Suamiku Berhati Dingin

Suamiku Berhati Dingin
bab 03


__ADS_3

saat baru masuk kedalam ruko anisa dikaget kan dengan teriakan sahabat sakaligus partner nya bekerja.


"ANISAAAA" teriak ririn keras sambil berlari senang sambil langsung memeluk anisa.


"apaan sih rin,teriak teriak" kata anisa heran sambil menatap ririn yang baru saja melepas pelukannya.


"nisa nisa nisa kamu tau gak, barusan aku terima telpon pelanggan katanya dia mau pesan 70 baju lagi nisaa" sambil tersenyum bahagia.


"eh benerah ni rin" tanya anisa tidak percaya sambil menatap ririn.


"iya nisa, masak aku bohong sih" sambil memeluk anisa lagi, dan mereka kini lompat lompat sambil berpelukan dan tertawa...


"ayo kita langsung siapin" kata anisa


"siap boss" sambil mengankat tangan menberi hormat sambil tertawa

__ADS_1


ririn adalah sahabat anisa sejak sd, mereka akrab dan selalu duduk sebangku saat sekolah, kalau pihak sekolah memasuk kan mereka ke kelas yang berbeda, anisa dan ririn akan langsung menangis tanpa rasa malu, jadinya mereka selalu satu kelas dan bangku.


ririn lahir di keluarga sederhana tapi di mendapat banyak kasih sayang berbeda dengan anisa yang lahir di keluarga kaya tapi kurang kasih sayang.


"rin, ayo pulang udah sore ni" kata anisa


"iya ni, ayo" sambil bergegas merapikan barangnya.


sesampainya dirumah, anisa langsung masuk ke kamarnya, kamar anisa terletak yang paling ujung dan lebih kecil dari kamar lain.


"iya mbak" sambil berdiri di hadapan laura.


"pakaiin aku kutek dong,itu di kaki" sambil menunjuk kaki dengan matanya .


"oo iya mbak" langsung bergegas memakaikan karna mama tiri nya sudah melototinya

__ADS_1


"eh tapi yang rapi ya! awas kalau sampe belepotan" sambil mengepal kan tangannya di muka anisa.


"iya mbak" jawab nya pasrah.


dia cuma bisa pasrah saat mereka memerlakukan diri nya seperti pembantu, karna kalau anisa melawan mereka mengancam akan menghancurkan semua barang milik ibunya termasuk taman kecil di belakang rumah mereka, tapi tanpa segaja anisa menyenggol kutek milik laura hingga tumpah.


"ANISAAAA" pekik laura dengan suara tertahan, tangannya langsung mengambil bantal sofa dan memukul punggung anisa dengan keras.


"aaaa sakit mbak sakit, anisa minta maaf, nisa gak segaja mbak" sambil memegang kaki laura, papa dan mamanya cuma melihat tanpa berkata apa apa.


setelah puas laura berhenti dan duduk istirahat sedang kan anisa langsung berlari memasuki kamar nya sambil menangis, mungkin sakit badan nya tidak seberapa dibanding sakit hatinya saat melihat papanya acuh tidak peduli dengan kelakuan laura padahal dia adalah anak kandungnya...


"huhuhuhu" suara tangis gadis malang dibawah bantal tidurnya dan kemudia duduk bersandar ditempat tidur, dan mengambil sebuah foto dan mendekap kan di dada nya...


"ma kalau mama masih ada pasti semua gak kayak gini, papa udah gak sayang nisa ma, papa sekarang berubah, dirumah ini gak ada yang sayang anisa, nisa rindu mama, nisa rindu banget sama mama, nisa pengen peluk mama nisa pengen ikut mama aja nisa udah gak kuat disini, ini bukan seperti rumah bagi anisa huhuhu... "masin mengadu pada sebuah foto dalam pelukan nya yang selalu jadi sumber semangat nya, tanpa terasa mata nya semakin berat dan rasa ngantuk pun hinggap di matanya gadis malang itu,dia sudah tertidur walau pun sesekali terdengar suara isakan...

__ADS_1


__ADS_2