Story Of Neesi

Story Of Neesi
Neesi - Titik Balik


__ADS_3

Aku masih terisak di ruang tunggu depan UGD. Aku bingung dan takut jika kehilangan papa. Meski menurut ku papa tidak mensayangi ku sebanyak papa mensayangi adik ku, tapi papa selalu ada ketika aku merengek kesakitan ketika aku sakit gigi atau varises ku kumat. Akhirnya aku menchat grup jika aku tidak bisa ikut buka bersama karena papa ku masuk rumah sakit.


Aku punya sahabat bernama Rima yang telah aku anggap saudara sendiri. Tapi karena ego aku dan Rima hubungan kita tidak bisa dikatakan Sahabat lagi. Hubungan kita tidak seakrap dulu dan akhirnya kita saling menjauh bahkan pindah posisi tempat duduk di kelas. Tapi hanya dia orang yang tahu kehidupan ku sejauh seperti aku mengetahui kehidupannya, sehingga aku mencoba menghubunginya.


"Rim, papa ku kebakaran. Aku takut gimana ini Rim " Isi Chat sms ku ke Rima. lima menit, 15 menit bahkan hampir satu jam tidak ada balasan. Tapi chat ku di baca karena ada tanda centang dua hijau.


"Rim, aku bener-bener takut" aku mencoba chat Rima lagi. Dan lagi- lagi hanya di baca saja. Dan akhirnya aku mencoba telepon dan 5x telepon ku di matikan dan akhirnya yang ke 6x di angkat.


" Apa sih, Aku ini sedang les. Jangan ganggu dulu " Jawab Rima sebelum aku berbicara dan telepon di matikan.

__ADS_1


Aku kaget dengan perilaku Rima ke aku. Meski hubungan kita tidak sebaik dulu tapi.. ( tidak bisa berkata-kata). Apa aku salah ? Apa benar perilaku Rima ke aku. Apa aku egois karena memaksa Rima mendengar keluh kesah ku ketakutan ku ketika Rima les? 😭😔


Meski akhirnya Rima chat balik, tapi menurut ku seperti orang acuh. Bahkan chat teman-teman yang kurang dekat dengan ku lebih baik dari pada isi chat Rima terhadap ku. Apa aku hanya sensitif? Apa aku hanya persaan ku? Entalah.


Tidak Hanya Rima, Kak Jay yang orang aku harapkan dapat menenangkan ku juga seperti acuh tak acuh terhadap ku. Chat nya pun biasa saja. Dan lagi-lagi yang Chat Kak Jay aku duluan.


" Ya? " balas nya setelah kurang lebih satu jam an.


" Papa ku masuk Rs karena kebakar" chat ku. Aku juga bertanya-tanya dan mebodoh bodohi diri ku sendiri. kenapa? kenapa aku bilang ini kedia. Siapa dia? Siapa aku?

__ADS_1


" Hah, kok bisa? kebakar dimana? Kapan?" tanya Kak Jay.


" Di mall xx tadi pagi menjelang siang" balas ku.


" Yang sabar ya " Balasnya. Iya sudah begini isi chatnya. Meski dari chat ini aku mulai sms an lagi dengan Kak Jay tapi iya ini isi chat dia tentang kecelakaan papa ku. Apa mungkin harapan ku terlalu tinggi atau karena sudah lama aku tidak berkomunikasih dengan Kak Jay atau hanya perasaan ku.


Sepanjang minggu ini aku, mama, kakak, dan adik ku bolak balik ke Rs untuk bergantian menjaga papa. Alhamdulillah papa pulang tidak sampai seminggu sehingga dapat lebaran di rumah. Namanya juga orang sakit, Papa cerewet sekali. Menyuruh ini itu dan marah-marah tidak jelas. Aku jadi kasihan dengan mama yang selalu kena omelan papa.


Dan tanpa aku sadari kebohongan-kebohongan sudah terkuak di kejadian ini. Tapi lagi dan lagi aku tidak menyadarinya. Seandainya aku menyadarinya mungkin aku bisa menyelamatkan hidup ku dan keluarga ku. -Neesi, 2019-.

__ADS_1


__ADS_2