
Trang... Trang.... Trang.. besi dan besi saling berbenturan dan pedang dan pedang saling beradu. ya ayah dan anak ini sedang melakukan latihan pagi walaupun matahari hari telah menjulang tinggi.
" baiklah nak kita cukupkan latihannya untuk hari ini... hah... hah... hah.... ". ayah cranel thenzo berkata sambil terengah-engah.
" Baik lah jika ayah yang memaksa " cranel menyimpan pedangnya.
" kau sangat hebat dalam ilmu pedang dalam pelatihan 2 tahun kau sudah mampu membuat ayah kewalahan "sang ayah telah mengatur kembali nafasnya
" hah.. hah... hah... tidak tidak ayah masih menahan diri hah.... , apabila ayah serius aku akan kalah dalam 2 jurus hah.. hah... " cranel masih belum bisa mengontrol nafasnya.
ayahnya tidak menjawab hanya tersenyum mendengar perkataan anaknya. gimana tidak cranel adalah anak dari seorang grand Duke thenzo igara pendekar pedang hebat kerajaan dan anak dari penyihir nomor satu kerajaan innara igara.
__ADS_1
sebenarnya kasus cranel ini agak spesial atau bisa di bilang bakat langka di mana dia bisa menggunakan pedang dan juga sihir di mana rata rata orang akan menggunakan pedang atau hanya mengandalkan sihir saja tapi cranel bisa menggunakan pedang dan sihir walaupun latihan lebih beratt dari pada biasa.
" baiklah nak, setelah makan siang nanti istirahatlah terlebih dahulu sebelum melanjutkan latihan sihir bersama ibumu " ayahnya mengingatkannya.
" tidak ayah.... setelah makan siang aku mau ke perpustakaan ingin membaca lebih banyak " cranel tidak menyetujui perkataan ayahnya.
" ugh.... kau sama saja seperti ibumu apa enaknya membaca? itu membosankan " ayah sud menghela nafas pelan
" hahaha..... " sud tertawa mendengar perkataan ayahnya, memang ayahnya tidak suka membaca dia membaca hanya dokumen yang di anggapnya penting selebihnya ibulah yang mengurusnya.
setelah sampai tampaklah seorang wanita yang duduk dan tersenyum kearah mereka ya itu adalah innara. keluarga itu makan dengan tenang hanya saja ada yang aneh ntah kenapa ayah dan ibunya senyum senyum malu.
__ADS_1
" ayah, ibu ada apa kenapa kalian senyum senyum begini " karna tak tahan menanyakannya juga
" hehe.... cranel anakku, apakah kau mau mempunyai seorang adik ? " ibunya mengatakan dengan kepala tertunduk seperti gadis yang ingin di lamar, ayahnya juga hanya saja kepala ayahnya sedikit terangkat untuk melihat cranel.
" seorang adik...? " air menetes dari mata cranel perlahan
" nak kenapa kau menangis ? " ayahnya panik melihat cranel menangis, ibunya juga mereka mengira anaknya ini tidak ingin seorang adik.
" tidak ayah, ibu aku sangat ingin mempunyai adik " mengelap air matanya dan menjawab dengan anggukan lantang
ayah dan ibunya mendengar itu sangat bahagia mereka pun memeluk cranel dengan senyuman lebar cranel yang merasakan itu berjanji dalam hati apa pun yang terjadi sampai dia bisa menepati janji pada sang Dewi dia ingin membahagiakan keluarganya ini terlebih dahulu.
__ADS_1
**balik lagi bersama saya akhirnya update lagi, sebenarnya saya lagi lomba, selama Januari sampai dengan April saya sebenarnya sibuk dengan lomba tapi mesti saya usahakan UPP supaya tidak mengecewakan yang baca.
terimakasih yang selama ini yang sudah membacaaaf kalau gramer saya buruk dan penggunaan bahasa kurang bagus dan terimakasih juga yang sudah like. sampai jumpa chap depan**