Story Of Elsa

Story Of Elsa
Episode 2


__ADS_3

Malam semakin larut. Jam dinding rumah sakit menunjukkan pukul sembilan


lebih empat puluh malam. Maya sudah dipindahkan di ruang VVIP. Laki-laki yang


bernama Bima yang Elsa tunggu tak juga kunjung datang.


‘Tidak kesasar kan dia mencari rumah sakit A’ gerutu Elsa sambil


duduk bersandar di sofa ruangan VVIP.  Sebelumnya,


Elsa telah mengirim pesan kepada Bima, dimana nyonya Maya dirawat.


Datanglah seorang dokter yang terlihat berusia lima puluh tahun


dan seorang perawat perempuan mendampinginya memasuki ruangan tersebut. Perawat


itu meminta Elsa untuk meninggalkan ruangan ketika dokter tersebut sedang


memeriksa Maya.


Setelah memeriksa nyonya Maya beberapa saat akhirnya dokter  dan perawat tersebut keluar dari ruangan lalu


menghampiri Elsa “anda adalah wali dari pasien yang bernama nyonya Maya?”.


“I-iya, bagaimana kondisi nyonya Maya”


“Begini nona sepertinya kami harus memeriksa lebih mendalam


kondisi nyonya Maya. Dari pemeriksaan yang telah tim kami peroleh sepertinya nyonya


Maya menderita penyakit Vertigo. Ini adalah kondisi yang membuat penderita


mengalami pusing, sampai merasa dirinya atau sekelilingnya berputar.” Dokter


menjelaskan secara detail tanpa basa-basi.


“kami akan memeriksa lebih lanjut kondisi nyonya Maya apabila dia


telah sadar. Jadi jika nanti nona Maya sudah sadar segera hubungi kami” imbuh


dokter tersebut.


“baik dok, terimakasih”


Elsa kembali memasuki ruang VVIP yang ditempati nyonya Maya. Dia


lalu menghampiri ranjang yang terdapat sosok nyonya Maya yang sedang tertidur. Elsa


duduk disamping kanannya sambil memandangi wajah nyonya Maya lalu mengenggam


tangannya.


Entah apa yang dipikirkan Elsa saat ini. Mengapa dia memegang


tangan wanita ini. Mungkin Elsa merasa kasihan. Elsa sudah mulai menguap ketika


dia telah merasa bosan menunggu Bima. Tak terasa dia tiba-tiba tertidur


disebelah ranjang nyonya Maya sambil kepalanya bersender di ranjang nyonya Maya.


Bima akhirnya sampai di ruangan Maya. Dia kemudian masuk. Ketika


sampai di dalam. Dilihatlah nyonya Maya yang sedang berbaring, sedangkan


disebelahnya terdapat sesosok wanita yang tertidur sambil memegang tangan


nyonya Maya.


“nyonya telah sadar” Bima mendekati ranjang rumah sakit itu.


Maya hanya memberi isyarat menganggukan kepalanya. Karena masih


merasa pusing dan lemah.


“apakah saya perlu memanggil dokter saat ini nyonya?”


“tidak perlu Bim” dengan nada lirih. “siapa dia Bim?”


”dia adalah wanita yang menemukan anda ketika pingsan di jalan


dekat taman kota, nyonya”


Tubuh Elsa mulai mengeliat karena merasakan posisi tidur yang


tidak nyaman. Dia membuka mata, lalu dilihatnya wanita yang berbaring diranjang


rumah sakit ini ternyata sudah sadar. Selain itu di depanya juga terdapat sosok


laki-laki bertubuh tegap dengan berpakaian santai ‘ini  mungkin yang bernama Bima’.


Tangan Elsa masih memegang tangan nyonya Maya “bagaimana kondisi


anda, nyonya. Apakah masih pusing. Saya akan panggilkan dokter dulu yaa nyonya”


Elsa berbicara dengan nada khawatir dan cepat.


Ketika Elsa hendak bangkit dari tempatnya, tiba-tiba nyonya Maya


meraih tangannya dengan erat. Sehingga Elsa mengurungkan niatnya untuk bangkit.


Dipandangnya wajah  nyonya Maya dengan


binggung.


“terima kasih telah menolong saya” ituah kata pertama yang Elsa


dengar dari mulut nyonya Maya.

__ADS_1


“iya nyonya”


“siapa namamu? Dan cukup kamu pangil saya tante Maya”


“saya Elsa. Begini nyonya eh... maksud saya tante, tadi dokter


berpesan kepada saya, jika anda sudah sadar maka saya harus segera memanggilnya


agar dapat memeriksa kondisi anda lebih lanjut” Elsa menyampaikan pesan dari


dokter.


“baiklah saya saja yang akan memanggil dokter” sahut Bima


Dokter telah selesai memeriksa kondisi Maya. Pihak keluarganya


juga sudah menemani, akhirnya Elsa memohon pamit untuk pulang. Maya sebenarnya


melarang Elsa untuk pulang karena hari sudah larut malam dan terlalu berbahaya


jika seorang wanita pulang sendirian. Namun Elsa bersikukuh tetap ingin pulang.


Akhirnya nyonya Maya menyuruh Bima untuk mengantarkan Elsa pulang.


Elsa menolak karena tidak ingin merepotkan dan tidak ingin nyonya Maya


sendirian di rumah sakit. Namun nyonya Maya tetap memakasa agar Elsa mau pulang


diantar Bima. Elsa akhirnya menyetujui perminaan Maya.


Elsa mengambil barangnya yang tadi dia bawa. Dia mendekati ranjang


Maya untuk berpamitan. Ketika dia berpamitan, Maya berpesan kepada Elsa “besok


jika ada waktu sempatkanlah menenggok tante sebentar ya nak. Tante merasa


bahagia jika kamu mau berkunjung ke sini” sambil menggenggam tangan Elsa .


“baik tante akan saya usahakan”


---


Cahaya matahari menembus jendela yang berada di kamar Elsa.


Kehangatan sinarnya mulai menghangatkan raganya. Elsa mengeliat, tidak lama


kemudian dia duduk di ranjangnya. Mulutnya membuka lebar karena masih merasa


ngantuk. “ahh...h, sudah siang rupanya”. Elsa mengosok kedua matanya lalu


berlanjut merapikan rambutnya.


Dia kali ini bangun kesiangan. jam dinding telah menunjukan pukul


delapan lebih empat puluh lima menit. Dia tidak biasanya bangun siang, mungkin


memejamkan mata pukul sebelas malam. Jika ibunya mengetahui Elsa bangun


kesiangan pasti dia akan diomeli.


Elsa bekerja di supermarket yang terletak didekat rumahnya. Dia


sebenarnya sedang menunggu pangilan pekerjaan dari beberapa perusahaan. Dari pada


membuang-buang waktu berdiam diri di rumah, maka dia memutuskan bekerja part


time di salah satu supermarket.


Elsa hari ini memperoleh sif siang. Jadi dia masih bisa


bermalas-malasan di kamarnya.  Namun kali


ini dia tidak mau lama-lama bermalas-malasan, karena baginya bermalas-malasan


itu bukanlah ciri-ciri orang yang sukses. Dia bangun langsung membersihkan


kamar dan ruangan seisi rumahnya.


---


Keadaan Maya sudah mulai membaik. Dilihat dari mulai mimik muka


yang sudah tidak terlalu pucat dan suara yang terdengan bersemangat.


“nyonya tadi tuan muda menghubungi saya, dan menanyakan mengapa


nyonya tidak bisa dihubungi. Selanjutnya tuan juga menanyakan kapan nyonya akan


pulang.”


“kamu tidak mengatakan bahwa saya dirawat di rumah sakit kan?”


“tidak nyonya, saya hanya mengatakan bahwa anda sedang sibuk


mengurus pengembangan cabang bisnis di sini”


“bagus Bim, saya tidak ingin mereka khawatir di sana jika


mendengar saya sakit”


Maya berharap hari ini gadis yang bernama Elsa akan mengunjunginya.


Namun sampai malam menjelang gadis itu belum menampakkan diri di rungannya.


Terlihat raut kekecewaan yang tersirat dalam mimik muka Maya.


Hari berganti Maya masih berharap Elsa akan datang mengunjunginya.

__ADS_1


Maya sangat menanti kedatangannya. Masih ada ganjalan yang ada dihatinya karena


dia belum membalas budi gadis  tersebut. Bima


diminta oleh Maya untuk meninggalkannya agar mengurus perusahaannya yang saat


ini sedang dia tinggalkan.


“selamat siang tante” Elsa tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Maya.


“Elsa, tante kangen banget sama kamu. Akhirnya kamu dateng juga.”


Elsa mendekati ranjang Maya sambil meletakkan parcel buah yang dia


bawa. Tiba-tiba Maya langsung membuka dadanya sambil menulurkan kedua tanganya


seperti minta dipeluk. Akhirnya Elsa memeluk tubuh Maya. Elsa minta maaf


kemarin tidak dapat mengunjungi Maya karena dia ada jadwal kerja.


Akhirnya mereka bertukar cerita, Maya juga sangat bahagia. Dia


bahagia karena ada Elsa yang  mau


mendengarkan ceritanya. Maya tak pernah memiliki teman curhat selama ini karena


anak-anaknya sibuk dengan dunianya sendiri.


“tante Elsa boleh tanya”


“boleh dong sayang”


“kemarin ketika Elsa melihat identitas tante untuk keperluan


pendaftaran pasien, Elsa menemukan identitas tante bertuliskan Indonesia. Tante


orang Indonesia?”


“iya sayang tante orang Indonesia, tante di Jepang hanya untuk


keperluan bisnis. Mungkin tidak sampai seminggu tante bakalan balik ke Indonesia.


Kenapa sayang? Mau ikut tante?” tanya Maya basa-basi sambil teertawa.


“sebenarnya Elsa aslinya orang Indonesia juga lho tante”


“yang benar sayang?” Maya terkejut.


“iya tante, kapan-kapan kalau ada waktu, Elsa ceritakan deh


mengapa Elsa bisa terdampar di sini” Elsa berkata sambil tertawa.


Maya kaget dengan pernyataan Elsa. Namun kekagetan itu berubah


menjadi senyuman. Sepertinya Maya memiliki rencana yang terselubung dengan Elsa.


Sinar matahari yang menyinari siang tadi telah berganti menjadi sinar


rembulan yang ditemani gemintang yang menghiasi langit malam. Elsa masih setia


menemani Maya karena Bima belum juga kembali.


Bima memasuki ruangan Maya. Dia mendengar tawa yang memenuhi


ruangan tersebut. ‘nyonya tertawa dengan siapa? Apakah nona Elsa kemari?’.


Benar ternyata ada nona Elsa.


Tak lama kemudian mereka menyadari kehadiran Bima.


“baru dateng kamu Bim, gimana urusan di kantor sudah selesai?”


“sudah nyonya”


“baguslah, kamu istirahat terlebih dahulu sana Bim”


Setelah Bima datang, Elsa langsung meminta untuk pulang agar tidak


terlalu larut malama. Maya sebenarnya berat melepaskan Elsa, namun dia juga


tidak erhak  untuk melarang Elsa untuk


pulang. Akhirnya Maya mengijinkan dan meminta nomor phonsel Elsa.


“Bim, Elsa kamu antarkan sana!”


“tidak usah tante, kasihan Bima juga baru saja datang. Biarkan Bima


menemani tante saja. Elsa pulang dulu ya tante. Kalau ada yang bisa Elsa bantu


hubungi Elsa ya tante” Elsa berpamitan sambil memeluk Maya. Elsa akhirnya


meninggalkan ruangan Maya.


“Bim, aku sepertinya suka dengan gadis itu. Dia ternyata orang Indonesia.


Dia sepertinya sangat baik dan penyayang. Bagaimana menurutmu?”


“kelihatannya seperti itu nyonya”


“semoga kali ini aku tidak salah ya Bim”


Bima  merasa ada yang aneh


dari kalimat yang nyonya Maya lontrakan. ‘Apa sebenarnya maksud dari kalimat


itu’.

__ADS_1


__ADS_2