Suamiku Si Pria Tuli

Suamiku Si Pria Tuli
bab 9


__ADS_3

di sepanjang jalan tak ada obrolan di antara rizki mau pun citra, mereka lebih suka diam satu sama lain


tak beberapa lama mobil rizki sudah sampai di depan rumah nya, tanpa basa basi lagi citra langsung ke luar dari dalam mobil


rizki yang me lihat hal itu hanya bisa ter senyum sendu, betapa susah nya me luluh kan hati perempuan yang sekarang men jadi istri nya itu, tapi rizki tak mau me nyerah sampai di sini.


kemudian rizki juga ikut masuk ke dalam rumah nya, dan ber jalan menuju ke kamar


"aakkkhhhhh" teriak citra sambil menutupi bagian atas tubuh nya,


"apa kau tidak bisa me ngetuk pintu dulu" maki citra


"maaf aku tak tau" ucap rizki sambil menutup pintu kamar


nampak rizki langsung ber jalan ke sofa, dan merebah kan tubuh nya yang di rasa cukup lelah, hari ini di kantor nya terjadi masalah akibat seseorang yang menggelap kan dana perusahaan dan itu membuat ke rugian besar bagi perusahaan nya


lalu rizki melepas alat pendengar nya dan me nyimpan nya dia atas meja, kemudian rizki menutup mata nya sebentar

__ADS_1


_


"hem" ter dengar suara gumaman rizki lalu mata nya melihat ke arah jam, ter nyata waktu sudah me nunjuk kan pukul 8 malam


lalu dengan langkah santai dia pergi ke kamar nya dan langsung mem buka pintu, tapi dia tak melihat keberadaan citra


"~mungkun dia keluar~" pikir rizki


kemudian rizki langsung membuka jas dan juga kemeja milik nya, lalu dia langsung ber jalan ke kamar mandi dan saat dia mem buka pintu kamar mandi betapa kaget nya dia melihat citra yang ter geletak di kamar mandi tanpa mengguna kan sehelai benang


"citra sadar lah" ucap rizki


lalu per lahan citra mulai membuka mata nya


"kemana saja kau, aku me manggil mu beberapa kali" ucap citra


tapi rizki tak bisa mendengar ucapan citra karena dia tadi melepas alat pendengar nya

__ADS_1


tanpa basa basi lagi rizki me ngangkat tubuh telanjang citra dan membawa nya ke atas ranjang


dengan per lahan rizki menidur kan tubuh citra, nampak rizki hanya bisa menelan ludah nya saat me lihat tubuh molek citra tanpa sehelai benang sedikit pun, kemudian rizki me nyelimuti tubuh citra dengan selimut


lalu rizki pergi ke ruang tamu untuk me ngambil alat pendengar nya, dan langsung kembali ke kamar untuk melihat citra


"maaf aku tak mendengar kau me manggil, tadi aku tidur dan melepas alat pendengar ku, ada apa dengan mu kenapa kau bisa ter geletak di lantai"ucap rizki


"aku ter gelincir lalu kepala ku ter bentur closet" ucap citra


"apa kah kepala mu masih sakit?" tanya rizki khawatir


"sedikit" jawab citra sambil me maling kan wajah nya, entah kenapa jantung citra ber debar debar saat me lihat rizki, apa mungki. diri nya mulai me nyukai rizki, tapi citra langsung me nepis jauh jauh pe mikiran nya itu.


kini citra sudah me makai piyama tidur milik nya, dan sekarang citra dan rizki hendak pergi ke klinik untuk memeriksa kepala citra


"aku tak apa rizki, kita tak perlu pergi ke klinik" tolak citra

__ADS_1


__ADS_2