
Pagi ini matahari tidak secerah kemarin, sepertinya semalam langit juga ikut bersedih atas ratapan gadis malang itu
Pagi ini seperti biasanya anisa membantu si mbok di dapur, si mbok yang sedari tadi sudah memperhatikan anisa.
" Non mata non nisa kenapa bengkak begitu? Tanya si mbok penasaran
"Gak papa kok mbok" Anisa menjawab sambil tersenyum
"Non gak lagi menyembunyikan sesuatu dari si mbok kan? Si mbok sudah sangat penasaran.
" Gak kok mbok nisa gak papa, cuma semalam nisa rindu sama mama makanya nisa sedikit nangis semalam" Masih sambil tersenyum.
" Yang sabar ya non, mama non pasti sudah tenang di alam sana, kalau non rindu sama mama non kan bisa ziarah ke kubur mama non" mbok berusaha menghibur majikan kesayangan nya
Di meja semua sarapan tanpa megeluarkan satu patah kata pun cuma detingan piring dan sendok yang saling beradu, setelah selesai sarapan semua kembali beraktifitas seperti biasanya
__ADS_1
Di ruko anisa sedang menghitung barang yang baru sampai sedangkan ririn sibuk menpacking barang yang akan mereka kirim, di ruko cuma mereka berdua yang bekerja karna ruko tidak terlalu sibuk jadi mereka tidak menperkerjakan karyawan lain
" Nisa ayo kita makan siang, udah laper ni" Rengek ririn sambil menarik tangan anisa
" ya udah ayo kita makan siang dulu, setelah itu baru kita selesaikan pekerjaan yang lain.
sementara itu di sebuah ruangan di perusahaan besar suasana sedang tegang, bagaimana tidak ruangan tersebut sudah penuh dengan lembaran kertas yang berserakan di lantai.
"apa kalian tidak punya ide lain hah" dengan nada kesal nya" kenapa kalian berani membawa sampah tidak berguna ini kedalam ruang meting, kalian mau saya pecat sekarang juga"dengan nada tinggi bercampur marah.
"kami akan perbaiki secepatnya tuan, tolong maafkan kami" dengan kepala yang menunduk
" baik lah kami ini aku maafkan kalian, tapi sekali lagi kalian berani membawa sampah seperti ini kehadapan ku kalian akan tanggung sendiri akibatnya" kata yang sederhana tapi mampu membuat orang yang mendengarnya menciut ketakutan.
"terima kasih tuan, terima kasih banyak atas kebaikan tuan" sambil mengambil kertas yang berserakan dilantai yang di lempar boss nya tadi.
__ADS_1
siapa yang tidak kenal dengan zayn saputra wijaya, putra dari bapak handoko wijaya yang sering wara wiri di layar tv, dia adalah presdir di perusahaan terbesar se asia, zayn dikenal dengan wajah tampannya yang nyaris sempurna itu. tetapi juga berhati dingin dan kejam, dia tidak akan mengampuni sedikit pun kesalahan yang di lakukan orang,
yang selalu setia di sampingnya, sekertaris yang berwatak sama seperti zayn, memiliki badan kekar dan juga tampan, berhati dingin dan jauh lebih kejam apa bila menyangkut dengan keselamatan tuan nya, dia biasa di panggil pj tidak ada yang tau siapa nama asli atau nama lengkapnya dia adalah lelaki misterius yang selalu ada didekat zayn dimana pun iya berada.
" tuan, sudah waktunya anda pulang" pj mengingat kan boss nya yang suka lupa waktu.
"eemm, baiklah ayo kita pulang,nanti kamu urus semua kekacauan tadi" zayn bicara datar seperti biasanya.
didalam mobil zayn cuma bersandar di kursi sambil menbaca proyek proyek yang akan dia ambil.
sudah beberapa lama akhirnya mereka sampai didepan gerbang rumah besar dan super mewah, rumah ini memiliki halaman yang super luas, di belakang rumah terdapat kebun yang luas untuk menanam sayur dan buah untuk bahan dapur, dirumah ini hampir semua bahan dapur langsung di tanam dan dipetik di kebun, dan sebuah danau buatan yang sangat indah menbuat pemandang jauh lebih sempurna...
hai teman teman jangan lupa vote like dan komen ya karna ini novel pertama saya...
terimakasih banyak๐๐๐
__ADS_1