagi cucian yang belum di jemur, riska merasa pusing dan jantungnya berdetak kencang serta merasa sakit di lehernya, perlahan dia kemudian tertidur. Dalam tidurnya riska bermimpi seolah sedang berada di sebuah tempat yang dia tidak kenal, dia berada di sebuah halaman rumah yang asri dengan banyak bunga di pekarangan, seorang gadis cantik keluar dari rumah dan menyirami tanaman bunga tersebut, dan di seberang rumah si gadis ada seorang pemuda yang mengintip kegiatan gadis tersebut dibalik jendela kamarnya, si pemuda terus mengawasi sambil tersenyum yang nampak jelas dia menaruh hati pada si gadis tersebut, adegan terus berlanjut dan berganti ganti memperlihatkan bagaimana seorang pemuda yang menaruh hati ke pada si gadis namun sigadis tersebut tidak mengetahuinya.Riska hanya berdiri diam menyaksikan,seolah olah menonton sebuah cerita dan dia tidak termasuk dalam bagian cerita tersebut hanya sebagai penonton.
Gadis didalam mimpi Riska itu sangat cantik dan banyak pemuda desa yang menaruh hati, dan banyak pelamar yang datang untuk melamar namun selalu di tolak oleh orang tua si gadis dengan alasan umurnya masih belia dan masih ingin bersekolah, karena sekarang dia tercatat sebagai siswa kelas 3 SMA.
Hal ini, juga diketahui oleh pemuda yang merupakan tetangga seberang rumahnya, dia mngetahui usia gadis belum cukup umur untuk menikah dan masih bersekolah namun karena dia takut gadis tersebut di pinang lebih dulu oleh orang lain, kemudian dia merencanakan sesuatu untuk menggaet gadis yang disukainya tersebut.
Adegan berlanjut ketika si pemuda yang di ketahui bernama Arul tersebut pergi dari desa nya menuju kampung yang terletak jauh di pelosok, menuju sebuah rumah yang terletak di atas bukit yang di kelilingi ladang sayur. Seorang nenek-nenek yang sudah lanjut usianya berdiam disana, nenek itu tinggal bersama anak perempuan dan 2 orang cucu nya yang beranjak remaja.
"nek... kedatangan saya kemari ini berhubungan dengan gadis yang saya sukai nek, gadis itu bernama rini, dia sangat cantik dan merupakan kembang desa di kampung saya, saya ingin agar dia jadi milik saya nek, saya ingin menikahinya segera agar dia tidak dapat di miliki orang lain", arul mengutarakan niatnya ke pada si nenek,si nenek tersenyum dingin, " bisa saja cu, tapi kamu harus melakukan beberapa ritual dulu,apakah kamu sanggup? "tanya si nenek. Arul dengan penuh optimis menjawab" iya nek saya akan melakukan apapun demi tercapainya keinginan saya", mata nya menyiratkan kilau dingin penuh tekad.
__ADS_1