
" hiks.... huhu... " H****a menangis pelan biarpun sebenarnya dia sudah tahu apa yang dialami oleh sud tapi mendengar dari sud sendiri itu sedikit menyayat hatinya gimana tidak sud menceritakan itu tanpa ekspresi.
" apa semenyedihkan itu ya hidupku? " sud tertawa kecil.
" aku benar benar prihatin dengan hidupmu sebelumnya " Dewi kematian itu mengusap air matanya.
" jadi bagaimana apakah aku akan ke surga atau ke neraka ? " sud bertanya pada sang Dewi kematian
" kau tidak akan masuk ke duanya " menjawab dengan masih mengusap air mata
" hah......? " sud kebingungan
" kau akan berinkarnasi di dunia yang telah ku atur " sang Dewi melanjutkan
" dunia apa itu? apakah tempat yang sama seperti duniaku? "
" tidak kalau di jelaskan dunia ini sama seperti dongeng dongeng yang ada di dunia mu "
" maksudmu dunia sihir " sud membelalakkan matanya tidak percaya
__ADS_1
" Yap, tapi sebelum itu aku punya hadiah untuk mu " sang Dewi mendekat pada sud.
sud melihat sang Dewi mendekat padanya tapi ntah kenapa tubuhnya tak bisa di gerakkan dan hanya mulutnya saja yang bisa bergerak
" tunggu apa yang ingin kau la.... " perkataan sud terhenti Helena mencium bibirnya sud yang awalnya berusaha menjauh akhirnya menerima ciuman helena, lidah mereka beradu saling cercok setelah selesai tampaklah air liur yang lengket pada mulut mereka berdua.
" apa itu tadi ? " akhirnya badan sud bisa di gerakkan dia sedikit mundur ke belakang
" itu adalah hadiah dari ku, dan aku juga telah menghadiahkan sebuah segel untukmu " sang dewi menambahkan.
" hadiah ku adalah ciuman? dan segel apa maksud semua itu ? " kepala sud berdenyut memikirkan semua perkataan sang Dewi.
" hais.....kau ini memang lelet ya, hadiah yang ku maksud bukan hanya ciuman tapi juga kekuatan yang sudah kutanam sebenarnya ada banyak cara menanamkan kekuatan di tubuhmu hanya saja aku menciummu untuk menandakan kau adalah milikku dan kau harus menemui ku lagi dengan keadaan hidup saat hari itu tiba aku akan menjadi milik mu dan menjadi pasangan mu selamanya dan tentang segel itu adalah segel pengekang apabila kau mencintai orang lain selain aku, segel itu akan bereaksi seperti terbakar sampai sampai kau ingin mati karna rasa sakitnya " sang Dewi menyelesaikan penjelasannya.
" kalau kau ingin tahu nanti kau harus menemui ku kau harus berjuang kau bisa anggap ini adalah cambukan untukmu agar kau bisa secepatnya bisa menemui ku nanti " sang Dewi mengatakan
sud terdiam sebenarnya bukannya sud tidak punya perasaan terhadap helana hanya saja sud adalah seorang manusia sedang kan helana adalah Dewi tidak masuk akan bagaimana bisa mahluk mortal dan immortal bersatu setelah memikirkan panjang akhirnya sud membukan suara
" bagaimana cara aku mahluk mortal menjadi immortal seperti mu? " sud bertanya pada sang Dewi denagan muka serius dia tidak ingin perasaan Dewi yang ada di depannya sirna begitu saja dia ingin membalas Dewi dengan cara menjadi mahluk immorta dan menjadi pasangan sang Dewi.
__ADS_1
Helena tersenyum akhirnya sud sadar apa yang di maksud olehnya
" caranya aku tak bisa memberi tahu mu hanya saja nanti akan ku beri petunjuk untuk melakukannya " sang Dewi mengatakan
sud menghela napas ini akan menjadi perjalanan panjang baginya dia tersenyum manis ke arah sang Dewi , sang Dewi mukanya sedikit berwarna merah dan menundukkan kepalanya karna malu mukanya ngeblsh Karana melihat senyum sud.
Helena menarik nafas dalam dan menatap lagi muka sud
" bolehkah aku meminta sesuatu sebelum kau pergi ? " sang dewi memasang muka memelas.
" selagi aku sanggup akan menurutinya " sud percaya diri
" maukah kau menemaniku sebentar di sini ? " Dewi itu mengatakan sambil memegang tangan sud
" baiklah.... " sud akhirnya duduk di lantai berwarna putih walaupun sebenarnya seluruh ruangan ini berwarna putih yang berbeda hanyalah kursi singgasana sang Dewi.
akhirnya sang Dewi berdiri dari singga sananya dia pergi ketempat sud duduk dan duduk di sampingnya. sud hanya tersenyum kecil melihatnya dia mengelus kepala Helena pelan Helena tidak menolak dia menerima bahkan menikmati setiap elusan sud. sud membaringkan kepala Helena di pangkuannya dia masih tetap mengusap lembut kepala sang Dewi kematian ( Nih orang greget bat kepala Dewi kematian santai aja di Elus kaya Elus kucing ).
tak terasa waktu yang sudah lama berlalu sang Dewi telah tidur di pangkuan sud menurut sud wajahnya imut saat tidur dengan kulitnya seutuhnya berwarna putih walaupun dingin belum lagi bibir berwarna merah muda yang menggoda dan rambut panjangnya berwarna putih terang dan juga bandana hitam yang ada di rambutnya sud memandangi wajah sang Dewi secara lekat sebuah ntah kenapa ada sebuah perasaan yamg terpendam di hati sud yang awalnya dia ingin menjadi pasangan sang Dewi karna ingin membalas Budi sekarang dia ingin menjadi pasangan sang Dewi untuk menjaga senyuman yang ada di wajah sang Dewi sud menatap lekat wajah sang Dewi sampai dia tertidur dalam posisi duduk.
__ADS_1
helena source google