Story Of Elsa

Story Of Elsa
Episode 5


__ADS_3

Perbincangan antara kakak beradik itu dilanjutkan dengan makan


siang karena jam didinding kantor sudah menuju ke arah pukul dua belas. Arman


dan Alvin merupakan kakak beradik yang hanya berselisih tiga tahun. Mereka


sangat akrab, saking akrabnya mereka sampai berlebihan jika sedang bercanda. Mereka


akan kejar-kejaran, pukul-pukulan bahkan sampai saling membanting.


Bagi orang yang melihat keakraban mereka itu sangat aneh. Mereka


masih sering main game bersama, saling membully dan mama tahu kalau itu mereka


hanyalah bercanda. Sampai-sampai yang sering membuat mamanya kesal yaitu ketika


mereka sudah mulai main pukul-pukulan kemudian saling berlarian di dalam rumah.


Ketika mereka berdua sedang marah maka yang akan dilakukan adalah


mengadu kepada mamanya, dengan harapan mamanya akan berpihak kepadanya. Tapi


antara Arman dan Alvin yang gampang ngambek adalah Alvin. Mungkin karena dia si


bontot jadi pinginnya dimengerti oleh ibu maupun kakanya.


---


Pagi hari Maya masih berusaha memulihkan kondisi badannya. Dia


beristirahat di apartemen sambil menyelesaikan berkas-berkas perusahaannya.


Sedangkan Bima berada di kantor untuk memastikan semua rencana Maya dalam pengembangan


bisnisnya berjalan lancar.


Sudah dua hari ini Maya beristirahat di apartemennya. Dia


menginginkan untuk menghirup udara segar. Maya kemudian meghubungi Elsa untuk


menemaninya.


Ketika Maya menghubungi Elsa ternyata Elsa berada di rumah dan


shif kerja yang dia miliki adalah siang. Elsa dengan senang hati menemani Maya


untuk berjalan-jalan, namun tidak lama karena nanti ketika pukul satu siang dia


sudah harus bergegas bersiap untuk bekerja.


Selang tiga puluh menit kemudian Elsa sampai di lobi apartemen


milik Maya. Setelah sampai di lobi tersebut Elsa langsung mengabarinya.


Seketika itu juga Maya langsung keluar menuju lobi apartemennya karena dia


sudah bersiap-siap ketika Elsa langsung menerima ajakannya.


Mereka bersama-sama keluar dari lobi apartemennya lalu menaiki


taksi menuju taman kota terlebih dahulu untuk sekedar bersantai dan melihat


pemandangan. Elsa dan Maya berjalan beriringan sambil bercerita. Ketika telah


sampai disebuah bangku taman yang teletak di bawah pohon dan menghadap ke danau


mereka berhenti.


Maya baru pertama kali berjalan-jalan di taman yang ada di daerah


tersebut. Biasanya ketika Maya di Jepang, dia hanya akan mengurus bisnis saja


tanpa pernah berniat untuk sekedar menikmati suasana Jepang.


Ketika mereka menikmati suasana sekitar danau dengan dihiasai


taman bungan yang menghasilkan pemandangan yang mengagumkan disertai kupu-kupu

__ADS_1


yang berterbangan mencari makan dengan hinggap di bunga-bunga yang bermekaran.


Dilengkapai dengan bunyi gemercik air, beserta burung yang berkicau. Sungguh


ini adalah pemandangan yang akan sulit di dapatkan ketika berada di Jakarta.


“enak ya Elsa tinggal di sini?” Tiba-tiba tante Maya melontarkan


pertanyaan.


“enak dan gak enak juga sih tante, tapi banyak enaknya”


“kamu betah tinggal di sini?”


“betah tante”


“kenapa?”


“di sini itu sangat disiplin, lingkungannya juga bersih, rapi dan


tidak macet juga karena banyak yang berjalan kaki. Tapi sayangnya di sini


orang-orangnya juga gila kerja sehingga kadang kurang bersosialisasi dengan


lingkungan sekitar tante”


“tante boleh tanya tidak sayang”


“tanya apa tante?” Jawab Elsa penasaran


“boleh tau tidak gimana kok bisa kamu bisa tinggal di Jepang. Soalnya


Kalau tante lihat-lihat kamu kayak bukan TKI deh” tante mengutarakan pertanyaan


dengan sangat hati-hati takut membuat Elsa tersinggung.


Elsa hanya tersenyum. Selang beberapa menit kemudian Elsa


menceritakan kisah hidupnya. Dimulai dari ayah dan ibu kandungnya yang


meninggal. Dia dititipkan di sebuah panti asuhan, lalu di rawat oleh keluarga Keita.


adiknya harus kembali ke Jepang.


Tidak lupa juga Elsa menceritakan kehidupan keluarganya yang


tinggal di sini, dan berusaha bertahan hidup. Elsa berkuliah sambil bekerja.


Ibunya juga selalu berusaha mengumpulkan uang demi membahagiakan kedua


putrinya.


Elsa menceritakan semuanya yang dia alami selama ini kepada Maya


tanpa ada yang ditutup-tutupi. Entah apa yang membuat Elsa dapat dengan nyaman


mencerittakan semuanya kepada Maya.


Maya memperhatikan setiap kata dan ucapan Elsa dengan sesama. Maya


sungguh tersentuh dengan semua kisah yang telah Elsa alami “tante bangga sekali


sama kamu sayang” Maya mendekatkan diri kepada Elsa lalu memeluknya.


Ketika Elsa menceritakan kisahnya Elsa terlihat sangat kuat.


Tetapi ketika ada seseorang yang dapat menjadi pendengar yang baik saat Elsa


bercerita dan dengan tatapan yang teduh kemudian memeluknya entah apa yang


dirasakan Elsa, tiba-tiba buliran air mata menetes tanpa pernah Elsa sengja.


Elsa sebenarnya bahagia dengan hidupnya saat ini. Karena dia


percaya setiap kehipupan yang semua orang jalani di dunia ini pasti adalah


sebuah takdir. Tidak perlu bersedih ketika menghadapi setiap permasalahn hidup

__ADS_1


yang ada cukup hadapi dan percaya, bahwa Tuhan tidak akan menguji hambanya


melebihi kekuatan yang hambanya miliki.


Sesekali bersedih maupun menangis ketika menghadapi masalah itu


tidak mengapa. Karena manusia diciptakan oleh Tuhan dilengkapi dengan hati yang


dapat merasakan setiap perasan yang tidak dapat dibohongi oleh anggota tubuh


lainnya. Bahkan ketika otak meyuruh mata untuk berhenti menangis ketika


merasakan kesedihan, namun jika hati  masih merasakan sesak dan perih maka buliran air mata itu pasti akan


terjatuh dengan sendirinya.


Namun setelah itu kita harus bangkit untuk membuktikan bahwa kita


tidak akan pernah kalah dengan secuil masalah yang saat ini kita hadapi. Untuk menghadapi


itu semua kita harus dibarengi dengan rasa syukur, karena itu tanda bahwa Tuhan


masih mencintai kita dan Tuhan yakin bahwa kita akan naik ke level yang lebih


tinggi lagi.


Kita juga harus dapat melihat suatu masalah itu dari berbagai


sudut pandang, agar permasalahan yang sedang kita hadapi akan dapat


terselesaikan dengan cepat. Kita juga harus bersyukur mungkin kita masih


beruntung diberikan suatu masalah. Mungkin juga di luar ada yang mengalami


masalah yang bertubi-tubi atau bahkan lebih berat dari yang sedang kita hadapi.


Jadi untuk itu kita tidak perlu lari dari masalah itu.


Pelukan yang tante Maya berikan sangatlah menenangkan untuk Elsa. Karena


Pelukan itu  membuat Elsa menjadi sesuatu


yang menganjalan hatinya dapat melebur disertai lelehan air mata yang


membanjiri kedua matanya.


Elsa sangat bahagia telah dijadikan anak angkat oleh keluarga Keita.


Kasih sayang yang keluarga ini sangatlah cukup untuknya. Namun jujur dari


relung hatinya yang terdalam Elsa sangat merindukan dan menginginkan kedua


orang tua kandungnya masih ada di sampingnya.


Setelah dirasakan cukup lama pelukan itu berlansung mereka


akhirnya melepaskan pelukannya. Tante Maya memberikan waktu untuk mereka


berhenti sejenak untuk membahas cerita yang Elsa alami. Karena sudah dirasakan Elsa


mulai tenang Elsa  mengatakan “maaf kan Elsa


tante, Elsa tidak sengaja nangis dan membasahi baju tante” ucapnya dengan


pandangan menunduk, sedangkan tangannya dirapatkan yang terletak dipangkuannya.


“Tante sebenarnya yang ingin minta maaf sama kamu, sayang.


Gara-gara tante kamu jadi sedih, tante sangat menyesal” saut Maya sambil


menggenggam kedua tangan Elsa yang berada dipangkuannya.


“tidak apa-apa kok tante, Elsa saja yang baper jadi nangis” sambil


memanyunkan mulutnya karena merasa malu. Sebenarnya Elsa meresa lega setelah


menangis.

__ADS_1


“cari makan yuk, tante laper deh sayang” tante Maya


berusaha mengalihkan pembicaraan.


__ADS_2