
Setelah lama berpikir akhirnya Dira memutuskan untuk menerima tawaran dari Bella. Dira pun masuk keruangan bibiknya dengan langkah yang berat karena Dira tahu kalau bibiknya tau pasti akan marah besar tapi keputusan Dira sudah bulat karena dia ingin bibiknya cepat sembuh.
Dira duduk di kursi dan langsung melakukan chat kepada Bella untuk memberi tahukan bahwa dia menerima tawaran uang diberikan oleh Bella.
" Hai Bella ini saya Dira, saya terima tawaran yang kamu berikan " Kata Dira kepada Bella lewat chat hpnya
" Oh Dira, kebetulan sekali malam ini ada orang penting yang minta saya buat dicarikan wanita untuk menemani dia selama di Negara kita " Balas Bella kepada Dira sekaligus memberi tahukan bahwa sudah ada orang yang minta dicarikan wanita.
" Apa dia orang Asing " Tanya Dira kepada Bella
" Ya dia orang Asing, jadi kamu siap - siap jam tujuh malam aku jemput kamu di rumah sakit " Balas Bella
" Baik Bella nanti kalau kamu sudah di depan rumah sakit kasih tahu aku aja " Balas Dira
Setelah chat dengan Bella selesai Dira dilanda kecemasan serta ketakutan. Dira menangis dalam diam dia berpikir kenapa nasibnya begitu buruk dan kapan kebahagiaan itu datang kepadanya.
Di restoran setelah selesai makan siang Justin memberi tahukan kepada Lucas bahwa pesanannya sudah ia siapkan.
" Tuan saya sudah siapkan wanita untuk tuan malam ini " Kata Justin memberitahukan kepada Tuannya
" Bagus, kalau begitu kita langsung pulang ke Penthouse saja karena saya mau istirahat buat persiapan nanti malam " Jawab Lucas
" Baik Tuan " Jawab Justin
Diperjalanan menuju pulang ke Penthouse Justin sudah merasa ada yang mengikuti mobil mereka.
" Tuan sepertinya ada yang coba - coba mengikuti kita " Kata Justin
Lucas juga sudah mengetahui kalau mobil yang ditumpanginya ada yang mengikuti tapi dia tetap tenang.
" Tidak masalah Justin, sekarang kamu cari arah jalanan yang sepi buat habisi semut kecil itu " Perintah Lucas kepada Justin
" Baik tuan " Jawab Justin
Setelah menemukan tempat yang pas untuk menghabisi semut kecil Justin memberhentikan mobil di tepi jalan. Para penguntit pun ikut berhenti karena mereka sudah tidak sabar ingin menghabisi lawan mereka. Padahal mereka tidak tahu seperti apa kekejaman Lucas
" Hai kalian menyerah lah " Kata Salah satu penguntit dengan nada suara yang meremehkan Lucas dan Justin. Padahal mereka tidak tahu kalau Lucas punya banyak anak buah bayangan yang selalu siap menjaganya.
Lucas keluar dari mobil dengan gagah berani dan di ikuti Justin juga keluar dari mobil.
" Sebelum aku habisi kalian semua lebih baik pergi dari sini " kata Lucas dengan nada suara dingin dan sorot mata yang tajam
" ha ha ha ha, Bilang saja kalau kamu takut kepada kami kan " ucap para penguntit dengan sekaligus tertawa
Tidak lama kemudian para anak buah Lucas pun datang dan para penguntit jadi sedikit ketakutan.
" Kalian semua habisi mereka sekarang " perintah Lucas kepada anak buahnya
Terjadilah baku hantam antara anak buah Lucas dan si penguntit sedangkan Lucas dan Justin hanya melihat saja. Dalam hitungan menit para penguntit dapat di lumpuhkan oleh anak buah Lucas.
" Siapa yang menyuruh kalian untuk mengusik saya " ucap Lucas kepada salah satu penguntit dengan memegang kepala penguntit tersebut
" Saya tidak akan kasih tau Anda karena kami sudah dibayar mahal " Kata si pengguntit dengan wajah yang meringis menahan sakit akibat di tarik rambutnya oleh Lucas
__ADS_1
Dor
Dor
Dor
Tiga tembakan Lucas berikan kepada si pengguntit yang ada dihadapannya
" Bunuh meraka semua dan kamu Justin lakukan penyelidikan siapa dalang di balik semua ini " Perintah Lucas kepada anak buahnya dengan terus berjalan menuju mobil
" Baik Tuan " Jawab Justin
Setelah masuk di kedalam mobil Justin langsung memberitahukan kepada Tuannya bahwa Bambang sudah mati.
" Tuan pak Bambang sudah tewas kecelakaan dan ini videonya " Kata Justin dengan memberitahukan bahwa Bambang si tukang korupsi sudah tewas kecelakaan dan langsung meninggal ditempat
" Bagus dia pantas mendapatkan kematian yang mengerikan seperti itu " Ucap Lucas
Hampir setengah jam perjalanan akhirnya Lucas sampai ke Penthouse.
" Tuan jam lapan malam nanti kita ke hotel dimana wanita itu menunggu " kata Justin untuk mengingat tuannya
" Baik " Jawab Lucas dengan terus menuju kamarnya
Sedangkan di rumah sakit Sarah sudah berada di dalam ruangan bibiknya Dira karena tadi siang Dira menghubunginya minta tolong jagain bibiknya
" Dira kamu mau kemana sudah rapi seperti ini " tanya Sarah kepada Dira
" aku mau kerja Sar makanya tadi aku telpon kamu mau minta tolong jagain bibikku " Jawab Dira dengan nada ragu karena Dira tidak mau Sarah tau apa pekerjaannya
" Itu aku tadi di minta tolong sama temen aku untuk jagain keponakannya malam ini karena orang tuanya lagi pergi keluar Negeri " Jawab Dira dengan membohongi Sarah karena Dira tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya pekerjaan apa yang ia dapatkan
" Sejak kapan kamu punya teman selain aku Dira " Tanya Sarah, sebab Sarah tau kalau Dira orangnya tidak mudah untuk berteman dengan orang lain
" Oh itu teman baru aku dan aku kenal dia selama jagain bibik, dia baik kok orangnya " Jawab Dira penuh keyakinan karena Dira tidak mau Sarah curiga dengannya
" Syukurlah kalau begitu aku jadi tenang, aku pikir kamu kerja yang aneh - aneh " Ucap Sarah
" Ya gak lah walaupun aku butuh uang tidak mungkin aku kerja yang aneh - aneh " Jawab Dira dengan nada serius
" Sar aku titip bibikku ya malam ini karena aku baru bisa pulang besok pagi " Ucap Dira dengan nada sendu karena rasanya berat untuk meninggalkan bibiknya tapi keputusan Dira sudah bulat dan tidak mungkin ia mundur lagi
" Ya Dira ku sayang " jawab Sarah
Setelah Dira berpamitan kepada Sarah, Dira langsung pergi karena Bella sudah menunggu di depan lobi rumah sakit
" Maaf ya jadi lama menunggu " Kata dira kepada Bella
" Oh tidak apa - apa " Jawab Bella
" Apakah kamu sudah siap Dira " Tanya Bella kepada Dira karena Bella ingin memastikan kalau Dira tidak berubah pikiran
" Sudah Bella " Jawab Dira
__ADS_1
" Ok kalau begitu kita pergi ke suatu tempat dulu untuk mengubah penampilan kamu Dira " Kata Bella
" Baik " Jawab Dira karena dia sudah pasrah dengan keputusan yang sudah ia ambil
Kurang lebih setengah jam akhirnya Bella dan Dira datang ketempat yang maksud. Bella dengan semangat mengubah penampilan Dira biar keliatan lebih cantik dari sebelumnya. Setelah selesai mengubah penampilan Dira Bella langsung menuju hotel yang sudah di pesan olah pelanggannya.
" Dira kita sudah sampai kalau kamu malu dengan pakaian yang seksi itu kamu bisa pakai jaket ini tapi nanti setelah di dalam kamar hotel harus di lepas ya dan bayaran kamu akan kamu terima setelah semuanya selesai " Kata Bella dengan sekaligus menjelaskan kepada Dira
" Baik Bella " Jawab Dira dengan suara lirih dan dalam hati Dira dia benar - benar merasa takut karena ini pertama baginya
Dalam hitungan menit Dira dan Bella sudah sampai di dalam kamar hotel tersebut dan Bella menyuruh Dira untuk menunggu dengan duduk di tepi ranjang kerena orang Asing tersebut belum datang
" Dira saya pergi dulu " Pamit Bella pada Dira karena Bella hanya mengantar Dira saja
" Ya " jawab Dira
Setelah Bella memastikan Dira sudah benar berada di kamar hotel, Bella langsung menghubungi Justin bahwa pesanannya sudah siap
" Tuan wanita itu sudah di hotel sekarang " Kata Justin memberitahukan kepada Lucas
" Baik kita berangkat sekarang " Jawab Lucas
Tidak lama kemudian Lucas dan Justin datang ke hotel dan langsung menuju kamar yang sudah di sediakan
" Ya sudah kamu bersenang - senang juga " Kata Lucas
" Baik tuan kalau begitu saya permisi " Jawab Justin
Disaat Dira merasa tegang dan ketakutan, Dira mendengar langkah kaki seseorang berjalan menuju ranjang tempat ia duduki
" Nama kami siapa " Tanya Lucas dengan tanpa basa-basi dan dengan nada suara tinggi
" Na - di ra " Jawab Dira dengan suara terbata - bata dan terus menundukkan kepalanya serta meremas ujung pakaiannya
" Nama yang cantik " Kata Lucas
" sekarang kamu berdiri saya mau lihat wajahmu dan tubuhmu " Perintah lucas kepada Dira dengan suara yang tegas
Dira pun langsung berdiri dengan kaki yang bergetar karena merasa ketakutan. Sekian detik Lucas terpana melihat kecantikan wajah Dira dan melihat kulit Dira yang putih bersih serta lekuk tubuh Dira yang di balut dengan pakaian yang seksi. Lucas memerintahkan Dira untuk melepaskan pakaian
" Kamu mendekat lah dan lepaskan pakaian saya " Perintah Lucas kepada Dira dengan suara dingin
Dira melangkah mendekat ke arah Lucas dengan perasaan yang bercampur aduk, Dira dikejutkan dengan Lucas menarik tangannya dan langsung membantingnya ke ranjang
" Saya tidak suka melihat orang sok jual mahal, dasar j***ng tidak tau diri " Kata Lucas karena geram melihat Dira yang seperti tidak mau melayaninya
Harga diri Dira makin hancur dan tidak tanpa sadar air matanya keluar karena merasa terhina dengan sebutan yang di kaya orang Asing tersebut
Lucas melihat air mata Dira makin merasa benci karena baginya wanita sama saja sok jual mahal padahal kenyataannya sudah biasa melayani pria hidung belang.
Dengan tidak sabar Lucas merobek pakaian Dira dan akhirnya terjadilah pergulatan panas antara kedua anak manusia itu.
Dira pasrah dan hanya bisa menangis menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya terutama di bagian int**nya karena ini pengalaman pertama bagi Dira. Sesekali Dira menjerit kesakitan karena rasa sakit yang ia rasakan sebab Lucas melakukan nya dengan cara yang kasar dan tanpa ada kelembutan sama sekali.
__ADS_1
Setelah merasa tidak tahan lagi akhirnya Lucas menyemburkan benih - benihnya dan beberapa kali Lucas mencapai puncak nirwana. Sekarang Lucas sudah terlelap mungkin karena lelah bermain dengan Dira yang hampir semalam sebab bagi Lucas tubuh Dira sangatlah jadi candu untuknya. Beda dari Lucas yang dirasakan Dira saat ini adalah hancur dan jadi wanita yang kotor. Tubuhnya merah - merah penuh dengan tanda kepemilikan Lucas. Dira memaksakan dirinya untuk bangun dan bersandar didinding ranjang sekaligus mengamati wajah laki - laki yang sudah mengambil mah kotanya.
Akhirnya Dira memaksakan dirinya berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan badannya. Setelah selesai mandi Dira menuju meja rias dan mengambil cek yang diberikan Lucas, ternyata cek tersebut berisi uang yang sangat besar bagi Dira. Di satu sisi Dira senang akhirnya bibiknya bisa melakukan operasi tapi dia juga sangat sakit karena hidupnya sudah hancur