
POV Jaka
Siang ini aku dan istriku pergi memeriksa toko karena beberapa hari sudah tak ke sana karena kondisi ku yang belum stabil beberapa hari yang lalu,lebih kurang 30 menit kami sampai di toko bersama anak kami yang paling bungsu di temani mbok inem art kami untuk menjaga nisa.Kami segera turun sambil menuntun tangan nisa untuk masuk ke dalam toko.
"Assalamualaikum..."ucap mas jaka pada tiga karyawan nya.
"Wa'alaikumsalam....eh juragan datang, gimana mas jaka sudah sehat?"tanya nandi salah satu karyawan ku.
"Alhamdulillah nan,sudah lebih baik... kalian semua sehat?"balasku.
"Alhamdulillah mas, kami sehat-sehat semua..."ujar mereka bertiga.
"Alhamdulillah kalau gtu... gimana jual beli di toko kita selama saya nggak datang ke toko?"tanyaku lagi.
"Alhamdulillah cukup meningkat mas..."jawab nandi sebagai wakilku di toko.
"Alhamdulillah... semangat ya semua, semoga berkah usaha kita..."ujarku sambil tersenyum dan memeluk istriku.
"Aamiin ya Rabb..."ucap kami serempak.
"Oh iya,mas dan mbak hana mau ke pasar sebelah dulu ada yang mau di beli..."ujarku lagi.
"Baik mas..."ucap karyawan ku serempak.
"De' nisa gimana pak?"tanya. mbok inem.
"Mbok sama nisa di toko aja, nggak pa-pa ya nak?"tanya ku pada gadis kecil kami.
"Nggak pa-pa ayah,tapi beliin nisa kue pancong ya ayah,ibu..."pinta nisa manja.
"Iya sayang... assalamualaikum semua..." ucapku dan hana sambil melangkah keluar toko, setelah 10 menit perjalanan masuk ke pasar tradisional kami menuju toko alat-alat tulis.
__ADS_1
"Assalamualaikum wak haji syam..."ucapku sambil masuk ke toko haji syam kenalan kami.
"Wa'alaikumsalam jaka,hana...apa khabar?" tanya wak haji.
"Alhamdulillah sehat wak,uwak apa khabar?" balas ku.
"Alhamdulillah uwak sehat-sehat...cari apaan lu jaka?"tanya wak haji lagi.
"Cari poster ayat kursi,Al fatihah sama surah tiga kul ada nggak wak?"tanyaku.
"Alhamdulillah ada jaka,lu mau berapa biji?"balas wak haji.
"20 ayat kursi,5 al fatihah sama 5 tiga kul ya wak..."pesanku pada wak haji.
"Oke, alhamdulillah ada semua pesanan lu...somat,lu cariin pesanan mas jaka ya..." seru wak haji pada somat karyawannya.
"Siap wak..."balas somat sambil mengambilkan pesanan ku.
"Itu aja dulu wak..."balasku sambil tersenyum.
"Ini wak,udah di susun sesuai pesanan..."seru somat sambil meletakkan kantong plastik berisi pesanan jaka.
"Berapa wak semuanya...?"tanyaku pada wak haji.
"Rp80000 semua nya jaka..."jawab wak haji.
"Ini wak duitnya..."ku berikan selembar uang merah bergambar presiden.
"Kelebihan ini jaka..."ujar wak haji.
"Nggak pa-pa wak, sesekali... buat beli goreng pisang... hehehe..."balasku sambil tertawa.
__ADS_1
"Makasih ya jaka,alhamdulillah..."ujar wak haji lagi.
"Sama-sama wak, ya udah jaka pergi dulu ya wak... assalamualaikum..."balasku sambil melangkah keluar dari toko wak haji syam.
"Bang, jangan lupa beliin roti isi coklat buat nisa sekalian beli apel buat ibu dan bapak..." Hana mengingatkan ku.
"Oh iya,untung kamu ingetin de'...yuk kita beli apel aja buat bapak ibu sekalian roti coklat buat nisa..."kami melangkah ke arah penjual buah sekalian ke toko roti.
Tak lama kami segera kembali ke toko dan nisa menyambut kami dengan riang.
"Ayah,kue nisa mana...?"tanya nisa manja.
"Ini sayang...mau di buka sekarang?"jawab hana sambil menggoyangkan bungkus roti.
"Iya ibu,buka sekarang..."balas nisa mengerjap lucu pada ibunya membuatku gemas.
"Nan,ini posternya tolong di tempel di dinding ama pintu masuk... pinter-pinter lu aja ya..."pintaku pada nandi.
"Siap mas,nanti kami pasang..."sahut nandi.
"Mas,mbak sama nisa mau ke rumah bapak dan ibu dulu ya,ntar abis zhuhur balik lagi ke toko bawain makan siang..."ujarku lagi.
"Alhamdulillah...siap mas, hati-hati di jalan..."balas nandi.
"Assalamualaikum..."ucapku sambil kami melangkah keluar toko.
"Wa'alaikumsalam..."balas karyawan kami serempak.
Aku,hana,nisa dan mbok inem segera naik ke mobil kemudian segera melanjutkan perjalanan kami ke rumah orang tua ku, lebih kurang 35 menit kami sampai di rumah orang tua ku.Yang membuat kami prihatin rumah seperti tak terurus dan tanaman peliharaan ibu banyak yang kering.
"Assalamualaikum..."ku ketuk pintu rumah yang tertutup.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam...den jaka?"mak ijah art di rumah ibu terkejut saat membukakan pintu dan kami berpelukan penuh haru.