Suamiku Disukai Banyak Wanita

Suamiku Disukai Banyak Wanita
first day as Naren's wife


__ADS_3

Pagi ini Nina sedang mengemas pakaian dan barang-barang lain miliknya.


Nina dan Naren setuju untuk tinggal dirumah milik mereka sendiri setelah menikah, karena menurut keduanya itu lebih baik untuk lebih mengenal satu sama lain secara leluasa.


"Baik-baik ya Na" ucap Mama Nina sembari memeluk anaknya.


Nina hanya tersenyum hangat melihat mamanya yang terlihat khawatir.


"Nina itu kalau tidur kaya kincir angin, kamu harus hati-hati Ren" ucap mama Nina menggoda pengantin baru itu.


"Ih mama" protes Nina kini pipinya terlihat seperti tomat matang.


Naren hanya tersenyum hingga deretan gigi rapinya terlihat, tampan sekali.


Keduanya kini sudah meninggalkan kediaman keluarga Nina, menempuh jarak sekitar setengah jam mereka sudah sampai di sebuah komplek elite di sana rumah-rumah terlihat seperti istana tidak terlihat ada kebulukan sama sekali.


Naren menghentikan mobilnya di sebuah halaman rumah mewah yang Naren beli, sebenarnya Naren sudah lama membeli rumah ini dan Ia sering tinggal sendirian di sini, namun sekarang Naren tidak akan tinggal sendirian lagi.


Rumahnya terdiri dari dua lantai, didepan dan belakang terdapat sebuah taman sedangkan di sebelah rumahnya terdapat sebuah kolam renang dilengkapi dengan satu gazebo, memang selera seorang Naren itu sangat berkelas.


"Ayo masuk" ucap Naren seraya membawa barang bawaan milik istrinya.


"Kenapa gak tinggal di apartment?" tanya Nina penasaran.


"Disini lebih aman, kamu gak perlu khawatir" ucap Naren mendudukkan istrinya di sofa ruang tamu.


"Rumah ini terlalu besar untuk kita tinggal berdua Ren"


"Lagian kamu pasti jarang pulang, karena harus syuting, pemotretan aku dirumah sendirian" lanjut Nina kini wajahnya terlihat tegang.


"Iya juga, kenapa saya gak kepikiran" ucap Naren sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Nina yang melihat kelakuan suaminya itu sekarang, ingin sekali Ia menoyor kepalanya, tapi jika di lihat-lihat Nina tidak tega karena Naren benar-benar tampan sekali.


Sampai saat ini pun Nina masih belum percaya bahwa dirinya benar-benar menikahi seorang selebriti.


"Ya udah ayo kita ke apartment, jangan lupa kabarin mama sama papa kita gak jadi tinggal di sini" titah Naren kini menggenggam tangan Nina membawanya keluar dari rumah itu.


Sejak pagi perasaan Nina entah kenapa merasa tidak enak, apalagi jika mengingat pesan anonim itu, pernikahan mereka jelas-jelas dilakukan secara kekeluargaan dan tidak memberi tahu orang luar, jadi siapa orang di balik pesan itu.


Sekarang keduanya sudah sampai di basemen apartemen, Naren mengeluarkan semua barang-barang Nina, dan Nina berada di belakang Naren, Ia mengawasi sekitarnya rasanya seperti ada yang janggal.

__ADS_1


"Hey kamu kenapa, ayo" ucapan Naren berhasil membuat Nina kaget.


"Enggak ayo" ucap Nina mengiyakan.


Setelah selesai beres-beres Nina menghampiri Naren yang sedang rebahan di ruang tamu.


Mendudukkan tubuhnya di ujung dekat kaki Naren.


"Ada reporter yang tau apartemen ini gak?" ucap Nina memandang suaminya.


Naren menggeleng, Yap karena apartment yang Naren punya adalah penthouse jadi tingkat keamanannya juga ketat dan tidak sembarang orang bisa memasuki area penthouse tersebut hanya orang yang tinggal di area itu yang memiliki izin masuk.


"Aku lebih lega kita tinggal di sini" ucap Nina lega membuat Naren ikut merasakannya.


Naren beranjak dari rebahan nya kini Ia duduk menghadap ke arah Nina.


"Ingin bulan madu ke mana?" tawar Naren seperti biasa ekspresinya sangat santai.


Sepertinya Naren benar-benar tidak baik untuk kesehatan jantung Nina, kenapa pergerakan Naren selalu tidak terduga dan diluar nalar Nina.


"Ahh dirumah juga tidak apa-apa, lebih leluasa juga" lanjut Naren.


"uhuk uhuk" Nina tersedak.


"Oh Nina otak lo jahanam bener" gumam Nina dalam hati.


Ekspresi Nina yang terlihat gugup, dan pipinya yang memerah berhasil membuat Naren merasa gemas.


"A-aku ngantuk udah larut" kikuk Nina meninggalkan Naren sendirian di ruang tamu.


"Tunggu Saya juga ngantuk" ucap Naren mengejar istrinya.


...----------------...


Nina bangun lebih awal, Ia kira Naren semalam akan tidur bersamanya ternyata tidak, lelaki itu malah tidur di sofa, membuat Nina merasa tidak enak.


Nina sedang berusaha membuat sarapan di dapur dengan bantuan video tutorial di ponselnya.


Nina belum pernah memasak sejujurnya, karena dirinya merasa selalu cukup uang jadi memilih untuk memesan ataupun makan di luar, Ia hanya akan makan dirumah pada saat sarapan saja. Karena dirinya yang selalu sibuk di butik juga ketika berlama-lama dirumah mamanya akan terus mengomelinya untuk cepat mencari pacar, itulah yang membuat Nina jarang makan dirumah dan melakukan pekerjaan dapur.


Suara dehaman Naren membuat Nina terkejut setengah mati.

__ADS_1


"Kamu masak apa?" ujar Naren menghampiri Nina.


"Nasi goreng" ucap Nina terlihat bangga.


Naren langsung tertawa mendengar jawaban Nina, jadi sejak hampir satu jam Nina bertempur di dapur hanya untuk memasak nasi goreng.


Nina hanya nyengir melihat suaminya tertawa, Ia tidak marah karena dirinya mengakui kepayahannya dalam memasak.


Nina membawa dua piring berisi nasi goreng buatannya ke meja makan, setelah itu mengambil ponselnya yang masih menampilkan video tutorial di aplikasi YouTube itu.


Namun tiba-tiba ponselnya menampilkan sebuah iklan cuplikan film yang dibintangi Naren disana Naren dan aktris cantik sedang melakukan kisse.


Nina hanya mematung sembari memandangi iklan itu dan pandangannya kini beralih pada Naren.


Naren yang menyadari itu replek mengambil ponsel Nina dan membantingnya hingga retak.


"YAAA! NAREN" teriak Nina berlari ke arah ponselnya.


Kini wajah Naren terlihat merah padam, entah karena malu atau marah, tapi jika marah seharusnya itu adalah Nina.


"Saya beliin yang baru" ucap Naren menghampiri istrinya.


"Kamu gak marah kan liat iklan itu" panik Naren.


Nina tertawan cukup lama membuat Naren bingung.


"Ngapain marah, malahan aku lagi nungguin episode selanjutnya" santai Nina.


"Kamu suka nonton saya?" tanya Naren


"Pake nanya si Naren ternyata lemotnya kaya jaringan 3g" gerutu Nina


Lagian kenapa bertanya hal seperti itu, sudah jelas dirinya adalah idola Nina, siapa juga yang tidak suka sama Naren.


Selain tampan dia juga benar-benar bagus dalam berakting terlihat natural dan multitalent, Naren adalah tipe suami para gadis.


Untungnya ponsel Nina hanya retak layarnya saja dan masih bisa digunakan.


Nina baru menyadari sesuatu ternyata nomor asing itu mengirimkan pesan lagi dan itu sebuah foto.


Foto itu menunjukkan dirinya dan Naren sedang membawa barang, ternyata lokasi foto tersebut adalah di basemen apartemen ini.

__ADS_1


Nina mulai khawatir lagi, apakah Ia harus menunjukkannya pada Naren atau mencari tahu sendiri tentang pemilik nomor anonim itu.


__ADS_2