
Setelah percakapan ku dengan Tripu, aku sudah tidak pernah berkomunikasi dengan Kak Jay. Meski Kak Jay chat menanyakan kenapa akhir-akhir ini aku tidak pernah balas chat atau menghindar darinya di sekolah (menghindar dalam artian jika mata kita bertemu aku langsung memalingkan muka. FYI aja aku dan Kak Jay tidak pernah bertegur sapa di sekolah berbeda dengan Rati).
" Nees, akhir-akhir ini kamu sama Kak Jay gak pernah sms an ya?" Tanya Rati pada ku ketika di kelas.
"Iya, kok tahu?" Jawab ku.
" Iya Kak Jay tanya aku kenapa akhir-akhir ini kamu gak pernah bales chat nya " Jawab Rati
" ohh " Jawab ku singkat.
" Kamu kenapa sih tiba-tiba?" Tanya Rati.
" Gak papa kok, cuma akhir-akhir ini males aja main Hp" jawab ku. Sebenarnya Rati ingin tetap bertanya tapi pelajaran jam pertama sudah di mulai sehingga Rati kembali ke tempat duduknya.
Singkat cerita aku dan Kak Jay sudah tidak pernah berkomunikasi lagi sejak saat itu. Lagian Kak Jay juga sepertinya tidak terlalu penasaran lagi dan sekarang dia sibuk dengan ujian nasional nya.
__ADS_1
31 Juli 2013
Hari ini masih bulan Ramadhan dan seminggu lagi sudah Hari Raya Idul Fitri. Sehingga aku dan teman SMP ku berencana untuk buka bersama. Tetapi ketika aku sampai rumah dari sekolah, grup chat lagi ramai membicarakan kalau salah satu Mall sedang terbakar.
" Wah ma mall xx kebakar" ucap ku ke mama yang jalan memasuki rumah.
" kok bisa? " tanya mama.
" Gak tahu ma" jawab ku.
" kenapa ma, kenapa?? " tanya kakak sambil menenangkan mama.
" papa kak, papa kebakar " jawab mama dengan isak tangis. Ternyata kebakaran di mall xx terjadi di resto papa aku kerja dan papa ku salah satu korbannya.
Tidak banyak fikir, aku, mama, kakak dan adik ku langsung menuju RS tempat papa ku di rawat. Ketika sampai di UGD sudah banyak rekan-rekan papa kerja dan semuanya langsung memandang kita ketika kita baru sampai.
__ADS_1
" Mbak, yang sabar ya. Ayo saya antar ke Pak Bambang " ucap Tante Eni rekan kerja papa sambil menuntun mama ke tempat papa.
" Pak Bambang tidak kenapa-kenapa kan En.. " Tanya mama berlinang air mata.
" Di bilang tidak kenapa- kenapa juga gak mbak, tapi masih bisa di tolong " Jawab Tante Eni. Aku, Kakak, dan Adik ku mengekor di belakang Tante Eni dan Mama untuk melihat papa.
Keadaan papa begitu memprihatinkan dengan perban di seluruh muka dan badannya. Aku,mama,kakak dan adik ku langsung menangis dan papa terbata-bata berbicara " Papa baik-baik saja, sudah jangan menagis ".
Lalu aku, adik, dan Tante Eni keluar karena didalam UGD banyak orang dari keluarga-keluarga korban yang lain sehingga aku dan adik memberikan ruang untuk mereka dan mama. Ketika aku keluar papa sedang berbisik pada kakak yang entah apa yang dibisikan papa.
" Neesi yang sabar ya, untunglah papa tidak terlalu parah luka bakarnya sehingga tidak membahayakan hidupnya " ucap Tante Eni menenangkan ku dari isakan tangis ku.
" Iya tante" Jawab ku masih terisak.
Dari sinilah titik balik kehidupan ku di mulai, bukan hanya kehidupanku tapi kehidupan keluarga ku. -Neesi, 2019-.
__ADS_1
Bersambung