
Sudah seminggu Maya pergi ke Jepang. Sebelum berangkat ke Jepang
dia tidak mau di dampingi oleh siapa saja karen bagi Maya pergi ke Jepang sudah
sering dia lakukan. Selain itu juga dia telah memiliki asisten pribadi atau
lebih bisa dikatakan sebagai orang kepercayaan Maya untuk mengurus bisnisnya di
Jepang.
Maya sebelum berangkat mengatakan bahwa dia berada di Jepang hanya
selama tiga hari karena urusannya tidaklah terlalu rumit di sana. Karena Maya
tidak segera pulang maka membuat kekhawatiran anak-anaknya yang ada di rumah.
Tak terkecuali Alvin.
Alvin mulai kebingungan karena dia sudah sangat rindu dan ingin
menyelesaikan permasalahannya dengan mamanya. ‘apa mama tidak mau pulang
gara-gara marah sama gue’ itulah pemikiran seorang Alvin. Mamanya juga tidak
mau mengangkat pangilan darinya.
Alvin ingin menyelesaikan masalahnya dengan mamanya, namun jika
panggilan darinya saja tidak diangkat bagaimana bisa dia menyelesaikan
masalanya. Mungkin kali ini Alvin harus minta tolong kepada kakaknya untuk
menjadi penengah diantara dia dan mamanya.
---
Elsa menunggu surat panggilan dari beberapa perusahan yang telah
dia lamar tapi sampai saat ini masih belum ada kabar. Dia sebenanya sudah mulai
jenuh menunggu pangilan pekerjaan. Namun Elsa percaya bahwa dia pasti akan
segera mendapatkan pekerjaan. Elsa hanya perlu bersabar karena buah dari
kesabaran adalah kebahagiaan.
Saat ini Elsa sedang berada di kamarnya, dia telah selesai mandi
pagi dan saat ini dia sedang bersiap-siap bekerja part time. Memang Elsa
telah bekerja namun ini adalah pekerjaannya untuk mengisi waktu luangnya. Elsa
menginginkan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi akademiknya yaitu desain
interior.
Saat dia berdandan dan duduk di depan cermin dia tiba-tiba
melamun. Dia teringat dengan tawaran Maya untuk bekerja diperusahaannya, namun
dengan syarat ikut ke Indonesia.
Maya mengajak Elsa karena memang perusahaan milik tante sedang
membutuhkan sarjana lulusan seperti yang dimiliki Elsa. Pertimbangan tante Maya
mengajak Elsa karena Elsa juga lulusan kampus yang lumayan bagus di Jepang.
Elsa saat ditanya untuk ikut kerja Maya di Indonesia sebenarnya
waktu itu dia langsung menolak. Tapi Maya tidak mau mendengarkan penolakan Elsa
saat itu, dia justru meminta Elsa untuk berpikir dan mendiskusikan kepada
keluarganya terlebih dahulu. Maya memberikan waktu dua hari untuk Elsa
berpikir.
Sebenarnya Elsa memang tidak mau kembali ke Indonesia. Tapi saat
tante Maya memberikan waktu dirinya untuk berpikir, Elsa justru dibuat bimbang.
Tante Maya juga mengatakan agar Elsa mencoba terlebih dahulu, nanti kalau Elsa
__ADS_1
ternyata tidak betah di Indonesia tante Maya memperbolehkan Elsa untuk kembali.
Dia kini harus memilih untuk ikut tante Maya atau tetap di sini.
Waktu yang diberikan oleh tante Maya sudah berjalan sehari, saat
ini masih ada waktu sehari untuk berpikir. Elsa menghadapi kebimbangan saat ini.
Dia akan membicarakan kepada ibu dan adiknya dengan tawaran yang diberikan oleh
tante Maya setelah pulang kerja nanti. Kalau dia berbicara pagi ini pasti akan
membutuhkan waktu yang lama untuk berdiskusi.
Akhirnya Elsa tersadar dari lamunanya ketika Miyaki sang adik
mengetuk pintu kamarnya untuk mengajak sarapan terlebih dahulu. Miyaki sekarang
telah berusia enam belas tahun dan sedang menempuh pendidikan sekolah menengah
akhirnya.
---
Elsa tidak terpengaruh dengan kebimbangan hatinya. Dia bekerja
secara profesiaonal. Ketika jam istirah berlangsung Elsa membuka layar hpnya
dan menemukan pesan yang tertulis nama pengirimnya adalah ‘Tante Maya’. Sontak Elsa
merasa kaget mengapa tante Maya mengirim pesan.
Pesan itupun dibuka lalu dibaca oleh Elsa ‘sayang bagaimana
kabarmu hari ini? Tante merindukanmu, tante sangat berharap kamu
mempertimbangkan tawaran dari tante. Jaga kesehatanmu. Tante menyayangimu.’ Elsa
membaca pesan itu lalu dia menghirup nafas dan mengeuarkan dengan kasar. Dia
mulai merasa gundah.
“Tante Maya sangat perhatian denganku. Dia juga baik. Ketika dia
memelukku di taman juga, dia terlihat tulus. Kehangatan yang diberikan kepadaku
pernah menangis seperti kemarin di depan ibu karena takut menambah beban dan
menyusahakannya. Mengapa dia langsung mengajakku untuk ikut dengannya. Apakah
ini tidak terlalu cepat, jika tante Maya langsung percaya kepadaku” guman Elsa
sambil menimbang-nimbang keputusannya.
Elsa mulai mengetik pesan balasan kepada tante Maya ‘kabar Elsa
baik tante. Elsa masih belum memiliki keputusan untuk saat ini. Semoga tante
sehat selalu. Jangan telat makan yaa tante nanti kalau sakit, Elsa juga ikut
sedih. Elsa juga menyayangi tante’
---
Keluarga kecil itu telah selesai menyantap makan malam. Secara
bersama-sama mereka membersihan meja makan. Setelah semuanya telah bersih Elsa
dan Miyaki duduk bersantai di ruang keluaraga sambil melihat televisi. Ibu
masih belum bergambung ditenga-tengah mereka karena sedang mempersiapakan
camilan buah untu dimakan. Ketika semua sudah berkumpul di ruangan itu Elsa
memulai membuka pembicaraa.
“bu... jika Elsa kerja jauh bagaimana?” dengan nada yang dibuat
sehalus mungin agar ibunya tidak kaget.
“maksud kamu gimana?”
“kakak mau kerja di mana memangnya?” Saut Miyaki
__ADS_1
Akhirnya Elsa menceritakan semua tawaran dari tante Maya. Elsa
juga menceriakan baiknya tante Maya. Elsa juga merasa tante Maya juga memiliki
niat yang tulus. Dia sebebnarnya juga mau saja untuk mengikuti tante Maya,
namun yang menjadi pertimbangan baginya adalan ibu dan adiknya. Karena harta
yang berharga bagi Elsa adalah mereka. Mereka adalah satu-satunya yang Elsa
miliki saat ini.
Harumi dan Miyaki hanya mengatakan bahwa mereka mendukung setiap
pilihan yang Elsa putuskan. Ibunya juga mengatakan bahwa Elsa jangan terlalu
memikirkannya dan adiknya karena di sini mereka tinggal dekat dengan keluarga
besarnya. Jadi jika ada sesuatu yang terjadi maka mereka akan dibantu oleh
keluarganya.
Ibunya juga berkata “jika kamu berada di sana, ibu juga merasa
senang. Karena ibu percaya kamu akan lebih sering mengunjungi peristiratan
ayahmu”. Ibu sebenarnya bukan bermaksud mengusir Elsa. Namun setelah kepindahannya,
keluarga kecil ini belum pernah berkunjung ke Indonesia. Jadi jika Elsa di saja
maka peristirahatan ayahnya akan terawat.
Mendengar perkataan ibunya Elsa merasa sesak didadanya. Tiba-tiba
dia menitihkan air matanya. Yang Elsa rasakan saat ini adalah dia rindu dengan
mendiang ayahnya. Ibunya menghampiri Elsa langsung memeluknya dan diikuti oleh
adiknya.
“tapi ibu sudah tua, Elsa tidak mau meninggalkan ibu. Ibu dulu
yang merawat Elsa ketika masih kecil. Masak Elsa tega meninggalkan ibu”
“ibu selalu menyayangi kamu
sampai kapanpun, apapun pilihan yang kamu putuskan ibu selalu berdoa agar kamu
selalu dilindungi oleh Tuhan dan kamu bahagia selalu” ucap ibu dengan suara
bergetar karena menahan air matanya yang akan mengalir. Namun pertahan ibu
akhirnya runtuh dan ibu juga menitihkan air matanya.
Setelah beberapa saat mereka menumpahkan perasaan mereka,
tiba-tiba miya memcahkan kesedihan.
“udah dong nangisnya, kalau
seperti ini Miya juga iku sedih kak. Mana dong senyum kalian Miya ingin
melihatnya ” Miya berbicara sambil tertawa halus untuk menghibur kakak dan
ibunya. Tak lupa dia juga memegang ujung bibir kakanya dan menariknya menjadi
sebuah senyuman.
“ini anak kurang ajar banget, kakak sama ibu itu sedang
menumpahkan perasaan. Ganggu aja kamu Miya.” Saut Elsa sambil melepas
pelukannya dari ibu dan melempar bantal sofa yang ada di sampingnya kepada
Miya.
Sebelum Miya menerima lemparan bantal sofa dari kakaknya dia
berhasil kabur dan bersembunyi di kamarnya.
Elsa telah mempertimbangkan semuanya. Akhirnya Elsa telah
menentukan pilihannya kali ini. Dia berharap semoga pilihannya kali ini adalah
__ADS_1
pilihan yang terbaik untuk semua belah pihak dan membawa kebahagiaan untuk
semuanya.