SUAMIKU KORBAN KEJAHATAN MERTUAKU

SUAMIKU KORBAN KEJAHATAN MERTUAKU
AKU KENAPA


__ADS_3

POV Jaka


"Aarrggghh...sakit bu...sakit kepala bapak..."teriak ku sambil menahan sakit yang makin menjadi,bukan hanya tubuhku yang serasa di tusuk jarum namun kepalaku terasa sakit sekali.


"Ya Allah pak, kenapa jadi makin sakit kamu, pak...kita minta dokter ke rumah ya..."seru istriku panik sambil merengkuh tubuhku yang melemah.


"Iya bu...bapak udah nggak kuat, sakit tapi lemas sekali..."keluhku sambil menangis di pelukan istriku.


Istriku segera menelfon dokter rusdi yang merupakan dokter keluarga kami,lebih kurang 20 menit dokter tersebut segera masuk ke kamar kami di antarkan oleh art kami.


"Hana,suami mu kenapa?"tanya dokter rusdi yang sudah seperti om kami sendiri.


"Nggak ngerti hana,om... tiba-tiba mas jaka sudah kesakitan begini,om...tolong periksa ya om..."ucap istriku pada om rusdi.


"Iya hana, jangan khawatir...mari om periksa dulu..."jawab om rusdi menenangkan hana lalu menuju diriku yang terbaring lemah.


Segera om rusdi memeriksa detak jantung ku,nadi ku serta tensi ku.Namun setelah itu kening om rusdi berkerut bingung.


"Hana,kemari nak..."panggil om rusdi pada istriku.


"Iya om, kenapa?"istriku segera mendekat pada kami berdua.


"Semua nya normal nak,tapi kenapa jaka seperti kesakitan?"tanya om rusdi pada istriku.

__ADS_1


"Ya Allah,lalu kenapa bisa begitu om?"sahut hana cemas.


"Begini saja,usul om lebih baik jaka di bawa ke rumah sakit agar dideteksi ada apa dengan jaka sebenarnya, pakai mobil om saja kita berangkat..."ujar om rusdi panjang lebar.


"Baik om,kami menurut saja..."ucap hana sambil menatapku cemas.


Tak lama kami bertiga bersiap-siap berangkat, sedangkan anak-anak yang sedang tidur kami titipkan pada mbok inem art kami.Di sepanjang perjalanan aku merintih menahan sakit yang tak berkesudahan sedangkan hana hanya bisa membelai rambut ku dengan harapan mengurangi sakitku, lebih kurang 30 menit kami sampai di rumah sakit dan om rusdi segera menyuruh perawat di IGD untuk menangani kondisi ku yang benar-benar tak berdaya.


Aku pun segera di bawa ke dalam ruang IGD dan di tidurkan di ranjang untuk mendapatkan pertolongan pertama dan dokter jaga pun berbicara serius pada om rusdi,tak lama dokter jaga mencoba mencek kembali detak jantung,nadi dan tensi ku namun jawaban nya sama dengan kesimpulan om rusdi bahwa tak ada masalah.Lalu mereka bicara lagi untuk tindakan selanjutnya, kemudian om rusdi mendekat pada kami berdua.


"Hana...jaka..."panggil om rusdi sambil mengelus pucuk rambut ku.


"Iya om..."jawab hana cemas.


"Baik om,mana yang terbaik untuk mas jaka saja,om..."sahut istriku penuh harap.


Akhirnya kami di antarkan petugas yang akan melakukan scan menyeluruh pada tubuh ku, sesampai di sana ranjang tempat ku berbaring di dorong oleh petugas itu.Lebih kurang 15 menit aku di scan di dalam dan segera kami kembali ke ruang IGD sambil menunggu hasil scan ku,20 menit kemudian petugas itu mengantarkan hasil scan pada om rusdi.Kemudian om rusdi mendiskusikan hasil scan ku tadi dengan dokter jaga itu.


Tak lama om rusdi mendekat pada kami sambil membawa hasil scan dengan wajah yang memendam pertanyaan.


"Hana..."panggil om rusdi pada istriku.


"Iya om, bagaimana om?"tanya hana cemas.

__ADS_1


"Kamu punya mp3 al-qur'an di hp mu nak?"tanya om rusdi.


"Punya om,kenapa om?"tanya istriku bingung.


"Coba kamu hidupkan dan letakkan di samping jaka,nak..."suruh om rusdi pada istriku.


"Iya om..."istriku menghidupkan mp3 al-qur'an di samping ku, lama-lama aku merasakan tubuhku lebih nyaman tak sesakit tadi.


"Nak,kamu lihat reaksi suamimu?"tanya om rusdi pada hana.


"Iya om,tak segelisah dan sesakit tadi om..."jawab istriku sambil memandang ku.


"Alhamdulillah...hana,kita lihat perkembangannya sampai besok pagi ya..."ucap om rusdi sambil tersenyum lega.


"Alhamdulillah...baik om.."jawab istriku sambil tersenyum.


"Istirahat lah kamu di samping jaka,om tidur di ruang istirahat dokter malam ini biar gampang memantau jaka..."ujar om rusdi sambil tersenyum.


"Baik om, terimakasih..."ujar hana dan aku penuh haru.


"Oke... istirahatlah kalian berdua..."ucap om rusdi sambil berlalu.


"Baik om..."serempak kami berucap,sambil menunggu aku mengantuk kami berbincang berdua.

__ADS_1


__ADS_2