Story Of Elsa

Story Of Elsa
Episode 6


__ADS_3

Sudah seminggu Maya pergi ke Jepang. Sebelum berangkat ke Jepang


dia tidak mau di dampingi oleh siapa saja karen bagi Maya pergi ke Jepang sudah


sering dia lakukan. Selain itu juga dia telah memiliki asisten pribadi atau


lebih bisa dikatakan sebagai orang kepercayaan Maya untuk mengurus bisnisnya di


Jepang.


Maya sebelum berangkat mengatakan bahwa dia berada di Jepang hanya


selama tiga hari karena urusannya tidaklah terlalu rumit di sana. Karena Maya


tidak segera pulang maka membuat kekhawatiran anak-anaknya yang ada di rumah.


Tak terkecuali Alvin.


Alvin mulai kebingungan karena dia sudah sangat rindu dan ingin


menyelesaikan permasalahannya dengan mamanya. ‘apa mama tidak mau pulang


gara-gara marah sama gue’ itulah pemikiran seorang Alvin. Mamanya juga tidak


mau mengangkat pangilan darinya.


Alvin ingin menyelesaikan masalahnya dengan mamanya, namun jika


panggilan darinya saja tidak diangkat bagaimana bisa dia menyelesaikan


masalanya. Mungkin kali ini Alvin harus minta tolong kepada kakaknya untuk


menjadi penengah diantara dia dan mamanya.


---


Elsa menunggu surat panggilan dari beberapa perusahan yang telah


dia lamar tapi sampai saat ini masih belum ada kabar. Dia sebenanya sudah mulai


jenuh menunggu pangilan pekerjaan. Namun Elsa percaya bahwa dia pasti akan


segera mendapatkan pekerjaan. Elsa hanya perlu bersabar karena buah dari


kesabaran adalah kebahagiaan.


Saat ini Elsa sedang berada di kamarnya, dia telah selesai mandi


pagi dan saat ini dia sedang bersiap-siap bekerja part time. Memang Elsa


telah bekerja namun ini adalah pekerjaannya untuk mengisi waktu luangnya. Elsa


menginginkan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi akademiknya yaitu desain


interior.


Saat dia berdandan dan duduk di depan cermin dia tiba-tiba


melamun. Dia teringat dengan tawaran Maya untuk bekerja diperusahaannya, namun


dengan syarat ikut ke Indonesia.


Maya mengajak Elsa karena memang perusahaan milik tante sedang


membutuhkan sarjana lulusan seperti yang dimiliki Elsa. Pertimbangan tante Maya


mengajak Elsa karena Elsa juga lulusan kampus yang lumayan bagus di Jepang.


Elsa saat ditanya untuk ikut kerja Maya di Indonesia sebenarnya


waktu itu dia langsung menolak. Tapi Maya tidak mau mendengarkan penolakan Elsa


saat itu, dia justru meminta Elsa untuk berpikir dan mendiskusikan kepada


keluarganya terlebih dahulu. Maya memberikan waktu dua hari untuk Elsa


berpikir.


Sebenarnya Elsa memang tidak mau kembali ke Indonesia. Tapi saat


tante Maya memberikan waktu dirinya untuk berpikir, Elsa justru dibuat bimbang.


Tante Maya juga mengatakan agar Elsa mencoba terlebih dahulu, nanti kalau Elsa

__ADS_1


ternyata tidak betah di Indonesia tante Maya memperbolehkan Elsa untuk kembali.


Dia kini harus memilih untuk ikut tante Maya atau tetap di sini.


Waktu yang diberikan oleh tante Maya sudah berjalan sehari, saat


ini masih ada waktu sehari untuk berpikir. Elsa menghadapi kebimbangan saat ini.


Dia akan membicarakan kepada ibu dan adiknya dengan tawaran yang diberikan oleh


tante Maya setelah pulang kerja nanti. Kalau dia berbicara pagi ini pasti akan


membutuhkan waktu yang lama untuk berdiskusi.


Akhirnya Elsa tersadar dari lamunanya ketika Miyaki sang adik


mengetuk pintu kamarnya untuk mengajak sarapan terlebih dahulu. Miyaki sekarang


telah berusia enam belas tahun dan sedang menempuh pendidikan sekolah menengah


akhirnya.


---


Elsa tidak terpengaruh dengan kebimbangan hatinya. Dia bekerja


secara profesiaonal. Ketika jam istirah berlangsung Elsa membuka layar hpnya


dan menemukan pesan yang tertulis nama pengirimnya adalah ‘Tante Maya’. Sontak Elsa


merasa kaget mengapa tante Maya mengirim pesan.


Pesan itupun dibuka lalu dibaca oleh Elsa ‘sayang bagaimana


kabarmu hari ini? Tante merindukanmu, tante sangat berharap kamu


mempertimbangkan tawaran dari tante. Jaga kesehatanmu. Tante menyayangimu.’ Elsa


membaca pesan itu lalu dia menghirup nafas dan mengeuarkan dengan kasar. Dia


mulai merasa gundah.


“Tante Maya sangat perhatian denganku. Dia juga baik. Ketika dia


memelukku di taman juga, dia terlihat tulus. Kehangatan yang diberikan kepadaku


pernah menangis seperti kemarin di depan ibu karena takut menambah beban dan


menyusahakannya. Mengapa dia langsung mengajakku untuk ikut dengannya. Apakah


ini tidak terlalu cepat, jika tante Maya langsung percaya kepadaku” guman Elsa


sambil menimbang-nimbang keputusannya.


Elsa mulai mengetik pesan balasan kepada tante Maya ‘kabar Elsa


baik tante. Elsa masih belum memiliki keputusan untuk saat ini. Semoga tante


sehat selalu. Jangan telat makan yaa tante nanti kalau sakit, Elsa juga ikut


sedih. Elsa juga menyayangi tante’


---


Keluarga kecil itu telah selesai menyantap makan malam. Secara


bersama-sama mereka membersihan meja makan. Setelah semuanya telah bersih Elsa


dan Miyaki duduk bersantai di ruang keluaraga sambil melihat televisi. Ibu


masih belum bergambung ditenga-tengah mereka karena sedang mempersiapakan


camilan buah untu dimakan. Ketika semua sudah berkumpul di ruangan itu Elsa


memulai membuka pembicaraa.


“bu... jika Elsa kerja jauh bagaimana?” dengan nada yang dibuat


sehalus mungin agar ibunya tidak kaget.


“maksud kamu gimana?”


“kakak mau kerja di mana memangnya?” Saut Miyaki

__ADS_1


Akhirnya Elsa menceritakan semua tawaran dari tante Maya. Elsa


juga menceriakan baiknya tante Maya. Elsa juga merasa tante Maya juga memiliki


niat yang tulus. Dia sebebnarnya juga mau saja untuk mengikuti tante Maya,


namun yang menjadi pertimbangan baginya adalan ibu dan adiknya. Karena harta


yang berharga bagi Elsa adalah mereka. Mereka adalah satu-satunya yang Elsa


miliki saat ini.


Harumi dan Miyaki hanya mengatakan bahwa mereka mendukung setiap


pilihan yang Elsa putuskan. Ibunya juga mengatakan bahwa Elsa jangan terlalu


memikirkannya dan adiknya karena di sini mereka tinggal dekat dengan keluarga


besarnya. Jadi jika ada sesuatu yang terjadi maka mereka akan dibantu oleh


keluarganya.


Ibunya juga berkata “jika kamu berada di sana, ibu juga merasa


senang. Karena ibu percaya kamu akan lebih sering mengunjungi peristiratan


ayahmu”. Ibu sebenarnya bukan bermaksud mengusir Elsa. Namun setelah kepindahannya,


keluarga kecil ini belum pernah berkunjung ke Indonesia. Jadi jika Elsa di saja


maka peristirahatan ayahnya akan terawat.


Mendengar perkataan ibunya Elsa merasa sesak didadanya. Tiba-tiba


dia menitihkan air matanya. Yang Elsa rasakan saat ini adalah dia rindu dengan


mendiang ayahnya. Ibunya menghampiri Elsa langsung memeluknya dan diikuti oleh


adiknya.


“tapi ibu sudah tua, Elsa tidak mau meninggalkan ibu. Ibu dulu


yang merawat Elsa ketika masih kecil. Masak Elsa tega meninggalkan ibu”


 “ibu selalu menyayangi kamu


sampai kapanpun, apapun pilihan yang kamu putuskan ibu selalu berdoa agar kamu


selalu dilindungi oleh Tuhan dan kamu bahagia selalu” ucap ibu dengan suara


bergetar karena menahan air matanya yang akan mengalir. Namun pertahan ibu


akhirnya runtuh dan ibu juga menitihkan air matanya.


Setelah beberapa saat mereka menumpahkan perasaan mereka,


tiba-tiba miya memcahkan kesedihan.


 “udah dong nangisnya, kalau


seperti ini Miya juga iku sedih kak. Mana dong senyum kalian Miya ingin


melihatnya ” Miya berbicara sambil tertawa halus untuk menghibur kakak dan


ibunya. Tak lupa dia juga memegang ujung bibir kakanya dan menariknya menjadi


sebuah senyuman.


“ini anak kurang ajar banget, kakak sama ibu itu sedang


menumpahkan perasaan. Ganggu aja kamu Miya.” Saut Elsa sambil melepas


pelukannya dari ibu dan melempar bantal sofa yang ada di sampingnya kepada


Miya.


Sebelum Miya menerima lemparan bantal sofa dari kakaknya dia


berhasil kabur dan bersembunyi di kamarnya.


Elsa telah mempertimbangkan semuanya. Akhirnya Elsa telah


menentukan pilihannya kali ini. Dia berharap semoga pilihannya kali ini adalah

__ADS_1


pilihan yang terbaik untuk semua belah pihak dan membawa kebahagiaan untuk


semuanya.


__ADS_2