SUAMIKU KORBAN KEJAHATAN MERTUAKU

SUAMIKU KORBAN KEJAHATAN MERTUAKU
MENJAGA DIRI DEMI KELUARGA


__ADS_3

POV Hana


Semalam setelah kedatangan om rusdi dan ustadz rizal ke rumah kami dan mendapatkan benda-benda syirik yang sengaja di taruh oleh ica adik mas jaka begitu tega menyakiti kakaknya sendiri akhirnya benda-benda itu di musnahkan oleh ustadz rizal tanpa ada keinginan kami untuk membalas perlakuan mereka, setelah kami mengikhlaskan perlakuan mereka barulah sang ustadz membakar benda-benda itu hingga hangus tak bersisa.


Sesudah itu kami semua membaca surah-surah tertentu mengikuti bacaan ustadz rizal dengan harapan perlindungan dari Allah, menaruh kaligrafi ayat kursi di beberapa tempat namun karena kami belum memiliki maka sebagai gantinya kami menghidupkan mp3 al-qur'an masing-masing dari hp kami,malam itu om rusdi dan ustadz rizal izin menginap di rumah kami dengan niat untuk berjaga-jaga setelah melakukan pembakaran benda-benda syirik tersebut.


Saat azan subuh berkumandang kami pun segera sholat subuh berjamaah dengan ustadz rizal sebagai imam, setelah sholat ku siapkan tiga cangkir teh hangat dan sepiring pisang goreng yang baru ku goreng hangat-hangat.


"Ustadz,om... silahkan di minum teh nya selagi hangat dan pisang goreng nya juga hangat baru di goreng..."tawarku pada om rusdi dan ustadz rizal.


"Terima kasih mbak hana,oh iya mas jaka... gimana rasanya pagi ini?"tanya ustadz rizal pada mas jaka.


"Alhamdulillah lebih baik dan nyaman, ustadz...tidur saya lebih baik, ustadz..."jawab mas jaka.


"Alhamdulillah kalau begitu, namun kita jangan terlena mas...beli lah kaligrafi ayat kursi beberapa buah ya mas, kalau bisa hari ini dan hidupkan mp3 al-qur'an minimal saat subuh dan maghrib ya mas..."jelas ustadz rizal panjang lebar.

__ADS_1


"Insyaallah ustadz,nanti kami akan membelinya..."balas mas jaka sambil tersenyum pada om rusdi dan ustadz rizal.


"Bu, sarapan sudah siap bu..."sahut mbok inem art kami.


"Iya mbok,om dan ustadz mari kita sarapan dulu..."tawar ku ramah.


"Waduh mbak hana, kami jadi merepotkan..." ujar ustadz rizal segan.


"Nggak kok ustadz,malah kami senang menjamu ustadz..."balasku sambil berjalan memandu mereka ke dapur.


"Wah mbok, kesukaan saya ini... hehehe..." canda om rusdi pada mbok inem.


Pagi itu kami sarapan nasi goreng bawang plus telur ceplok buatan mbok inem, anak-anak sampai nambah-nambah saking sukanya bahkan om rusdi tak mau kalah membuatku merasa bahagia yang berbeda pagi ini.


"Maaf ustadz kalau saya bertanya sedikit pribadi..."ujarku setelah kami selesai sarapan.

__ADS_1


"Iya mbak, nggak pa-pa...nanya apa mbak?" tanya ustadz rizal.


"Ustadz sudah menikah?"tanyaku serius.


"Belum mbak..."ucap ustadz rizal sambil menunduk sedih.


"Duh...maaf ustadz kalau pertanyaan saya membuat ustadz sedih..."ujarku menyesal.


"Nggak pa-pa mbak,lain kali saya cerita..." balas ustadz rizal sambil tersenyum namun ku lihat ada air mata di sudut kedua matanya.


"Nggak pa-pa ustadz, anggaplah kami keluarga ustadz..."ujarku sambil tersenyum.


"Ustadz rizal ini anak tunggal dan yatim piatu,hana..."jawab om rusdi.


"Ya Allah, anggaplah kami kakak-kakak ustadz ya..."ujar mas jaka suamiku.

__ADS_1


"Iya mas,terima kasih...rizal tinggal di rumah guru bersama teman,mas..."ucap rizal sambil tersenyum.


"Iya rizal, anggaplah kami keluarga mu..."ujar om rusdi sambil memeluk bahu pemuda tampan itu, kami pun tersenyum dalam kebahagiaan karena memiliki saudara baru.


__ADS_2