
POV Jaka
Sore ini terasa lebih nyaman dan segar tubuhku setelah beristirahat seharian diiringi mp3 al-qur'an yang di putar sepanjang hari tanpa henti seperti saran om rusdi kemarin malam,ku coba duduk-duduk di ruang keluarga bersama istri dan anak-anak ku sambil menonton film kartun kesukaan anak-anak hingga menjelang maghrib.Saat azan maghrib menjelang kami pun bergantian berwudhu dan segera sholat maghrib berjemaah.
Setelah sholat kami bersiap-siap untuk makan malam bersama dan kebetulan istriku membuat sayur kesukaan ku sayur asem yang terasa segar saat di makan hingga menerbitkan selera makan ku membuat istriku dengan senang hati menambahkan sayur ke piring ku.
Setelah kami selesai makan malam tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah kami,istriku segera membuka kan pintu ternyata om rusdi dan seorang ustadz yang datang berkunjung ke rumah kami.
"Assalamualaikum..."ucap om rusdi dan ustadz tersebut serempak.
"Wa'alaikumsalam..."balas istriku di iringi olehku yang berjalan pelan dari ruang makan.
"Kamu sehat nak?"ujar om rusdi sambil mengelus kepala istriku.
"Alhamdulillah om,hana sehat...om sehat?" tanya hana balik.
"Alhamdulillah sehat,oh iya kenalkan ini ustadz rizal kenalan om dan kebetulan guru ngaji di rumah om..."om rusdi menjelaskan tamu yang di bawanya.
"Rizal,salam kenal hana... "ucap ustadz rizal sambil menangkupkan ke dua tangan di dada.
__ADS_1
"Salam kenal ustadz, kenalkan ini suami saya mas jaka..."hana memperkenalkan diriku pada ustadz yang usianya kemungkinan hampir sama dengan kami berdua.
"Salam kenal mas jaka..."ujar ustadz rizal sambil tersenyum dan bersalaman dengan diriku aku pun menyambut uluran tangannya.
"Sama-sama ustadz...mari silahkan duduk om, ustadz..."sahutku pada kedua orang tamuku itu.
"Terima kasih..."ucap om rusdi sambil menuju sofa dan duduk di sofa panjang berdua dengan ustadz.Istriku pun segera ke dapur menyiapkan cemilan dan minuman untuk kami.
"Bagaimana kondisi mu jaka..."tanya om rusdi sambil menepuk pundak ku.
"Alhamdulillah lebih baik om, cuma masih sedikit lemas..."ujarku sambil tersenyum pada om rusdi dan ustadz rizal.
"Ya wajar jaka, semalam kamu kesakitan apalagi asupan mu baru normal lagi..."balas om sambil tersenyum.
"Lalu apa yang kamu rasakan?"tanya om rusdi.
"Alhamdulillah tubuhku tak sakit lagi om, hanya lemas saja yang terasa..."jawab ku.
"Begini jaka,hana... kalian jangan marah ya nak,ini tergantung kalian percaya atau tidak..."ujar om rusdi sambil melirik ustadz rizal yang mengangguk.
__ADS_1
"Kenapa om, tolong beritahu kami..."pintaku pada mereka berdua.
"Apa kamu punya musuh nak?"tanya om rusdi.
"Musuh? rasanya nggak ada om..."ujarku sedikit bingung.
"Atau yang menganggap mu musuh atau saingan?"tanya om rusdi lagi.
"Hmmmmm... sebenarnya ada om..."jawab ku ragu namun sedih bila mengingatnya.
"Siapa jaka...?"tanya om rusdi penasaran.
"Bonar om,adik ipar kami..."jawab ku jujur sambil menunduk sedih.
"Astaghfirullah..."seru om rusdi dan ustadz rizal
"Apa kalian bertengkar?"tanya om rusdi lagi.
"Iya om,tapi itu dua bulan yang lewat om..."jawabku.
__ADS_1
"Apa penyebab nya jaka?"tanya om rusdi penasaran.
"Dia iri saat melihat usahaku ramai setiap hari om..."ku jelaskan pada om rusdi yang tak menyangka adik ipar ku sejahat itu.