
Perbincangan antara kakak beradik itu dilanjutkan dengan makan
siang karena jam didinding kantor sudah menuju ke arah pukul dua belas. Arman
dan Alvin merupakan kakak beradik yang hanya berselisih tiga tahun. Mereka
sangat akrab, saking akrabnya mereka sampai berlebihan jika sedang bercanda. Mereka
akan kejar-kejaran, pukul-pukulan bahkan sampai saling membanting.
Bagi orang yang melihat keakraban mereka itu sangat aneh. Mereka
masih sering main game bersama, saling membully dan mama tahu kalau itu mereka
hanyalah bercanda. Sampai-sampai yang sering membuat mamanya kesal yaitu ketika
mereka sudah mulai main pukul-pukulan kemudian saling berlarian di dalam rumah.
Ketika mereka berdua sedang marah maka yang akan dilakukan adalah
mengadu kepada mamanya, dengan harapan mamanya akan berpihak kepadanya. Tapi
antara Arman dan Alvin yang gampang ngambek adalah Alvin. Mungkin karena dia si
bontot jadi pinginnya dimengerti oleh ibu maupun kakanya.
---
Pagi hari Maya masih berusaha memulihkan kondisi badannya. Dia
beristirahat di apartemen sambil menyelesaikan berkas-berkas perusahaannya.
Sedangkan Bima berada di kantor untuk memastikan semua rencana Maya dalam pengembangan
bisnisnya berjalan lancar.
Sudah dua hari ini Maya beristirahat di apartemennya. Dia
menginginkan untuk menghirup udara segar. Maya kemudian meghubungi Elsa untuk
menemaninya.
Ketika Maya menghubungi Elsa ternyata Elsa berada di rumah dan
shif kerja yang dia miliki adalah siang. Elsa dengan senang hati menemani Maya
untuk berjalan-jalan, namun tidak lama karena nanti ketika pukul satu siang dia
sudah harus bergegas bersiap untuk bekerja.
Selang tiga puluh menit kemudian Elsa sampai di lobi apartemen
milik Maya. Setelah sampai di lobi tersebut Elsa langsung mengabarinya.
Seketika itu juga Maya langsung keluar menuju lobi apartemennya karena dia
sudah bersiap-siap ketika Elsa langsung menerima ajakannya.
Mereka bersama-sama keluar dari lobi apartemennya lalu menaiki
taksi menuju taman kota terlebih dahulu untuk sekedar bersantai dan melihat
pemandangan. Elsa dan Maya berjalan beriringan sambil bercerita. Ketika telah
sampai disebuah bangku taman yang teletak di bawah pohon dan menghadap ke danau
mereka berhenti.
Maya baru pertama kali berjalan-jalan di taman yang ada di daerah
tersebut. Biasanya ketika Maya di Jepang, dia hanya akan mengurus bisnis saja
tanpa pernah berniat untuk sekedar menikmati suasana Jepang.
Ketika mereka menikmati suasana sekitar danau dengan dihiasai
taman bungan yang menghasilkan pemandangan yang mengagumkan disertai kupu-kupu
__ADS_1
yang berterbangan mencari makan dengan hinggap di bunga-bunga yang bermekaran.
Dilengkapai dengan bunyi gemercik air, beserta burung yang berkicau. Sungguh
ini adalah pemandangan yang akan sulit di dapatkan ketika berada di Jakarta.
“enak ya Elsa tinggal di sini?” Tiba-tiba tante Maya melontarkan
pertanyaan.
“enak dan gak enak juga sih tante, tapi banyak enaknya”
“kamu betah tinggal di sini?”
“betah tante”
“kenapa?”
“di sini itu sangat disiplin, lingkungannya juga bersih, rapi dan
tidak macet juga karena banyak yang berjalan kaki. Tapi sayangnya di sini
orang-orangnya juga gila kerja sehingga kadang kurang bersosialisasi dengan
lingkungan sekitar tante”
“tante boleh tanya tidak sayang”
“tanya apa tante?” Jawab Elsa penasaran
“boleh tau tidak gimana kok bisa kamu bisa tinggal di Jepang. Soalnya
Kalau tante lihat-lihat kamu kayak bukan TKI deh” tante mengutarakan pertanyaan
dengan sangat hati-hati takut membuat Elsa tersinggung.
Elsa hanya tersenyum. Selang beberapa menit kemudian Elsa
menceritakan kisah hidupnya. Dimulai dari ayah dan ibu kandungnya yang
meninggal. Dia dititipkan di sebuah panti asuhan, lalu di rawat oleh keluarga Keita.
adiknya harus kembali ke Jepang.
Tidak lupa juga Elsa menceritakan kehidupan keluarganya yang
tinggal di sini, dan berusaha bertahan hidup. Elsa berkuliah sambil bekerja.
Ibunya juga selalu berusaha mengumpulkan uang demi membahagiakan kedua
putrinya.
Elsa menceritakan semuanya yang dia alami selama ini kepada Maya
tanpa ada yang ditutup-tutupi. Entah apa yang membuat Elsa dapat dengan nyaman
mencerittakan semuanya kepada Maya.
Maya memperhatikan setiap kata dan ucapan Elsa dengan sesama. Maya
sungguh tersentuh dengan semua kisah yang telah Elsa alami “tante bangga sekali
sama kamu sayang” Maya mendekatkan diri kepada Elsa lalu memeluknya.
Ketika Elsa menceritakan kisahnya Elsa terlihat sangat kuat.
Tetapi ketika ada seseorang yang dapat menjadi pendengar yang baik saat Elsa
bercerita dan dengan tatapan yang teduh kemudian memeluknya entah apa yang
dirasakan Elsa, tiba-tiba buliran air mata menetes tanpa pernah Elsa sengja.
Elsa sebenarnya bahagia dengan hidupnya saat ini. Karena dia
percaya setiap kehipupan yang semua orang jalani di dunia ini pasti adalah
sebuah takdir. Tidak perlu bersedih ketika menghadapi setiap permasalahn hidup
__ADS_1
yang ada cukup hadapi dan percaya, bahwa Tuhan tidak akan menguji hambanya
melebihi kekuatan yang hambanya miliki.
Sesekali bersedih maupun menangis ketika menghadapi masalah itu
tidak mengapa. Karena manusia diciptakan oleh Tuhan dilengkapi dengan hati yang
dapat merasakan setiap perasan yang tidak dapat dibohongi oleh anggota tubuh
lainnya. Bahkan ketika otak meyuruh mata untuk berhenti menangis ketika
merasakan kesedihan, namun jika hati masih merasakan sesak dan perih maka buliran air mata itu pasti akan
terjatuh dengan sendirinya.
Namun setelah itu kita harus bangkit untuk membuktikan bahwa kita
tidak akan pernah kalah dengan secuil masalah yang saat ini kita hadapi. Untuk menghadapi
itu semua kita harus dibarengi dengan rasa syukur, karena itu tanda bahwa Tuhan
masih mencintai kita dan Tuhan yakin bahwa kita akan naik ke level yang lebih
tinggi lagi.
Kita juga harus dapat melihat suatu masalah itu dari berbagai
sudut pandang, agar permasalahan yang sedang kita hadapi akan dapat
terselesaikan dengan cepat. Kita juga harus bersyukur mungkin kita masih
beruntung diberikan suatu masalah. Mungkin juga di luar ada yang mengalami
masalah yang bertubi-tubi atau bahkan lebih berat dari yang sedang kita hadapi.
Jadi untuk itu kita tidak perlu lari dari masalah itu.
Pelukan yang tante Maya berikan sangatlah menenangkan untuk Elsa. Karena
Pelukan itu membuat Elsa menjadi sesuatu
yang menganjalan hatinya dapat melebur disertai lelehan air mata yang
membanjiri kedua matanya.
Elsa sangat bahagia telah dijadikan anak angkat oleh keluarga Keita.
Kasih sayang yang keluarga ini sangatlah cukup untuknya. Namun jujur dari
relung hatinya yang terdalam Elsa sangat merindukan dan menginginkan kedua
orang tua kandungnya masih ada di sampingnya.
Setelah dirasakan cukup lama pelukan itu berlansung mereka
akhirnya melepaskan pelukannya. Tante Maya memberikan waktu untuk mereka
berhenti sejenak untuk membahas cerita yang Elsa alami. Karena sudah dirasakan Elsa
mulai tenang Elsa mengatakan “maaf kan Elsa
tante, Elsa tidak sengaja nangis dan membasahi baju tante” ucapnya dengan
pandangan menunduk, sedangkan tangannya dirapatkan yang terletak dipangkuannya.
“Tante sebenarnya yang ingin minta maaf sama kamu, sayang.
Gara-gara tante kamu jadi sedih, tante sangat menyesal” saut Maya sambil
menggenggam kedua tangan Elsa yang berada dipangkuannya.
“tidak apa-apa kok tante, Elsa saja yang baper jadi nangis” sambil
memanyunkan mulutnya karena merasa malu. Sebenarnya Elsa meresa lega setelah
menangis.
__ADS_1
“cari makan yuk, tante laper deh sayang” tante Maya
berusaha mengalihkan pembicaraan.