
2 hari berlalu, siang ini rombongan SMA negeri 45 akan berangkat ke Malang. Nando dan teman-temannya D'kingson band sepakat menggunakan mobil pribadi. Mungkin sebentar lagi mereka datang.
Disebuah ruang kamar yang didominasi warna abu-abu. Dengan penataan ruang yang simpel dan elegan. Tidak banyak pernak-pernik, perkakas tertata rapi bersih. Dan wangi maskulin dari sang pemilik kamar menyebar keseluruh ruangan tersebut.
Dirumah mewahnya, Nando tinggal bersama kedua orangtuanya. Semua keperluan Nando untuk ke Surabaya sudah disiapkan dari semalam.
Nando keluar dari kamar mandi dengan melilitkan handuk di pinggang. Berjalan menuju meja rias lalu mengoleskan deodorant roll on di ketiak kiri dan kanan. Juga tak lupa menyemprotkan parfum mahal ke tubuhnya. Setelah itu dia masuk ke walk in closed untuk memakai baju.
...****...
"Sad,,,, monyet lo ngagetin gue aja." Seru Nando. Dia sampai terjingkat kaget begitu keluar dari walk in closed. Tiba-tiba dikejutkan dengan kehadiran semua teman-temannya dari D'kingson sudah berada dalam kamarnya.
"Gue risih nunggu dibawah sama badut ancol kesayangan lo." Nando tak menghiraukan ocehan Roy dia melanjutkan menata rambutnya.
"Dan akhirnya kita juga ngikutin Roy kesini." Sambung Rama.
"Lagian lo ngapain pake acara ngajak badut ancol bareng kita." Sungguh Nando sama sekali tak mengerti apa yang dikatakan oleh teman-temannya yang malah membahas badut ancol. Siap badut ancol yang mereka maksud. Nando menghela nafas kasar menatap anggota bandnya bergantian.
"Jujur gue gak ngerti sama omongan kalian." Ucap Nando bingung.
"Setau gue,,, tadi dibawah gue cuma liat ..." Zaki menjeda ucapannya lalu berfikir sebentar. Mendadak otaknya loading.
"Apa yang kalian maksud badut itu adalah Aurel?." Teman-temannya menggangguk kompak sebagai jawaban.
"Namanya Aurel bukan badut ancol." Nando tak terima.
"Terus apa sebutan yang cocok untuk dia?. Bilangin kek lo sebagai pacar, pake bedak yang sewajarnya aja. Lipstik juga, terus tuh pernak-pernik selemari gak usah di pake semua. Ntar dikira toko aksesoris berjalan lagi." Cibir Axel asal bicara.
"HAHAHAHAA..,,." mereka tertawa puas mendengar ucapan Axel yang menurut mereka lucu.
Bukan tanpa alasan anggota D'kingson tidak begitu suka dengan Aurel. Mereka tau tabiat Aurel di luar sana. Terutama Rama dan Randy yang pernah beberapa kali melihat Aurel memasuki club' malam. Rama dan juga Randy sudah menceritakan tentang Aurel ke anggotanya kecuali Nando.
Mereka sempat melarang Nando berhubungan dengan Aurel akan tetapi Nando terlanjur cinta sama Aurel. Selama Aurel tidak berbuat ulah dengan sahabatnya, mereka tidak mau ikut campur lagi mengenai mereka berdua. Mereka gak ingin Nando patah hati lagi.
"Ck,,,, lo semua harusnya ngerti kalau profesi dia itu seorang model. Dia harus tetap menjaga penampilannya." Jelas Nando.
"Aurel akan ikut mobil bareng kita. Karena dia gak bisa naik bus yang ditumpangi banyak orang. Dia bisa mabok karena banyak mencium aroma parfum yang bercampur." Sambungnya lagi.
"Asal dia gak berisik aja. Sebab kalau itu sampe terjadi. Gue turunin dia dipinggir jalan." Lanjut Axel.
"Sadis amat nyet. Cocok jadi emak tiri lo." Cibir Randy.
__ADS_1
"B,,a,,c,,o,,t." Balas Roy.
"Udah,,, udah,,, daripada kita ribut disini. Mendingan kita kebawah buat latihan. Gue gak mau ya kalian rusuh di kamar gue. Buruan keluar sono." Nando mengakhiri perdebatan teman-temannya sambil mendorong satu persatu. Bagaimanapun Aurel adalah kekasihnya. Selain itu Nando juga tidak suka sembarangan orang masuk kedalam kamarnya. Setelah ini dia akan minta asisten rumah tangganya untuk membersihkan kamarnya.
"Monyet,,,, lo emang cocok pacaran sama Aurel." kata Randy kesal.
"Bodo amat." Nando keluar dari kamarnya lebih dulu di ikuti oleh temannya yang lain.
...****...
"Sayang,,,, kamu udah selesai siap-siapnya?. Aku udah bosen nunggu kamu lama disini." Kata Aurel manja. Dia segera menghampiri Nando begitu melihat Nando dan teman-temannya menuruni tangga.
"Siapa juga yang nyuruh lo nunggu?. Kayak gak ada kegiatan yang lebih penting aja" Ketus Rama.
"Tau gitu kan mendingan lo bantuin bi Sumi biar ada kegiatan yang bermanfaat gitu." Sambung Roy.
"Sayang,,,,, liat deh teman-teman kamu pada jahat sama aku." Aurel sambil bergelayut manja di lengan Nando. Sementara Nando mengangkat dagunya kearah ruang musik. mengkode teman-temannya untuk menuju ke sana lebih dulu.
Dia juga pusing setiap kali kekasihnya berdebat dengan teman-temannya.
"Aurel,, kamu tunggu disini sebentar ya. Aku mau latihan dulu sama D'kingson. Kalau kamu bosen minta temenin bi Sumi aja atau minta dibikinin apa gitu, okey!!,,." Ucap Nando lembut. Berharap Aurel mau menurutinya. Dia tidak akan fokus latihan kalau Aurel ikut masuk ke ruang musik. Pasti akan ada perdebatan selanjutnya.
"Tuuu... kaaaan... aku disuruh nunggu kamu terus" Aurel ngambek. Nando menghela nafasnya.
"Mereka ikut bus sekolah sayang. Emang kamu mau aku ikut mereka, terus aku mabuk, terus aku bisa sa.."
"Pasti enggak dong." Potong Nando cepat. Aurel menahan senyum dibibirnya. Hatinya bersorak gembira tau Nando tak mau melihatnya sakit.
"Pliiiss,, kamu tunggu disini dulu ya. Nanti sepulang dari Malang kita jalan-jalan ke mall dan kamu bebas beli apa aja" Nando berharap kali ini Aurel mau menurutinya.
"Mm,,,, yaudah deh tapi janji ya gak lama." Kata Aurel mengerucutkan bibirnya. Nando menganggukkan kepala. Lalu dia menyusul teman-temannya.
...****...
Sepeninggalan Nando dan teman-temannya ke ruang musik, Aurel mencari bi Sumi kedapur. Tapi ternyata tidak ada disana. Lalu Aurel berjalan menuju samping rumah, dan ternyata bi Sumi sedang menyirami tanaman milik Maminya Nando. Tanah berukuran 10x10 meter tersebut dipenuhi berbagai macam tanaman anggrek. Bunga favorit Mami Nando. Tanaman tersebut tumbuh subuh dan sangat indah.
"Ternyata bi Sumi disini" Bi Sumi sedikit kaget. Aurel berjalan semakin mendekat dengan berdecak kesal.
"Tolong bikinkan gue minuman dingin dong bi." Lanjutnya.
"Tunggu sebentar ya non. Ini gak bisa ditinggal non,,, karena se...."
__ADS_1
"Gue maunya sekarang." potong Aurel.
"Tapi non.."
"Pokoknya gue mau sekarang. Bibi ga tau gue siapa?. Gue itu pacarnya Nando" Bi Sumi menggelengkan kepalanya. Bi Sumi tidak menyangka kalau gadis dihadapannya ini adalah kekasih Nando.
Bi Sumi heran bagaimana bisa Nando salah memilih teman seperti ini. Sama sekali tidak memiliki sopan santun sama orang tua.
"Duhh,,,, lelet banget sih bibi. Malah bengong lagi" Bentak Aurel.
"Ayo cepetan. Gue udah haus nih dengan kasar menarik tangan bi Sumi.
Praaaaangg....
"Mampus gue,,,,." ucap Aurel dalam hati.
Tarikan tangan Aurel begitu kuat hingga tak sengaja menyenggol pot anggrek yang berada di ujung. Reflek Aurel melepas cengkraman tangannya.
"Oh my god,,,, anggrekku." Suara teriakan Mami Nando membuat Aurel kaget. Wajahnya mendadak puas dan tegang. Meski baru pertama kali kerumah Nando tapi dia sudah bisa menebak bahwa wanita paruh baya tersebut adalah Maminya Nando.
...***...
Mami Nando baru saja pulang dari luar kota menemani sang suami menjalankan urusan bisnisnya. Mami Nando bernama Nova. Wanita yang masih cantik diusianya yang memasuki kepala empat tersebut kaget begitu melihat siluet perempuan yang keluar dari dapur menuju ke halaman samping.
Niatnya juga mencari bi Sumi, namun Mami Nova juga penasaran dengan perempuan itu. Akhirnya Mami Nova pun mengikutinya. Namun siapa sangka Mami Nova dikejutkan dengan adegan perempuan yang diikutinya menarik tangan bi Sumi begitu kasar hingga menyenggol pot tanaman anggrek kesayangannya. Dan mengakibatkan tanaman itu rusak.
Bunga anggrek berwarna hitam itu pecah dan hancur berantakan. Bunganya patah.
Mami Nova berjongkok lalu mendongak ke atas menatap kearah Aurel dan juga bi Sumi secara bergantian.
"M-maaf nyonya,,,, ss..saya tidak sengaja menyenggolnya" Ucap bi Sumi ketakutan.
"Ini bukan salah bibi,," Mami Nova menjeda ucapannya. Kemudian beralih menatap Aurel.
"Kamu siapa?? kenapa kamu kasar sekali sama orang tua?,,,. Masih untung hanya tanaman saya yang rusak. Kalau sampai bi Sumi yang celaka, bagaimana?,,." Mami Nova memicingkan matanya. Melihat penampilan Aurel dari atas kebawah.
"Maaf tante,, Aurel gak sengaja." Aurel yang masih menundukkan kepala.
"Oiya tan,,, kenalin aku Aurel pacarnya Nando. Tante Maminya Nando kan?." Lanjut Aurel. Mami Nova memijit pelipisnya yang mendadak pening.
Gimana bisa putranya memiliki pacar seperti Aurel. Cara berpakaiannya serba minim, terlalu menor untuk usianya. Dan dia juga sama sekali tidak punya sopan santun terhadap orang tua.
__ADS_1
"Aku cariin ternyata kamu disini?." Semua menoleh pada sumber suara.
Bersambung...