Suami Kejamku Seorang Mafia

Suami Kejamku Seorang Mafia
Bab 02. Lucas Di Negara B


__ADS_3

" Setelah sampai di ruangan Justin langsung menghubungi anak buahnya untuk menyiapkan jet pribadi milik Lucas.


" Hallo siapkan jet pribadi milik tuan Lucas untuk keberangkatan ke Negara B besok pagi dan pastikan keamanannya juga harus ketat " kata Justin kepada salah satu anak buahnya lewat telepon


" Baik tuan Justin akan saya siapkan " Ucap anak buahnya


" Bagus, kerjakan dengan rapi jangan sampai ada kekurangan dan kesalahan karena nyawa kamu jadi taruhannya kalau sampai semuanya belum siap dalam waktu cepat " kata Justin dengan nada penuh penekanan


" Setelah Justin menutup telponnya tidak lama kemudian telponnya berbunyi ternyata dari Si Tuan Dingin. Justin sudah biasa menyebutkan Lucas tuan dingin krn sikapnya yang jarang ramah dan tersenyum


" Hallo tuan " Justin siap-siap sekarang kita pulang lebih awal karena saya mau istirahat buat persiapan tenaga besok pagi " Baik tuan " kata Justin


" Keesokan hari Lucas bersama Justin serta beberapa anak buahnya berangkat ke Negara B. Setelah melalui beberapa jam akhirnya rombongan Lucas sampai ketempat tujuan yaitu Negara B

__ADS_1


" Tuan kita langsung ke perusahaan atau mau istirahat ke Penthouse dulu " kata Justin


" Kita ke Penthouse dulu besok pagi baru ke perusahaan untuk membasmi serangga yang ada di perusahaan " kata Lucas yang terdengar menyeramkan bagi Justin


" Baik tuan " Kata Justin


" Kini rombongan Lucas dan Justin serta anak buahnya sudah sampai di Penthouse milik Lucas.


" Justin setelah urusan perusahaan selesai saya mau kamu siapkan gadis untuk saya bersenang - senang di Negara B, Kamu tau seperti apa gadis yang aku mau " Kata Lucas sekalian berjalan menuju kamarnya


Bagi Justin sudah biasa menyiapkan seorang gadis untuk tuannya yang hanya ingin bersenang - senang karena Justin tau kalau tuannya tidak pernah mau terikat dengan seorang wanita di sebabkan trauma di masa lalu.


" Rumah sakit Dira duduk didekat tempat tidur bibiknya mereka sedang berbicara.

__ADS_1


" Dira kesini dekat bibik, bibik mau bicara " Kata bibik Dira yang sudah bagun tidur


" Baik bik " Sekalian Dira berjalan menuju ketempat bibiknya yang terbaring sakit


" Bibik mau bicara apa sama Dira atau bibik mau makan biar Dira siapkan " Kata Dira pada bibiknya


" Tidak Dira bibik hanya ingin bicara sama Dira, nanti kalau bibik pergi untuk selamanya Dira harus jadi gadis yang kuat dan sabar dalam menghadapi segala cobaan hidup karena bibik percaya Dira pasti bahagia bersama laki-laki yang bisa bertanggung jawab buah hidup Dira nanti " Kata bibik Dira yang memberi pesan dan nasehat kepada Dira


" Bibik jangan bicara seperti itu Dira yakin bibik bisa sembuh, Dira akan berusaha mencari pekerjaan tambahan biar uangnya cepat terkumpul dan bibik bisa cepat operasi " Kata Dira diiringi dengan air matanya yang terus keluar


" Tolong jangan memaksakan diri kamu Dira bibik sudah ikhlas dengan penyakit bibik karena bibik sudah tidak mau membuat kamu terbebani karena harus kerja demi pengobatan bibik" Kata bibik Dirik yang ikut menangis


" Bik Dira tidak merasa dibebani oleh bibik karena Dira melakukannya dengan ikhlas dan hanya bibik keluarga yang Dira punya di dunia ini " Ucap Dira sekaligus memeluk bibiknya yang terbaring di tempat tidur

__ADS_1


" Sudah jangan nangis lagi nanti cantiknya hilang " Ucap bibik Dira sekaligus tersenyum kepada keponakan yang sangat dia sayangi


__ADS_2