
sore itu terlihat seorang gadis berjalan tergesa gesa memasuki rumah, anisa pulang terlambat hari ini karna banyak sekali pekerjaan di tokonya.
"wah, udah berani pulang terlambat kamu ya" kata mama yang membuat anisa langsung berhenti.
"maaf ma, tadi ada banyak pekerjaan di toko" jawab anisa sambil menunduk kan kepala.
"alasan!!! paling kamu habis keluyuran sama teman kamu yang sama kampungan nya sama kamu" hardik rianti dengan nada tinggi.
" benar ma, nisa gak bohong" jawab anisa masih membela diri.
"ooo sudah berani menjawab kamu ya, mau aku hukum kamu hah" dengan nada yang makin kesal.
" apa apaan sih" fahri berdiri di tangga.
"mama ngapain marahin anisa, emang dia salah apa ma? tanya fahri.
" kamu gak liat di pulang udah
malam hah, pasti dia abis keluyuran kemana mana" jawab rianti dengan nada sinis.
" mama apa apaan coba, mungkin dia lagi banyak kerja kali ma" sambil memandang anisa" udah sana naik istirahat" perintah fahri, anisa langsung berjalan menaiki tangga, dia melirik papanya yang asik menonton sedari tadi tanpa memedulikan anisa yang dari tadi di fitnah oleh istrinya.
selama ini memang mas fahri yang selalu membela anisa, tapi anisa tetap tidak nyaman dengan tingkah fahri yang kadang berlebihan dari se orang kakak, fahri adalah laki laki yang cukup tampan, sekarang dia kerja di perusahaan milik pak surya papanya anisa.
__ADS_1
di tempat lain dirumah mewah tersebut semua orang sudah duduk rapi didepan meja makan, tidak ada satu orang pun yang berani menyentuh makanan selagi big boss belum turun, tak lama zayn melangkah keluar kamar di ikuti pj di belakangnya, saat sampai di meja makan pj langsung menarik kursi untuk tuan nya.
" silahkan tuan" pj
"eeemmm" zayn dengan wajah es balok nya
semua makan tanpa ada yang bicara, pj juga makan dengan cepat tidak mau tuannya mendahului dirinya.
" mas pj" panggil sarah adik satu satunya zayn.
" iya nona" sambil membalik kan badan nya menghadap sarah.
" mas besok sarah mau jalan jalan bareng teman sarah, boleh gak? bertanya penuh harap.
" ah, mas pj masak bawa pengawal sih, sarah pergi sebentar kok sama temen, lagian teman sarah cewek semua mas"memasang wajah memelas berharap pj akan mengijinkan nya
" kalau nona ingin pergi harap taati peraturan, kalau tidak silahkan tinggal dirumah, permisi nona" jawab nya datar tapi penuh dengan ancaman.
pj berjalan menuju perpustakaan dimana tuan nya berada.
" ada apa pj" tanya zayn saat pj masuk.
" nona sarah minta izin untuk keluar bersama teman nya tanpa membawa pengawal tuan" jawab pj sambil menunduk.
__ADS_1
" trus kamu jawab apa" zayn
" saya cuma bilang nona harus membawa pengawal kalau keluar rumah, kalau tidak silahkan tinggal dirumah, cuma itu tuan" pj
" bagus, kamu jangan lepasih dia tanpa pegawal, aku gak mau kejadian dulu terulang lagi" kata zayn tegas
" baik tuan"pj
sedangkan sarah jalan lemas ke arah kamar mamanya.
" ma boleh sarah masuk"
" iya nak" suara mamanya didalam kamar.
" kenapa wajah kamu udah kayak kain yang belum di setrika begitu " tanya mama nya heran
" biasa ma sarah gak bisa keluar ngumpul sama teman, karna mas pj gak ngijinin,
mas pj keterlaluan banget" menunjukkan wajah kesal nya di hadapan mamanya.
" oo gitu, ya kita mau bilang apa itu peraturan zayn kita cuma bisa nurut aja , daripada nanti dia marah" sambil membelai rambut anak bungsunya
"huh, nyebelin banget sih" masih cemberut di pangkuan mamanya.
__ADS_1
dan mereka curhat tentang nasib mereka sampai tengah malam, setelah itu sarah langsung kembali kekamar untuk tidur.