Suamiku Disukai Banyak Wanita

Suamiku Disukai Banyak Wanita
Prolog


__ADS_3

Pagi ini seorang gadis cantik keluar dari kamarnya mengenakan dress hitam selutut, dan heels berwarna merah gelap, rambut sebahunya ditata sedemikian rupa hingga terlihat cocok sekali dengannya, gadis ini elegan sekali. Menghampiri meja makan untuk sarapan bersama.


Gadis itu adalah Nina, Nina adalah tipikal orang yang terlihat pemilih, pendiam, dan terkesan angkuh padahal sifat itu jauh sekali dari dirinya.


Tepatnya Nina merasa kurang nyaman jika terlalu banyak omong, takut omongannya tanpa sengaja menyakiti perasaan lawan bicaranya.


"Segeralah menikah, teman-teman papa udah punya cucu semua" ucap kepala keluarga ditengah keheningan, tidak ada yang menyahut hanya suara garpu dan sendok yang beradu.


"Iya Na, mama juga iri kalau ikut arisan teman-teman mama pada bawa cucunya" gerutu mamanya.


Nina sebenarnya juga ingin-ingin saja menikah, tapi masalahnya siapa yang harus Ia nikahi gebetan saja tidak punya, pacar tidak punya, apalagi calon suami sama sekali belum terlihat hilal jodohnya itu.


Beberapa kali Nina juga mengikuti trik supaya cepat mendapatkan pacar dari Rena—temannya, Namun tetap saja nihil.


Ia juga sempat mengikuti kencan buta disalah satu aplikasi yang ada di ponsel, namun setelah pulang lelaki itu malah berkata bahwa dirinya terlihat angkuh tidak seperti wanita hangat itu katanya.


Kadang Ia merasa bingung, apa ada yang salah dengan nya, padahal setiap kali Ia bercermin Ia selalu cantik Nina bingung sekali.


"Turunkan tipe cowok mu Na" ucap papanya yang melihat Nina sudah selesai sarapan.


"Ihh papa aku juga gak mau kali jomblo sampe nenek-nenek" gerutu Nina.


"Ya iya itu makanya spek cowokmu itu terlalu tinggi" ucap papanya yang kini mulai menyemil tempe goreng sisa sarapan tadi.


"Emang papa mau punya mantu buluk"


"Ya gak yang buluk juga kali" ledek papanya.


"Udah ah aku mau keluar, mau cari cowok" pamit Nina membuat papa dan Mama nya yang melihat cukup bergidik ngeri.


"Gimana mau dapet cowok, penampilan mu itu kaya mafia ya mereka pada takut" omel mamanya.


"Ihh mama ini tuh fashion cewek berkelas" ujar Nina sambil mengibaskan rambutnya.


"Papa yang liat aja takut, ngeri banget ya ma" kini mereka tertawa bersama.


Kenapa kedua orang tuanya selalu saja meroasting pakaiannya, padahal kan dari dulu

__ADS_1


dia sudah seperti ini.


Nina adalah anak tunggal, Papanya bernama Van Edwin. Papanya seorang Presdir dan perusahaannya pun terbilang besar.


Sedangkan Mamanya bernama Ranti, Ia putri dari seorang wali kota.


Inilah mengapa Nina tumbuh jadi seorang wanita yang cukup sulit mendapat pasangan, karena kebanyakan lelaki yang mendekatinya merasa minder ketika sudah mengetahui latar belakang dirinya.


Kini Nina sedang termenung di taman kota melihat banyaknya pasangan yang berlalu lalang, melihat keluarga kecil yang sedang berpiknik lucu sekali, Nina ingin merasakannya juga.


Daripada dirinya hanya termenung sendirian terlihat seperti manusia paling kesepian dimuka bumi memalukan sekali.


Kini dirinya beranjak memakai kacamata hitamnya dan masuk kedalam mobil Civic miliknya, Nina mendapatkannya dari hasil kerja kerasnya bukan hasil dari nendang pintu rumah ya.


Memarkirkan mobilnya di parkiran mall, rencananya Ia ingin berbelanja. Daripada diam dirumah mendengarkan Mamanya yang terus membahas soal pernikahan, ya karena papanya mungkin sekarang sudah berada di kantor.


Ia memilih banyak sekali gaun dan gaun yang dibelinya semua berwarna hitam, bayangkan saja untuk kencan pertama Ia mengenakan dress hitam, lipstik merah, sepatu hitam. Benar yang dikatakan orang tuanya tampak seperti mafia.


"Belanja sendirian aja" sapa gadis yang baru saja melewatinya.


Itu adalah Giselle dan seorang lelaki yang berstatus sebagai suaminya dapat dilihat dari interaksi mereka yang kini sedang bergandengan tangan.


"Kapan nikah oyy" ucap gadis itu sambil menyikukan lengannya pada bahu Nina.


"Besok kalau gak kesiangan" balas Nina sambil merotasikan bola matanya malas dan langsung melengos pergi meninggalkan Giselle.


"Sombong banget" decih Giselle.


Kini parkiran dipenuhi beberapa awak media, terlihat banyak sekali orang yang berkumpul membawa kamera, dan para gadis memenuhi tempat parkir itu, membuat Nina sulit sekali untuk sampai ke mobilnya.


"Permisi ini ada apa ya?" tanya Nina pada salah satu gadis yang sedang mematung dekat mobilnya.


"Katanya di Mall ini ada Naren aktor yang lagi hits itu" kata gadis itu terlihat excited sekali.


"Naren!" ucap Nina kaget.


Naren adalah aktor favoritnya sejak Ia masuk SMA, karena usianya dengan Naren seumuran membuat Nina serasa memiliki pacar. Inilah mengapa tipe lelaki Nina dibilang tinggi.

__ADS_1


Yang tadinya Nina ingin segera pulang kini Ia mengurungkan niatnya dan ikut menunggu kedatangan Naren, Ia benar-benar penasaran bagaimana rupa ketampanan aktor favoritnya secara langsung.


Sudah sekitar tiga puluh menit berlalu, Naren tak kunjung datang, para awak media pun satu persatu meninggalkan parkiran itu. Nina pun menyerah dan ingin segera pulang untuk merebahkan dirinya dirumah.


Ternyata bagasi mobilnya tidak tertutup rapat, padahal ketika Ia selesai memasukkan belanjaannya kedalam Ia menutupnya dengan benar.


Nina tidak ingin berfikir lagi, Ia langsung menutupnya dan bergegas pulang.


Ditengah perjalanan rasanya hampa sekali, Ia berinisiatif untuk memutar musik, namun tiba-tiba ada suara bersin seseorang, Nina terperanjat dan langsung melihat kebelakang namun tidak ada siapa-siapa.


"Lo kan sendiri, ngapain kudu nengok kebelakang coba kan jadi horor" gumam Nina.


"Benar kata mama jangan kebanyakan nonton film horor, ntar gagal jadi strong girl karena takut setan"


Kini Nina memutar musik agar menghilangkan rasa takutnya, dan Ia pun ikut menyanyi sepanjang perjalanan.


Kemudian menghela nafasnya melihat banyak sekali pasangan yang berlalu lalang.


"MAKK AKU JUGA PENGEN NIKAH" teriaknya dalam mobil sambil memukul-mukul setirnya.


"AKU PENGEN PUNYA ANAK ENAM"


"AKU MAU PIKNIK DI TAMAN"


"AKU MAU LARI-LARI DI PANTAI SAMA SUAMIKU NANTI"


"Kenapa gw jadi kaya orang gila si anjir" pekik Nina.


"Padahal aslinya aku gak bisa diem, kok bisa ya orang-orang pada bilang aku judes lah, angkuh, sombong. Padahal kan aku bidadari yang baik hati diturunin langsung sama tuhan dari kayangan"


Nina mengacak-acak rambutnya prestasi.


"Ya Tuhan kira-kira jodohku dimana ya, biar aku serlok nih siapa tau dia nyasar kan".


"Kasian pasti dia bingung nyariin aku"


Tiba-tiba ditengah kebisingan suara Nina, terdengar lagi suara bersin itu.

__ADS_1


"Kalo ini setan kok suara bersinnya ganteng amat" gerutu Nina.


"Aaahhh jangan karena kelamaan jomblo lo jadi naksir setan anjir sadar Nina"


__ADS_2