
pagi ini cuaca cukup cerah untuk mereka yang ingin pergi berjalan jalan, tapi tidak dengan seorang gadis yang baru saja mengganti status nya menjadi nyonya zayn saputra wijaya, terlihat dia masih terlelap di atas kasur empuk hotel.
" huaa, udah jam berapa sekarang, aku bangun ke siagan" sambil mengucek ngucek mata menghilangkan rasa kantuknya
" jam 07:15, kalau bangun tidur mulutnya gak usah dibuka besar besar sampai gajah bisa masuk" jawab zayn dengan nada mengejek
" eh tuan, sejak kapan tuan disini" sambil menarik selimut menutup tubuhnya.
" hahahaha ngapain kamu narik selimut, kamu fikir aku bakalan tergoda sama kamu hahaha" masih dengan senyum ejekanya.
" cepat bangun kita sarapan sama sama, setelah itu aku antar kamu kerumah" memasang wajah dinginnya lagi
" baik tuan" langsung bergegas ke kamar mandi.
mobil yang di kemudikan pj sudah memasuki gerbang rumah mewah tersebut, terlihat penjagaan disini sangat ketat, kalau ada pencuri yang masuk belum tentu bisa keluar hidup hidup hehehe..
di samping zayn, anisa masih takjub dengan rumah yang ada di hadapannya dengan halaman yang super luas dan pemandangan yang indah, dia terlihat seperti gadis kampungan yang baru sampai dikota.
__ADS_1
" tutup mulut kamu, jangan bikin aku malu di hadapan para pekerjaku" kata zayn
" maaf tuan" anisa
dari kejauhan terlihat dua orang perempuan menunggu untuk menyambut mereka, mereka pernah bertemu di hotel kemarin walau tidak berbincang banyak menurut anisa mereka adalah orang yang ramah mereka adalah ibu dan adiknya zayn.
"zayn, akhirnya kalian sampai juga" kata mami
" iya mi, zayn permisi mau langsung ke kantor, sarah kamu anterin dia ke kamar" perintah zayn yang langsung di protes oleh maminya.
"kenapa harus sarah yang nganterin, seharusnya kamu dong lagian ngapain sih ke kantor kamu kan baru kemaren nikah" protes mami
"baik mas, ayo, mbak nisa sarah tunjukin kamar mbak " berlalu sambil menggandeng tangan anisa.
" udah mbak gak usah peduli sama sikap nya mas zayn yang dingin kayak kulkas itu, kita cuek bebek aja hahaha" kata sarah
" iya, untung ada kamu jadi mbak ada temannya" sambil melangkah riang.
__ADS_1
mereka menaiki tangga dan memasuki kamar yang super mewah.
" wah ini kamar buat mbak" tanya anisa tidak percaya.
" iya mbak ini kamar mas zayn otomatis ini kamar mbak juga" sarah
" oya , baju buat mbak sudah ada di lemari mbak bisa periksa kalau ada yang kurang mbak bisa beritahu mbak ara" jelas sarah
" mbak aran? siapa dia" tanya anisa bingung
" mbak ara dia itu adalah kepala pelayan yang ngurus keperluan rumah mbak" jelas sarah yang membuat anisa ngaguk ngaguk mengerti.
" ya udah, ayo kita keluar biar sarah ajak keliling rumah" sarah
" ayo" mereka kembali melangkah keluar, meninggalkan kamar mewah tersebut, anisa sangat takjub melihat kemegahan rumah yang akan di tinggalinya mulai hari ini.
sarah juga menunjukan kamar nya, kamar mami juga perpustakaan sekaligus ruang kerja zayn, mereka juga kerumah belakang tempat para pekerja yang lain tinggal rumah tersebut terbagi dua, satu untuk lelaki dan satu lagi untuk perempuan, sarah langsung mengenal kan anisa kepada seluruh pekerja agar mereka mengenal istri dari tuan zayn saputra wijaya...
__ADS_1
note: buat mamanya zayn saya ubah panggilan nya menjadi mami biar mudah membedakan antara maminya zayn dan mama tirinya anisa... terimakasih