
POV Jaka
Malam ini om rusdi dan ustadz rizal datang ke rumah ku dengan niat melihat kondisi ku namun tak ku sangka om rusdi bertanya apakah aku memiliki masalah dengan seseorang, sudah dua bulan aku mencoba melupakan karena ku anggap itu adalah hal biasa namun itulah yang dicurigai oleh om rusdi sebagai penyebabnya karena secara medis aku baik-baik saja,malam ini aku ceritakan semua nya hingga hana pun merasa tak pernah kalau adik ipar ku tega menyakiti ku.
Malam ini ku ceritakan semua nya hingga om rusdi dan ustadz rizal istighfar berkali-kali.
"Penyebabnya apa jaka sampai bonar tega menyakiti seperti itu..."tanya om rusdi pada ku.
"Dia iri karena usaha dagang yang jaka rintis dari bawah makin maju,om..."ujarku sambil menunduk sedih.
"Astaghfirullah... rezeki itu Allah yang ngatur... sedikit, sedang atau banyak tergantung ikhtiar kita..."balas om rusdi prihatin.
"Kami sempat berkelahi karena dia menghina anak istri ku,om...sebagai suami tentu aku tak rela..."ucapku lagi.
"Ya wajar jaka, seorang suami harus melindungi anak istri apalagi di pihak yang benar..."balas om rusdi lagi.
"Namun dia sempat menyumpahi ku hendak membunuh ku,om..."ujarku lagi.
__ADS_1
"Astaghfirullah...kejam sekali pikirannya..." sahut ustadz rizal prihatin sambil menggelengkan kepalanya,om rusdi pun terlihat geram mendengarnya.
"Apa kamu sudah cerita pada ayah ibumu?" tanya om rusdi.
"Sudah om,tapi ayah lebih percaya ke bonar dan ica karena mereka gencar mempengaruhi ayah sedangkan ibu hanya bisa diam namun tetap membantu ku di awal usaha,om..."ujarku sambil terisak sedih.
"Sudah lah jaka, ikhlaskan perlakuan mereka dahulu tapi kamu tetap harus waspada agar tak terulang lagi..."nasehat om rusdi pada ku.
"Iya om..."jawab ku dengan beban pikiran dan hati yang mulai berkurang beratnya.
"Mas jaka..."panggil ustadz rizal pada ku.
"Coba ceritakan apa yang mas rasakan semalam,mas..."ujar ustadz rizal.
"Semalam itu tiba-tiba saya terbangun dari tidur, kepala saya sakit sekali ustadz...tak lama tubuh saya sakit semua seperti di tusuk jarum, ustadz..."ujarku panjang lebar, kemudian ustadz rizal memejamkan mata sambil berzikir hingga kami semua tak bersuara dahulu.
"Lalu di bawa oleh dokter rusdi ke rumah sakit, diagnosa nya gimana dok?"tanya ustadz rizal lagi.
__ADS_1
"Diagnosa nya semua tak ada masalah ustadz,hanya kemarin malam itu saya sarankan menghidupkan mp3 al-qur'an..."ujar om rusdi.
"Lalu apa yang dirasakan?"tanya ustadz rizal dengan wajah yang serius.
"Alhamdulillah tak terasa sakit lagi ustadz, hanya lemas saja ustadz..."balasku.
"Berarti memang seperti dugaan saya dan dokter rusdi,ada yang ingin menyakiti mas jaka dari jauh..."ujar ustadz rizal dengan wajah tenang.
"Astaghfirullah..."ujar kami serempak bertiga.
"Sebelumnya apa ada salah satu saudara mas yang bertamu ke mari?"tanya ustadz rizal lagi.
"Dua minggu yang lewat adik saya ica datang kemari dok, waktu itu dia menumpang di kamar mandi kami di kamar kami... sudah di bilang kamar mandi di luar tapi dia memaksa ke kamar kami karena tak tahan katanya..."ujar hana istriku panjang lebar.
"Boleh saya lihat di kamar mas jaka dan mbak hana?"izin ustadz rizal ke kamar kami.
"Boleh ustadz... silahkan ustadz..."ujarku mengizinkan, kemudian kami masuk ke kamar.
__ADS_1
Di dalam kamar kami bertiga di minta tak berbicara hanya membaca surah-surah tertentu dalam hati, sedangkan ustadz rizal membaca bacaan ruqyah di kamar kami,terasa hawa panas yang aneh kemudian di bawah tempat tidur terasa seperti gempa kecil.Lalu ustadz rizal merunduk kan diri dan mengambil sesuatu tepat di bawah ranjang pada posisi kepala tidurku kemudian mengenggam kuat benda itu dengan tangan bergetar yang membuat kami bertiga istighfar dalam hati berkali-kali.