Story Anak SMA

Story Anak SMA
Kecelakaan


__ADS_3

"Aku cariin ternyata kamu disini." Semua menoleh pada sumber suara.


Nando berjalan menghampiri ketiga perempuan yang menatapnya.


"Mamih udah pulang?." Tanya Nando. Mami Nova hanya menatapnya tajam. Selain kesal karena ulah pacar putranya. Beliau juga kesal sama Nando yang sembarangan memilih pacar.


"Kenapa semua pada tegang??." Tanya Nando bingung.


"Sayang,, maaf aku gak sengaja nyenggol bunga anggrek Mami kamu. Dan bunganya rusak." Aurel mengakui kesalahannya di depan Nando dengan pura-pura memasang wajah sedih.


Nando menelan ludah. Pasalnya Maminya adalah pecinta bunga anggrek. Beliau akan marah bila ada yang sengaja merusaknya. Dan Nando yakin saat ini Maminya sedang marah.


"Mih,, maafin Aurel ya. Aurel gak..."


"Bi Sumi tolong beresin bungannya ya." Potong Mami Nova memberikan perintah pada Bi Sumi sebelum meninggalkan taman anggrek miliknya. Nando juga mengekor di belakang Maminya, diikuti Aurel.


"Baik Nyah.?"


...***...


"Mih,,, Nando dan teman-teman mau pamit. Kita mau berangkat ke Malang sekarang." Mami Nova menghentikan langkahnya. Menghela nafas yang membuat dadanya sesak.


Tadinya beliau akan meminta nasehat Nando untuk menjauhi Aurel. Mami Nova ingin Nando fokus sekolah lebih dulu. Apalagi dia juga anak band. Otomatis waktu belajarnya sudah terbagi.


Namun mengingat Nando akan pergi ke luar kota. Mami Nova mencoba meredam semuanya. Beliau akan bicara nanti setelah Nando pulang.


"Mau berangkat sekarang nak?." Tanya Papi Handoko yang baru keluar dari ruang kerja.


"Iya Pih,,, biar nanti gak sampe larut malam nyampe sananya.?" Jawab Nando. Nando mendekati Mami Nova, menyalami tangan Maminya dan juga memeluknya.


"Hati-hati di jalan. Jangan lupa kabari Mami kalau sudah sampai. Jangan nakal, selalu inget pesen Mami." Jujur dari lubuk hati Mami Nova yang paling dalam, begitu berat melepas kepergian Nando. Walaupun hanya 2 hari saja. Namun tetap saja Mami Nova sedih.


"Iya Mamih,,, udah jangan nangis ah. Nando kan cuma 2 hari perginya." Nando mengusap ujung mata Maminya yang mulai basah.


"Tadi marah-marah. Sekarang nangis. Hadehh,, Mamih... Mamih..." Ucap Nando dalam hati.


Lalu Nando beralih menyalami tangan Papi Handoko.

__ADS_1


...***...


Akhirnya setelah drama pamitan ala keluarga Nando. Sekarang Nando dan teman-temannya sedang dalam perjalanan menuju kota Malang, Jawa Timur.


Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua siang. Cuaca sedang mendung. Perkiraan mereka akan sampai 10-12 jam lagi. Tergantung kecepatan dan jalan yang mereka tempuh.


Mobil Alphard warna hitam milik keluarga Nando itu dikemudikan oleh Axel. Sebenarnya Mami Nova memaksa sopir pribadinya untuk mengantar mereka. Namun Nando menolak. Dia berhasil meyakinkan Maminya agar di izinkan membawa mobil tersebut sendiri.


Dibangku paling depan, ada Axel dan Rama. Bangku tengah diisi Nando dan Aurel. Paling belakang ada Zaki, Roy, dan Randy.


Mobil yang mereka tumpangi berada di belakang bus sekolah.


"Honey,,, kamu kan janji sama aku mau beliin apapun yang aku mau setelah pulang Nanti. Aku pengen tas sama sepatu ini boleh?." Aurel menyodorkan handphone miliknya, disana terlihat gambar tas dan sepatu yang dimaksud.


Nando menerima handphone Aurel. Dia mencari informasi tentang benda tersebut sebelum menjawab pertanyaan Aurel.


"Kamu gak salah??,,, aku mana ada uang sebanyak ini, Rel." Dusta Nando. Barang yang diminta Aurel seharga puluhan juta rupiah.


Bukannya sombong. Sebenarnya bukan hal sulit buat Nando ngeluarin duit puluhan juta. Baginya seperti ngeluarin duit recehan.


Apalagi Nando juga punya tabungan sendiri dari hasil manggung live dan juga video di YouTube. Nando berbohong sama Aurel. Minggu lalu Aurel baru saja minta dibelikan tas dan sepatu juga sebagai hadiah ulang tahunnya. Harganya lebih mahal dari yang sekarang. Belum lagi setiap mereka pergi berdua, Aurel minta dibelikan bajulah, jam tanganlah, ataupun aksesoris lainnya.


Pernah Aurel merayu bahkan menawarkan tubuhnya untuk Nando. Sebagai lelaki yang sudah menginjak dewasa tentu saja Nando sempat tergiur bila disuguhkan hal seperti itu. Tetapi Nando selalu ingat pesan dari Mami Nova.


"Iiiihh... kamu kok gitu. Tadi katanya aku bebas milih apapun yang aku mau" Aurel ngambek.


"Lagian kan cuma tujuh puluhan juta totalnya. Belum juga ratusan. Aku gak percaya kamu gak ada uang segitu." Sambung Aurel masih ngeyel.


"Bukan gitu maksud aku, Rel. Aku mau beliin itu buat kamu tapi nanti kalau tabunganku udah cukup. Aku gak mau pake uang pemberian orang tuaku. Atau gini aja kita beli salah satunya dulu." Tawar Nando yang mulai pusing menghadapi Aurel.


Roy, Zaki, dan Randy menyimak pembicaraan kedua sejoli tersebut. Telinga mereka ikut panas mendengarnya. Greget ingin nimbrung obrolan mereka.


"Kamu kok perhitungan gitu sih?. Kamu cinta gak sih sama aku?!. Pokoknya aku mau dua itu langsung, aku gak mau satu-satu dulu." Sumpah rasanya pengen jedotin kepala Aurel ketembok biar dia sadar sesadar-sadarnya. Minta tas dan sepatu seharga puluhan juta kayak minta martabak telor special seharga dua puluh lima ribu.


"Pertanyaan itu kayaknya lebih cocok buat lo deh, Rel." Sahut Roy tiba-tiba.


"Lo itu sebenarnya cinta sama Nando apa sama hartanya?." Sambungnya lagi.

__ADS_1


"Ente kadang-kadang ente ya." Sahut Randy.


Aurel melotot tajam kearah kedua sahabat Nando yang bermulut jilid tapi sebenarnya apa yang mereka ucapkan itu benar.


"Sayang,,,,liat tuhh temen kamu." Rengek Aurel.


"Rel,,, udah ya aku gak mau kita jadi ribut lagi hanya karena hal yang gak penting. Kepalaku pusing kalau kamu terus merengek seperti ini. Aku mau tidur dulu ya, tolong jangan ganggu." Tutur Nando mampu membungkam mulut Aurel. Dia benar-benar kuwalahan berdebat dengan Aurel.


"Ckk.." Aurel menatap kesal Nando sambil melipat kedua tangannya. Dia fikir dengan menjadi pacarnya Nando, Aurel bisa mendapatkan apa yang dia mau.


Mengingat dulu Asyifa, mantannya Nando yang sudah meninggal. Sahabatnya itu selalu bercerita kalau Nando adalah cowok romantis yang penuh kejutan. Asyifa sering diberi hadiah barang-barang branded. Aurel sangat iri dengan Asyifa.


Asyifa meninggal karena kecelakaan. Waktu itu Asyifa mencoba menyelamatkan Aurel yang akan tertabrak truk, Asyifa mendorong Aurel namun naas malah dia yang menjadi korbannya.


Setelah meninggalnya Asyifa, Aurel berniat menggantikan posisi Asyifa sebagai kekasih Nando. Namun sayangnya Nando mengabaikannya selama berbulan-bulan.


...***...


Cuaca di batu Malang begitu dingin. Suasananya sejuk seperti di puncak. Ditambah sekarang hujan turun. Jalanan pasti licin tentunya.


Sekarang sudah jam sepuluh malam. Rombongan SMA negeri 45 Jakarta sudah memasuki kota yang terkenal dengan julukan kota apel tersebut. Sebentar lagi rombongan tersebut sampai di penginapan. Mereka akan menuju ke penginapan The Singhasari Resort.


"Woi.. bangun woi.. bentar lagi kita nyampe penginapan." Seru Rama yang duduk paling depan disebelah Axel.


"Yok yang batu.. yang batu.. alon-alon batu, persiapan untuk turun." Teriak Axel dengan logat ala kenek bus sambil melihat tempat yang baru saja ia lewati.


"Eeh monyet,,, lo berisik banget." Kata Zaki dari arah belakang.


"Gue sumpal juga mulut lo pake tasnya Aurel." Sahut Roy. Rama dan Axel hanya terkekeh kecil.


Aurel masih dalam mode marah. Fia tak peduli dengan ocehan teman-teman Nando. Dia juga mendiamkan Nando selama perjalanan. Apakah Nando akan luluh?


Jawabannya tidak.


Dari tadi Nando masih tertidur sambil mendengarkan musik.


Tiiiiinn... tiiiiiinn...

__ADS_1


Brakkk..


"Sial.."


__ADS_2