Story Of Neesi

Story Of Neesi
Neesi - Titik Balik 2


__ADS_3

Sekarang tahun 2014 dan tahun tersibuk dan terpenting buat aku. Yah, aku lulus SMA dengan kenangan yang tak begitu ingin aku ingat. Sekarang aku harus fokus membuka lembaran baru di kehidupan ku menjadi mahasiswi.


Setelah serangkaian tes, aku tidak lulus tes di fakultas yang aku inginkan yaitu fakultas Kedokteran di Universitas Negeri ataupun Swasta. Terkadang aku masih bingung kenapa aku ingin masuk Fakultas Kedokteran dengan otak seperti ini - Neesi,2019.


Dan akhirnya aku memutuskan untuk menunda satu tahun untuk memasuki kehidupan mahasiswi, bukan karena tidak ada fakultas atau jurusan lain yang tidak ada yang menerima ku tapi juga masalah ekonomi. Aku harus mengalah dengan adek aku, karena dia akan naik ke kelas 3 SMP. Meski adek ku sekolah di SMP Negeri tapi biaya daftar ulang dan lain-lain sangat mahal apalagi SMP adek ku adalah SMP Favorit. Tapi hal ini yang membuat aku menyesal, kenapa harus aku yang mengalah? - Neesi,2019.

__ADS_1


Banyak drama di tahun 2014 ini, dari aku gak kuliah ataupun ekonomi keluarga ku yang memburuk. Yang mengakibatkan uang tabungan ku untuk menambahi keperluan kuliah ku pun terpakai dan aku menyesalinya sekarang. -Neesi,2019.


Perlakuan keluarga ku tidak lah seindah dulu meski dulu juga gak indah he he he. Sering di marahi, di pisuhi, di olok-olok sudah hal biasa untuk ku.


"Kamu itu anaak gak tahu diri" kata papa suatu hari yang membuat aku menyadari aku bukan lah anak favoritnya lagi.

__ADS_1


Aku tidak bilang hidup ku seperti anak tiri yang di dongeng-dongeng yang di pukul atau di jahatin setiap hari. Enggak. Mereka baik, masih memberiku uang saku dan makanan tapi perlakuan mereka pada ku tidaklah sama seperti perlakuan mereka terhadap kakak dan adek ku.


Suatu saat ada pertikaian dirumah anatara papa dan mama entah mereka berbicara apa, tapi akhirnya aku menyadari dan mengerti apa yang mereka debatkan. Papa memiliki perempuan lain.


Hati ku begitu hancur, tapi mungkin tidak sehancur mama. pandangan ku terhadap papa atau laki- laki sudah berubah. Papa yang aku hormati dan sayangi meski papa kadang kasar pada ku tapi tidak pernah sejauh itu fikiran ku sampai papa berbuat sejauh itu. Malam semakin larut dan ku tertidur dengan sendirinya dengan mendengar isakan tangisan Mama yang menangis sambil di tenangkan kakak. Aku hanya berharap adek ku tidak mendengar karena aku takut itu tidak baik untuk kesehatan mentalnya. " Dia masih kecil " gumam ku.

__ADS_1


Kebodohan-kebodahan ku dan kejadian-kejadian yang terjadi di hidupku ini tidak membuat aku berfikir dengan cermat. Aku masih sama dan masih berharap tahun depan semua berakhir dengan aku menjadi mahasiswi di salah satu universitas yang bercita - cita tinggi dengan aku menjadi mahasiswi semua akan kembali normal dan aku akan menjadi anak yang di banggakan.


Rasanya jijik aku dengan pikiran ku dulu. Dengan aku berusaha keras menjadi mahasiswi dan menghabiskan seluruh uang tabungan ku untuk membuat keluarga ini baik-baik saja. Membuat akhirnya papa dan mama melihat jika hanya aku anaknya yang memikirkan untuk merelakan uang untuk kuliahnya tidak hanya demi papa mama tapi juga untuk saudaranya. Hanya untu mereka yaahh mama dan papa melihat ku menjadi anak baik. Dan akhirnya aku menyadari itu semua sia-sia karena tidak pernah terlihat bahkan di ujung mata mama papa. Aku mengasihani mu Neesi, diriku yang dulu. -Neesi,2019.


__ADS_2