Story Of Elsa

Story Of Elsa
Episode 3


__ADS_3

Elsa telah sampai di depan rumahnya. Dia kemudian memasuki


rumahnya, ternyata ibu dan adiknya telah kembali. Mereka adalah wanita


keturunan asli jepang. Elsa sudah tinggal bersama keluarga ini selama dua puluh


tahun. Elsa merupakan anak angkat dari ayah bernama Yuki Keita, ibunya bernama Harumi


sedangkan adiknya bernama Miyaki.


Elsa saat ini berusia dua puluh empat tahun. Dahulu Elsa berasal


dari panti asuhan kasih ibu yang terletak di Bandung. Elsa datang di pantai


asuhan tersebut dalam kondisi yatim piatu. Ayah kandungnya meninggal karena


kecelakaan kerja, ketika Elsa masih berusia dua tahun, sedangkan ibu kadungnya


meninggal setahun kemudian karena sakit. Karena keluarga besar berada dalam


kondisi ekonomi yang pas-pasan akhirnya Elsa diserahkan pada panti asuhan


tersebut.


Ketika Elsa genap berusia empat tahun datanglah keluarga Keita ke


panti asuhan tersebut. Kedatangan mereka bermaksud untuk mengadopsi seorang


anak, karena mereka sudah selama delapan tahun dalam pernikahannya belum memiliki


momongan. Di panti asuhan mereka di temui oleh ibu Retno. Sebelum bu Retno mengijinkan


mengadopsi anak, terlebih dahulu bu Retno menjelaskan peraturan dan proses yang


rumit dalam pengadopsian anak jika yang mengadopsi adalah warga negara asing.


Keluarga Keita tidak keberatan dengan menjalani proses pengadopsian apabila


mereka telah merasakan ada yang cocok untuk diadopsi.


Yuki Keita adalah dosen yang berasal dari Jepang namun mengajar di


universitas terkenal di Bandung. Dia seorang laki-laki yang berkulit putih,


berambut cepak, tingginya sekitar 168 cm, usianya saat ini adalah tiga puluh


delapan tahun dia juga selalu berpakain rapi.


Sedangkan istrinya Harumi adalah sosok wanita yang ramah dan murah


senyum. Dia memiliki rambut yang selalu dia ikat dan sedikit bergelombang, kulitnya


putih bersih, tingginya sekitar 162 cm, pakaiannya juga selalu modis namun


sopan. Saat ini Harumi berusia tiga puluh enam tahun.


Keluarga Keita ingin mengadopsi anak yang berasal dari keturunan Indonesia


karena dia berencana menetapkan selamanya di Indonesia. Karena Keita dan sang


istri telah jatuh cinta dan nyaman berada di Indoesia.


Setelah berkujung di panti asuhan beberapa kali akhirnya Keita dan


Harumi memutuskan ingin mengadopsi gadis kecil berambut lurus sebahu dengan


poni yang bernama Elsa Amelia. Elsa semula tidak mau namun dengan kegigihan dan


ketulusan hati Keita dan Harumi yang datang berkali-kali dan mendekatinya khirnya


Elsa mau untuk diadopsi.


Keluarga Keita sangat bahagia dengan kedatangan gadis kecil yang


menambah kehangatan dikeluarganya. Empat  tahun berlalu ternyata keluarga Keita dilimpahi kebahagian yang tak


terduga. Harumi yang telah memasuki usia kepala empat puluh tahun justru


dipastikan mengandung oleh dokter yang memeriksanya. Karena sebelumnya Harumi


muntah-muntah di pagi hari dan badannya terasa lemas tidak berdaya.


Bayi yang ditunggu-tunggu itu akhirnya terlahir ke dunia ini


dengan wajah  yang sangat cantik disertai


kulit putih bersih yang diberi nama Miyaki. Elsa tidak pernah merasa tersaingi


dengan kehadiran Miyaki. Elsa justru bahagia dengan lahirnya bayi mungil karena


Elsa akan memiliki adik dan Elsa berjanji akan menjaga dan merawat adiknya


dengan baik.


Kebahagian selalu menyelimuti keluarga tersebut. Tidak ada yang

__ADS_1


berubah perlakuan Keita dan Harumi kepada Elsa. Mereka justru merasa dengan


adanya Elsa justru memberikan berkah untuk keluarga tersebut.


Ketika Elsa berusia sembilan belas tahun, kebahagiaan yang


keluarga Keita miliki akhirnya menghilang ketika tanpa terduga Keita


meninggalkan mereka selama-lamanya. Keita meninggal diduga terkena serangan


jantung. Harumi, Elsa dan Miyaki sangat terpukul dengan kepergian Keita.


Kini keluarga ini harus memulai kehidupan mereka secara mendiri


tanpa kehadiran sosok pemimpin dalam keluarga ini. Elsa saat ini berkuliah dan


telah mencapai dua semester. Sedangkan Miyaki masih berusia sebelas tahun dan


baru menginjak kelas 6 sekolah dasar.


Demi menyambung hidup Harumi harus mulai memutar otak karena dia


tidak mau mengandalkan uang simpanan yang telah Keita dan Harumi kumpulkan


selama ini. Begitu pula Elsa, dia tidak mau menjadi beban bagi ibunya yang


sudah semakin tua.


Elsa telah memikiran keadaanya saat ini. Dia tidak ingin membebani


ibunya, dia memberaikan berbicara kepada Harumi, dia ingin sementara waktu


mengambil cuti kuliah terlebih dahulu. Dia berencana bekerja untuk mengumpulkan


uang sebagai biaya kuliahnya.


Namun Harumi menolak usul Elsa. Harumi masih mampu untuk


menyekolahkan Elsa dan Miyaki karena uang yang ditinggalkan mendiang suaminya


tidaklah sedikit. Hanya saja uang tersebut akan dia gunakan untuk hal-hal yang


penting, agar uang tersebut tidak segera habis. Elsa tidak bisa menolak


keinginan ibunya.


Setelah Miyaki menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya, keluarga


ini memutuskan untu kembali ke Jepang. Sebenarnya keluarga ini berat untuk


meninggalkan Indonesia. Tapi mereka harus kembali karena ini permintaan dari


Akhirnya mereka kembali ke Jepang. Harumi, Elsa dan Miyaki memulai


kehidupan baru di sana. Harumi membuka usaha pembuatan makanan kecil-kecilan.


Itu semua dia lakukan karena tidak mungkin ia bekerja kepada orang lain


menginggat usianya yang sudah tidak muda lagi.


Elsa melanjtkan kuliah di Jepang, sambil kuliah dia bekerja part


time di restorant dekat kampusnya. Miyaki melanjutkan sekolahnya di Jepang,


namun dia harus melakukan penyetaraan pendidikan di sana terlebih dahulu, karena


kurikulum maupun mata pelajaran yang dikembangkan juga berbeda. Kini mereka


sudah menjalani kehidupan di Jepang selama empat tahun. Mereka lalui


kehidupannya dengan nyaman dan damai.


“ibu sudah pulang, mana miya bu?”


“iya ibu tadi sampai di rumah pukul empat sore. Miya sedang tidur,


dia bilang capek. Dari mana kamu Elsa? Bukannya hari ini kamu libur yaa?” Ibu bertanya


sambil melihat jam yang menunjukkan pukul tujuh malam.


Akhirnya Elsa menceritakan kejadian yang dia alami dua hari yang


lalu. Elsa juga menceritakan jika wanita yang ditolong adalah orang Indonesia.


“kamu senang bisa ketemu orang Indonesia?”


“biasa aja sih buu, tapi juga ada senangnya sihh, soalnya orangnya


ramah sekali buu” jawab Elsa sambil memeluk Harumi dari belakang.  Harumi sedang menyiapakn makan malam mereka.


“Elsa kangen sama ibu” imbuhnya.


Ibu hanya tersenyum lalu melepaskan pelukan Elsa lalu mengantinya


dengan kecupan dikedua pipi Elsa.

__ADS_1


“kamu bersihin badanmu sana, bau kecut tau. Nanti kalau sudah


mandi mari kita makan malam. Jangan lupa adikmu kamu bangunkan”


---


Pagi hari ini terlihat Maya sedang duduk di tempat tidurnya sambil


bersandar. Dia terlihat sedang menerima panggilan.


“mama itu dari mana aja sih, dihubungi kok ngak aktif hpnya”


tanya Alvin


“mama lagi sibuk sayang”


‘mama gak boleh capek-capek yaa, jaga kesehatan mama, Alvin gak


mau lihat mama sakit. Alvin sayang mama” ucap Alvin yang sangat bawel.


“iya sayang, kalau kamu gak mau lihat mama capek dan sakit maka


kamu segeralah gantiin mama memimpin perusahaan lalu kamu menikah sayang’


“Alvin belum berniat memimpin perusahaan, biar kak Arman saja


maa. Tapi kalau masalah nikah Alvin belum kepikiran”


“okelah mama tunggu kamu sampai siap memimpin perusahaan. Dan kalau


kamu sudah menikah kan mama sudah gak kebanyakan pikiran sayang, karena kamu


sudah ada yang merawat, bahkan bisa juga mama dirawat sama istrimu nanti”


“udah deh maa gak usah mlenceng pembicaraan kemana-mana. Mama


itu udah mulai tua kayaknya mama udah harus berhenti bekerja. Aku kasihan sama


mama” jawab Alvin yang mulai sewot.


“mama percaya kamu sama arman adalah anak mama yang bisa


dihandalkan dalam mengurus bisnis mama. Cuman kalau mama sampai berhenti kerja


mama mau ngapain di rumah sayang. Kalau otak yang mama punya ini tidak


digunakan nanti mama bakalan cepet pikun. Kamu mau mama jadi pikun? Kecuali kalau


mama disuruh merawat anak kamu mama dengan senang hati akan berhenti kerja”


jawab Maya yang menambah sewot lawan bicaranya.


Alvin memang sudah sering disuruh oleh mamanya untuk segera


menikah. Menginggat umur Alvin sudah sangan pantas untuk menganti statusnya.


Kalau sudah menjurus ke masalah pernikahan Alvin tidak akan bisa melawan


mamanya. Dia pasti akan kalah.


Alvin sebenarnya juga sudah siap untuk menikah, namun dia hanya


ingin menikah dengan Devana. Devana adalah pacar Alvin. Alvin dan Devana sudah


menjalin cinta selama tiga tahun. Satu tahun yang lalu Devana memutuskan untuk


melanjutkan studi kedokterannya di Jerman. Dan studinya ini akan selesai paling


cepat adalah dua tahun lagi.


Alvin sangat menyayangi Devana dia akan melakukan apa saja demi


membahagiakannya. Sudah banyak wanita yang mendekati Alvin, namun Alvin tidak


pernah tertarik dengan semua wanita yang mendekatinya.


Mamanya juga sering menjodohan Alvin  dengan anak temannya. Sebenarnya Maya


mengetahui jika Alvin sudah memiliki teman dekat. Maya juga pernah bertemu


dengan gadis bernama Devana. Bibit, bebet dan bobotnya juga tidak diragukan


lagi. Namun Maya memiliki ganjalan jika Alvin harus menikah dengan Devana.


“Vin mau gak mama kenalin sama teman mama? Masih muda kok Vin,


lumayan cantik, baik, sopan, penyayang dan perhatian. Mama aja suka lihatnya”


‘Kalau mama suka mengapa gak buat mama saja’Alvin


bebisik dalam hatinya dengan kesal.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like, komen. Terimakasih.


__ADS_2