
Elsa telah sampai di depan rumahnya. Dia kemudian memasuki
rumahnya, ternyata ibu dan adiknya telah kembali. Mereka adalah wanita
keturunan asli jepang. Elsa sudah tinggal bersama keluarga ini selama dua puluh
tahun. Elsa merupakan anak angkat dari ayah bernama Yuki Keita, ibunya bernama Harumi
sedangkan adiknya bernama Miyaki.
Elsa saat ini berusia dua puluh empat tahun. Dahulu Elsa berasal
dari panti asuhan kasih ibu yang terletak di Bandung. Elsa datang di pantai
asuhan tersebut dalam kondisi yatim piatu. Ayah kandungnya meninggal karena
kecelakaan kerja, ketika Elsa masih berusia dua tahun, sedangkan ibu kadungnya
meninggal setahun kemudian karena sakit. Karena keluarga besar berada dalam
kondisi ekonomi yang pas-pasan akhirnya Elsa diserahkan pada panti asuhan
tersebut.
Ketika Elsa genap berusia empat tahun datanglah keluarga Keita ke
panti asuhan tersebut. Kedatangan mereka bermaksud untuk mengadopsi seorang
anak, karena mereka sudah selama delapan tahun dalam pernikahannya belum memiliki
momongan. Di panti asuhan mereka di temui oleh ibu Retno. Sebelum bu Retno mengijinkan
mengadopsi anak, terlebih dahulu bu Retno menjelaskan peraturan dan proses yang
rumit dalam pengadopsian anak jika yang mengadopsi adalah warga negara asing.
Keluarga Keita tidak keberatan dengan menjalani proses pengadopsian apabila
mereka telah merasakan ada yang cocok untuk diadopsi.
Yuki Keita adalah dosen yang berasal dari Jepang namun mengajar di
universitas terkenal di Bandung. Dia seorang laki-laki yang berkulit putih,
berambut cepak, tingginya sekitar 168 cm, usianya saat ini adalah tiga puluh
delapan tahun dia juga selalu berpakain rapi.
Sedangkan istrinya Harumi adalah sosok wanita yang ramah dan murah
senyum. Dia memiliki rambut yang selalu dia ikat dan sedikit bergelombang, kulitnya
putih bersih, tingginya sekitar 162 cm, pakaiannya juga selalu modis namun
sopan. Saat ini Harumi berusia tiga puluh enam tahun.
Keluarga Keita ingin mengadopsi anak yang berasal dari keturunan Indonesia
karena dia berencana menetapkan selamanya di Indonesia. Karena Keita dan sang
istri telah jatuh cinta dan nyaman berada di Indoesia.
Setelah berkujung di panti asuhan beberapa kali akhirnya Keita dan
Harumi memutuskan ingin mengadopsi gadis kecil berambut lurus sebahu dengan
poni yang bernama Elsa Amelia. Elsa semula tidak mau namun dengan kegigihan dan
ketulusan hati Keita dan Harumi yang datang berkali-kali dan mendekatinya khirnya
Elsa mau untuk diadopsi.
Keluarga Keita sangat bahagia dengan kedatangan gadis kecil yang
menambah kehangatan dikeluarganya. Empat tahun berlalu ternyata keluarga Keita dilimpahi kebahagian yang tak
terduga. Harumi yang telah memasuki usia kepala empat puluh tahun justru
dipastikan mengandung oleh dokter yang memeriksanya. Karena sebelumnya Harumi
muntah-muntah di pagi hari dan badannya terasa lemas tidak berdaya.
Bayi yang ditunggu-tunggu itu akhirnya terlahir ke dunia ini
dengan wajah yang sangat cantik disertai
kulit putih bersih yang diberi nama Miyaki. Elsa tidak pernah merasa tersaingi
dengan kehadiran Miyaki. Elsa justru bahagia dengan lahirnya bayi mungil karena
Elsa akan memiliki adik dan Elsa berjanji akan menjaga dan merawat adiknya
dengan baik.
Kebahagian selalu menyelimuti keluarga tersebut. Tidak ada yang
__ADS_1
berubah perlakuan Keita dan Harumi kepada Elsa. Mereka justru merasa dengan
adanya Elsa justru memberikan berkah untuk keluarga tersebut.
Ketika Elsa berusia sembilan belas tahun, kebahagiaan yang
keluarga Keita miliki akhirnya menghilang ketika tanpa terduga Keita
meninggalkan mereka selama-lamanya. Keita meninggal diduga terkena serangan
jantung. Harumi, Elsa dan Miyaki sangat terpukul dengan kepergian Keita.
Kini keluarga ini harus memulai kehidupan mereka secara mendiri
tanpa kehadiran sosok pemimpin dalam keluarga ini. Elsa saat ini berkuliah dan
telah mencapai dua semester. Sedangkan Miyaki masih berusia sebelas tahun dan
baru menginjak kelas 6 sekolah dasar.
Demi menyambung hidup Harumi harus mulai memutar otak karena dia
tidak mau mengandalkan uang simpanan yang telah Keita dan Harumi kumpulkan
selama ini. Begitu pula Elsa, dia tidak mau menjadi beban bagi ibunya yang
sudah semakin tua.
Elsa telah memikiran keadaanya saat ini. Dia tidak ingin membebani
ibunya, dia memberaikan berbicara kepada Harumi, dia ingin sementara waktu
mengambil cuti kuliah terlebih dahulu. Dia berencana bekerja untuk mengumpulkan
uang sebagai biaya kuliahnya.
Namun Harumi menolak usul Elsa. Harumi masih mampu untuk
menyekolahkan Elsa dan Miyaki karena uang yang ditinggalkan mendiang suaminya
tidaklah sedikit. Hanya saja uang tersebut akan dia gunakan untuk hal-hal yang
penting, agar uang tersebut tidak segera habis. Elsa tidak bisa menolak
keinginan ibunya.
Setelah Miyaki menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya, keluarga
ini memutuskan untu kembali ke Jepang. Sebenarnya keluarga ini berat untuk
meninggalkan Indonesia. Tapi mereka harus kembali karena ini permintaan dari
Akhirnya mereka kembali ke Jepang. Harumi, Elsa dan Miyaki memulai
kehidupan baru di sana. Harumi membuka usaha pembuatan makanan kecil-kecilan.
Itu semua dia lakukan karena tidak mungkin ia bekerja kepada orang lain
menginggat usianya yang sudah tidak muda lagi.
Elsa melanjtkan kuliah di Jepang, sambil kuliah dia bekerja part
time di restorant dekat kampusnya. Miyaki melanjutkan sekolahnya di Jepang,
namun dia harus melakukan penyetaraan pendidikan di sana terlebih dahulu, karena
kurikulum maupun mata pelajaran yang dikembangkan juga berbeda. Kini mereka
sudah menjalani kehidupan di Jepang selama empat tahun. Mereka lalui
kehidupannya dengan nyaman dan damai.
“ibu sudah pulang, mana miya bu?”
“iya ibu tadi sampai di rumah pukul empat sore. Miya sedang tidur,
dia bilang capek. Dari mana kamu Elsa? Bukannya hari ini kamu libur yaa?” Ibu bertanya
sambil melihat jam yang menunjukkan pukul tujuh malam.
Akhirnya Elsa menceritakan kejadian yang dia alami dua hari yang
lalu. Elsa juga menceritakan jika wanita yang ditolong adalah orang Indonesia.
“kamu senang bisa ketemu orang Indonesia?”
“biasa aja sih buu, tapi juga ada senangnya sihh, soalnya orangnya
ramah sekali buu” jawab Elsa sambil memeluk Harumi dari belakang. Harumi sedang menyiapakn makan malam mereka.
“Elsa kangen sama ibu” imbuhnya.
Ibu hanya tersenyum lalu melepaskan pelukan Elsa lalu mengantinya
dengan kecupan dikedua pipi Elsa.
__ADS_1
“kamu bersihin badanmu sana, bau kecut tau. Nanti kalau sudah
mandi mari kita makan malam. Jangan lupa adikmu kamu bangunkan”
---
Pagi hari ini terlihat Maya sedang duduk di tempat tidurnya sambil
bersandar. Dia terlihat sedang menerima panggilan.
“mama itu dari mana aja sih, dihubungi kok ngak aktif hpnya”
tanya Alvin
“mama lagi sibuk sayang”
‘mama gak boleh capek-capek yaa, jaga kesehatan mama, Alvin gak
mau lihat mama sakit. Alvin sayang mama” ucap Alvin yang sangat bawel.
“iya sayang, kalau kamu gak mau lihat mama capek dan sakit maka
kamu segeralah gantiin mama memimpin perusahaan lalu kamu menikah sayang’
“Alvin belum berniat memimpin perusahaan, biar kak Arman saja
maa. Tapi kalau masalah nikah Alvin belum kepikiran”
“okelah mama tunggu kamu sampai siap memimpin perusahaan. Dan kalau
kamu sudah menikah kan mama sudah gak kebanyakan pikiran sayang, karena kamu
sudah ada yang merawat, bahkan bisa juga mama dirawat sama istrimu nanti”
“udah deh maa gak usah mlenceng pembicaraan kemana-mana. Mama
itu udah mulai tua kayaknya mama udah harus berhenti bekerja. Aku kasihan sama
mama” jawab Alvin yang mulai sewot.
“mama percaya kamu sama arman adalah anak mama yang bisa
dihandalkan dalam mengurus bisnis mama. Cuman kalau mama sampai berhenti kerja
mama mau ngapain di rumah sayang. Kalau otak yang mama punya ini tidak
digunakan nanti mama bakalan cepet pikun. Kamu mau mama jadi pikun? Kecuali kalau
mama disuruh merawat anak kamu mama dengan senang hati akan berhenti kerja”
jawab Maya yang menambah sewot lawan bicaranya.
Alvin memang sudah sering disuruh oleh mamanya untuk segera
menikah. Menginggat umur Alvin sudah sangan pantas untuk menganti statusnya.
Kalau sudah menjurus ke masalah pernikahan Alvin tidak akan bisa melawan
mamanya. Dia pasti akan kalah.
Alvin sebenarnya juga sudah siap untuk menikah, namun dia hanya
ingin menikah dengan Devana. Devana adalah pacar Alvin. Alvin dan Devana sudah
menjalin cinta selama tiga tahun. Satu tahun yang lalu Devana memutuskan untuk
melanjutkan studi kedokterannya di Jerman. Dan studinya ini akan selesai paling
cepat adalah dua tahun lagi.
Alvin sangat menyayangi Devana dia akan melakukan apa saja demi
membahagiakannya. Sudah banyak wanita yang mendekati Alvin, namun Alvin tidak
pernah tertarik dengan semua wanita yang mendekatinya.
Mamanya juga sering menjodohan Alvin dengan anak temannya. Sebenarnya Maya
mengetahui jika Alvin sudah memiliki teman dekat. Maya juga pernah bertemu
dengan gadis bernama Devana. Bibit, bebet dan bobotnya juga tidak diragukan
lagi. Namun Maya memiliki ganjalan jika Alvin harus menikah dengan Devana.
“Vin mau gak mama kenalin sama teman mama? Masih muda kok Vin,
lumayan cantik, baik, sopan, penyayang dan perhatian. Mama aja suka lihatnya”
‘Kalau mama suka mengapa gak buat mama saja’Alvin
bebisik dalam hatinya dengan kesal.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa like, komen. Terimakasih.