
dan rizki hanya ter senyum sendu me lihat citra
"~se keras itu kah hti nya~" ucap rizki di dalam hati nya
di dalam kamar nampak citra langsung me nyelimuti tubuh nya dengan selimut dan tak beberapa lama datang rizki dengan piyama tidur nya
lalu dia langsung meng gantung kan baju koko dan sarung nya, setelah itu dia ber jalan ke ranjang nampak rizki ber diam tak ber suara
"citra" panggil rizki
"ada apa?"tanya citra sambil me lirik rizki, tapi rizki nampak duduk mem belakangi diri nya
"apa kah bagi mu menikah dengan ku sebuah aib?" tanya rizki
citra yang kaget men dengar hal itu hanya bisa diam dan bungkam, dia bingung harus men jawab apa
"kenapa diam citra? ke napa kau tak men jawab per tanyaan ku" ucap rizki
citra kesal dengan ucapan rizki
"iya, menikah dengan mu adalah sebuah aib, wanita mana yang tak malu menikah dengan pria tuli seperti mu" ucap citra
__ADS_1
dan rizki hanya bisa ter senyum saat men dengar ucapan dari citra
"terima kasih kau telah jujur" ucap nya lalu kemudian rizki langsung me ngambil bantal milik nya dan ke luar dari kamar
citra hanya bisa me nutup mulut nya, dan entah kenapa air mata nya langsung me ngalir, hati nya sakit saat me ngata kan hal itu pada rizki
"apa yang telah ku kata kan" ucap nya me nyesali
di pagi hari nya....
nampak citra sudah bangun tidur, dan dia tidak men dapati ke beradaan rizki dan juga mobil nya sudah tak ada di garasi
entah kenapa hati nya sakit saat rizki me ninggal kan nya biasa nya dia selalu me ngantar kan nya bekerja setiap pagi
di dalam taksi citra nampak diam, entah kenapa hari ini dia tak ber semangat seperti ada yang hilang tapi apa? citra tak tau
tak beberapa lama taksi yang di tumpangi citra sudah sampai di tempat nya bekerja
"mbak, mbak, mbak!!" panggil supir taksi
"ah iya mas ada apa?" tanya citra
__ADS_1
"kita sudah sampai mbak" ucap nya
palu citra langsung mem bayar ongkos taksi ter sebut
selama citra be kerja dia nampak tak fokus dia bingung entah kenapa
"kamu kenapa sih cit?" tanya nisa
"aku ga papa" jawab citra bohong
"aneh aja gitu, citra yang biasa nya semangat kok bisa jadi pen diam kaya gini" ucap nisa
"perasaan kamu aja kali nis" ucap citra
"ya udah aku mau nyelesein kerjaan aku" ucap nisa sambil ber jalan pergi
lalu citra me natap ke luar kaca gedung tempat nya bekerja
"hujan rupa nya" ucap nya sambil me natap sendu rinti kan air hujan yang mem basahi bumi pertiwi ini
kini citra sudah pulang bekerja karena tadi dia tak me nemu kan taksi ter paksa citra harus ber jalan kaki dan al hasil sekarang dia basah kuyup
__ADS_1
dan ter nyata rizki tak ada di rumah, ter lihat datlri lampu yang belum me nyala
citra hanya bisa me natap sendu rumah yang terasa sepi, tak ingi ber lama lama me mikir kan hal itu citra lebih me milih langsung mandi air hangat karena tubuh nya sudah mulai meng gigil