Struggle Becomes God

Struggle Becomes God
kelahiran kembali


__ADS_3

saat sud bangun sud berada di sebuah ruangan berwarna hitam. dia melihat ke semua arah dan hasilnya sama, sampai dia melihat sebuah secercah cahaya terlihat sud berusaha berjalan mencapainya, awalnya sud dapat berjalan makin lama ruangannya makin sempit sampai dia merangkak untuk menggapainya dan akhirnya dia dapat keluar dari ruangan gelap itu.


sud memerjapakan matanya berkali kali untuk menyesuaikan cahaya di mata dan dia melihat ada seorang wanita menggendonya dan dia melihat keseliling dia mendapati berada di sebuah rumah gaya Eropa kelasik di mana di tengah ruangan terdapat foto seorang pria dan wanita berdampingan.


" kenapa tidak menangis? " suster yang menggendong sud, susuter itu menepuk nepuk bokong sud berkali kali sampai merah tapi hasilnya tetap sama.


' kenapa kau memukul ku sakit tahu, heh apa yang terjadi pada ku kenapa suara ku tak bisa keluar dan mengapa tubuhku sulit di gerakkan ' sud berkata dalam hati sampai dia melihat ke kaca di samping dia berubah menjadi bayi


' ooh.... jadi ini maksudnya terlahir kembali ' sud sekarang mengerti maksud sang Dewi.


" boleh ku lihat anakku? " tanya wanita yang terbaring lemas di tempat tidur.


sud melihat seorang wanita terbaring di tempat tidur dan dia bisa menyimpulkan bahwa wanita inilah yang melahirkannya. awalnya sang susuter ragu atas permintaan itu tapi akhirnnya menurutinya.


" selamat datang di dunia ini anakku mulai saat ini nama mu ada cranel igara " sang wanita tersenyum walaupun badannya lemas dia tetap tersenyum.


' heh.... apa ini kenapa aku menangis ' air mata mulai keluar makin lama makin deras sampai sud nangis terisak Isak tidak mulai sekarang namanya adalah cranel igara.


setelah semua kejadian itu datanglah seorang pria yang cukup muda berbadan kekar datang kedalam ruangan air matanya meleleh saat melihat wanita yang menggendong seorang bayi pria itu mendekat dan memeluk ibu dan anak itu


" siapa nama anak kita sayang ? " sang pria bertanya


" cranel igara...... " sang wanita tersenyum


" cranel Inara mulai dari sekarang kau akan menjadi harta kami yang paling berharga " pria berotot itu mengatakan itu sambil menggendong cranel


4 bulan kemudian


setelah 4 bulan berlalu kini yang cranel tahu kedua orang di depannya ini adalah kedua orang tuanya sang ibu bernama innara igara sedangkan sang ayah bernama thenzo igara.


" Bu... bubu.... " cranel sedang berusaha mengatakan sesuatu


" lihat lah sayang cranel sedang berusaha mengucapkan sesuatu "

__ADS_1


" benarkah itu coba lihat kan pada ayah nak apa yang ingin di ucapkan "


" Bu.... bubu..... ibu......" cranel mengulanginya lagi tetapi kali ini berhasil


suami istri itu terdiam mendengar kata pertama yang keluar dari mulut anaknya sampai sang ayah thenzo igara mulai mengangkatnya dengan tinggi dan meneriakan kebahagiannya


" cranel bisa mengucapkan kalimat pertamanya " sang ayah tersenyum lebar


mendengar teriakan itu ketiga pembantu yang ada segera berlari menuju tempat majikannya dan menatap cranel dengan mata berbinar


" benarkah itu tuan, tuan muda berhasil mengucapkan kata pertamanya " ke tiga pembantu melihat cranel yang di gendong oleh thenzo


" benar.... caranel coba tunjukkan kepandaianmu " sang ayah berkata sambil menepuk pelan bokong cranel


" ibu.... bubu " cranel mencoba berbicara lagi


" wah tuan muda hebat dia jenius, dapat mengungkapkan kata pertama pada umur 4 bulan " ke tiga pembantu takjub


1,8 tahun kemudian


" tuan muda, ini waktunya makan siang " Liliana salah satu pembantu mengingatkan sud


" baiklah mbak Liliana " cranel berdiri dan berjalan menuju ruang makan di ikuti oleh Liliana di belakang


sesampai di ruang makan terlihat ayah dan ibu cranel lagi duduk di meja sedang menunggu kedatangannya.


" selamat ulang tahun sayang " ibunya berdiri memeluknya dan sesekali menciumnya.


" selamat ulang tahun ya nak " sang ayah juga mengucapkan hanya saja di masih duduk di meja makan.


" terimakasih ayah, ibu.... " cranel tersenyum gembira.


mereka melanjutkan makan seperti biasa, posisinya sang ayah berada di paling depan meja sedangkan ibu dan anak makan saling berhadapan.

__ADS_1


" ayah, ibu boleh kah aku meminta sesuatu untuk hadiah ulang tahun ku? " cranel menatap orang tuanya


ayah dan ibunua terdiam mendengar perkataan sud bukan karna marah atau apa pun mereka terkejut karena terakhir kali anaknya ini meminta sesuatu adalah saat berumur satu tahun permintaanya pun tergolong aneh untuk anak seusianya dia meminta di ajarkan membaca.


" apa itu cranel? semuanya pasti akan ibu turuti " ibunya menyahut


" iya, apa itu cranel " sang ayah melanjuti


" aku ingin di ajari sihir dan pedang! " cranel mengatakan dengan semangat


" ibu tidak menyetujuinya, kau boleh meminta apa pun sayang kecuali yang berbahaya " ibunya melarang keras


" tapi ibu...... " cranel berusaha membujuk memakai muka memelas


" muka memelas tidak akan berpengaruh pada ibu " sang ibu membuang muka


" ibu.... ku mohon..... kali ini saja..... " cranel pantang menyerah


ibunya yang mendengar putra anak semata wayangnya terus memohon akhirnya tidak tahan lagi dan menghela nafas, sang suami yang melihat istrinya yang luluh akibat putranya hanya tertawa pelan karna melihat sifat istrinya.


"hah.... baiklah kau boleh mempelajarinya " ibunya akhirnya pasrah juga dan menyerh mendengar permohonan putranya terus menerus.


" ibu akan mengajari mu sihir, sedangkan ayah mu akan mengajari mu berpedang " ibunya mengatakan


" cranel nanti tidur lah cepat nanti kita akan bangun pagi untuk bersiap latihan bersama ayah " ayahnya berpesan


cranel hanya mengangguk senang dan dia segera berjalan menuju kamarnya dengan rasa suka cita setelah sampai di kamar telah ada seseorang menunggu


" mbak liliana sedang apa di kamar ku ? " cranel bertanya dengan memiringkan kepala


"aku di minta nyonya untuk membacakan dongeng untuk tuan muda " Liliana menjawab


" tidak terimakasih mbak, aku tak menyukai dongeng "

__ADS_1


" baiklah.... " Liliana pergi ke luar kamar dan menutup pintunya dan segera setelah itu cranel tidur untuk persiapan latihan pagi


__ADS_2