
Dira bingung kenapa bisa berada di sebuah kamar besar nan menawan, padahal seingatnya ia berada di stasiun.
" Aku dimana sekarang " kata Dira di dalam hati
" Kamu sudah bagun" tanya Lucas kepada Dira dengan nada suara yang tinggi
" Ka kamu " Ucap Dira dengan suara terbata - bata
" Ternyata kamu masih ingat sama aku ya sayang" jawab Lucas dengan membelai pipi Dira
" Jangan main sentuh aku karena kamu bukan siapa aku " Bentak Dira kepada Lucas
" Kamu wanita murahan jangan sok suci di pegang saja tidak mau tapi kalau pakai uang baru kamu mau " kata Lucas dengan mencekik leher Dira
Dira hanya mampu menahan sakit di lehernya sekaligus berusaha melepaskan cekikan Lucas. Sakit hati pasti dirasa Dira karena perkataan hinaan Lucas pada dirinya
" Le,,,,paskan sa ya mohon" kata Dira dengan terbata - bata akibat cekikan Lucas
Akhirnya Lucas melepaskan cekikkan nya karena melihat Dira sudah hampir kehabisan nafas
" Kamu tetap diam di kamar ini karena kamu sekarang peliharaan saya " kata Lucas pada Dira dan Lucas pun keluar kamar
Dira hanya menangis karena hidupnya yang penuh dengan cobaan
" Tuan besok pagi kita akan kembali apakah nona Dira ikut " tanya Justin kepada Lucas karena Justin melihat kalau tuannya seperti menyukai wanita yang ada di dalam kamar tersebut
Lucas tampak berpikir apakah membawa Dira atau meninggalkan nya
" Kita bawa saja wanita itu takut nya dia hamil kan jadi susah nanti kalau aku tinggalkan " jawab Lucas
__ADS_1
" Baik tuan " jawab Justin
Di dalam kamar Dira berpikir gimana caranya ia bisa kabur dari dari rumah orang asing tersebut
" Kenapa banyak sekali penjagaan di rumah ini mana orang nya seram - seram " kata Dira yang sedang berdiri di dekat jendela
" Kamu lagi ngapain di dekat jendela, apa kamu pikir bisa kabir dari sini " kata Lucas dengan suara yang menurut Dira sangat menakutkan
Dira berbalik dan melihat orang asing sudah ada di dalam kamar. Dira merasa tegang dan katakutan bahkan badannya bergetar
" Saya mohon tuan lepas kan saya, apa salah saya kepada tuan " tanya Dira dengan tubuh yang gemetaran
" Salah ya kamu karena membawa benih saya " jawab Lucas dengan berjalan mendekat kepada Dira
Dira melihat Lucas berjalan mendekatinya dengan spontan Dira berjalan mundur untuk menghindari Lucas
" Kamu tidak akan bisa lepas dari saya " kata Lucas dengan memeluk Dira
" Tuan lepaskan saya " Dira terus memberontak berusaha melepaskan pelukan Lucas
Lucas menegang karena Dira terus bergerak sebab dari tadi dia berusaha menahan hasrat. Lucas juga bingung kenapa setiap ia melihat Dira hasratnya selalu saja timbul dan susah rasanya untuk ia kendalikan.
" Saya bisa lepaskan kamu asalkan satu ronde di ranj*ng ku yang empuk ini " kata Lucas dengan terus memeluk Dira
" Tidak " Jawab Dira dengan suara yang keras
Mendengar Jawaban Dira Lucas langsung naik pitam dan menyeret Dira ke ranjang dan langsung mencium bibir Dira dengan buasnya.
Dira terus berusaha melepaskan dirinya tapi apakan daya karena tenaganya tidak mampu untuk melawan Lucas
__ADS_1
Setelah di dekat ranjang Lucas membanting Dira ke kasur empuknya dan merobek paksa pakaian dira. Lucas sudah di landa kabut nafsu birah*nya melihat Dira yang sudah polos seperti bayi. Hampir dua jam Lucas menggempur Dira di kasur empuknya dan jangan ditanya keadaan Dira sekarang sudah lemas dan tidak bertenaga
" ahhhh rasanya nikmat sekali sayang " kata Lucas dengan diiringi mengeluarkan benih-benihnya kepada Dira
Dira tidak berkata apa karena yang ia rasakan sekarang sakit di sekujur tubuhnya dan rasa lelah yang luar biasa
Melihat Dira yang kelelahan karena ulahnya Lucas jadi merasa bersalah
" Kamu istirahat dan tidur lah nanti aku bangunkan saat jam makan malam " kata Lucas yang memeluk Dira dan mencium kening Dira
Dira tidak berkata apa dan menerima perlakuan Lucas kepadanya karena dia sudah tidak mampu lagi untuk hanya sekedar bicara
" kenapa aku jadi seperti ini " ucap Lucas dalam hati karena dia bingung kenapa kasihan dan merasa bersalah melihat Dira yang kelelahan
Keesokan harinya Dira di kejutkan karena merasa ada tangan di perutnya. setelah membuka mata benar ternyata ada di atas perutnya dengan perlahan - lahan Dira mengangkat tangan itu tapi orang yang punya tangan ternyata bangun.
" Kamu sudah bagun " kata Lucas
Dira hanya diam tidak menjawab
" Sekarang kamu bersihkan dirimu habis kita makan siang " kata Lucas kepada Dira dan Lucas bagun langsung mengendong Dira seperti ala bridal menuju kamar mandi
Setelah mandi dan berganti pakaian yang sudah disiapkan oleh Lucas. Dira langsung disuruh makan siang karena makanan sudah ada di dalam kamar
" Tuan apa tujuan tuan mengurung saya dan memperlakukan saya seperti ini dan dimana saya sekarang " tanya Dira dengan suara lirih
" kamu sekarang berapa di Negara X tepatnya sekarang kamu berada di rumah saya " jawab Lucas
Dira terkejut kenapa ia bisa berada di Negara X
__ADS_1
" Tapi kenapa saya tidak ingat kapan naik pesawat " tanya Dira dengan wajah bigung
" Ya gimana mau ingat kamu habis bertempur denganku lalu tidur seperti orang mati saja jadi aku gendong naik jet dan sampai datang ke rumah ini kamu masih tidur " Jawab Lucas