
-2014-
Aku tidak bisa tidur, mama papa bertengkar entah apa yang mereka bertengkarkan tapi satu yang pasti aku yakini dari pertengakaran itu "wanita dan uang".
Aku memaksakan diri untuk memejamkan mata berharap aku segera terlelap, tapi usaha ku sepertinya sia-sia. Aku masih mendengar tangisan mama dan geraman marah papa. "apa yang harus aku lakukan " gumamku dalam hati. Dan berharap Kakak ku mendegar dan melerai mereka atau cepatlah pagi datang. Dan aku memilih harapan yang kedua yaitu cepat datangnya pagi, karena harapan yang pertama adalah salah satu harapan yang akan selalu menjadi harapan.
Akhirnya subuh pun tiba. Aku memutuskan keluar kamar dan pura-pura tak mendengar apapun yang telah aku dengar dan memutuskan bersiap-siap karena ini adalah hari wisuda ku. Yaa aku lulus SMA.
__ADS_1
Tidak ada makan bersama atau ucapan selamat untuk ku. Hari ini sama seperti hari-hari sebelumnya. ahh tidak ini hari lebih buruk dari pada yang sebelum-sebelumnya kareana hari ini aku WISUDA , TIDAK TIDUR, dan MENDENGAR semuanya. Lengkap sudah.
Waktu sudah menunjukan pukul 7.10 tapi orang tua ku masih mbulet (lelet lah maksudnya aku juga bingung mau jelasinnya gimana) aja padahal acara wisuda ku dimulai jam 8. Dan akhirnya aku memutuskan diantar lebih dulu oleh kakak ku. Ternyata yang datang hanya Mama, mana papa ku ini atau mana kakak dan adik ku ini. Udalah tidak usah dicari.
Seperti biasa di acara wisuda foto-foto dengan riangnya tanpa mengetahui bahwa neraka kehidupan telah menanti mereka. Ya termasuk aku juga tidak menyadari pada saat itu. Tertawa dengan bahagianya dan menganggap ini awal yang baik untuk hidup ku. Memalukan. -Neesi,2019-
Setelah itu semua, aku di jemput oleh kakak dan adik ku dan langsung menuju rumah. ya rumah. Tidak ada makan bersama. Hari itu berakhir seperti itu. Tidak ada yang spesial. Dan aku memutuskan untuk tidur siang. Berharap memimpikan yang aku inginkan.
__ADS_1
"ahhh siapp" jawabku.
Aku menuju lantai atas untuk menjemur pakaian yang tadi di cuci mama. Lalu melanjutkan cuci piring yang menumpuk. entah piring-piring siapa ini. Yang jelas piring ku tidak ada ditumpukan ini. Sedih.
"ma, laper" rangek ku ke mama.
" ya makan" jawab mama ku simple. yasih bener juga kalau laper ya makan. Aku makan seperti biasa di dalam kamar. Keluarga ku tidak pernah makan bersama kalau di rumah. kalau di rumah akan menuju ke kamar masing-masing. kadang kadang aja di ruang tv, mungkin hanya mama dan adik ku kalau aku ya bisa dianggap juga diruang tv karena ruang tv tepat di depan kamar ku. Kalau kakak ku akan di kamarnya seharian turun-turun kalau laper dan keluar rumah. Papa? kerja sampai malem. semoga saja itu benar.
__ADS_1
Hari-hari ku sama sangat sama. tapi tahun inilah permulaan yang membuatnya hari biasa menjadi lebih biasa dan tahun tahun kemudian semakin biasa biasaa dan lalu menjadi rumit rumit lalu menjadi hari yang mungkin tidak terbayang. Seharusnya pada saat itu aku harus harus harus banyak bersyukur. karena tahun tahun yang akan datang lebih menerjang dan membuat ku mengingat lebih baik terjebak di hari biasa itu. -Neesi,2019-
Bersambung