Suamiku Tuan Sempurna

Suamiku Tuan Sempurna
Bab 2


__ADS_3

Di kamar William, Sam tertawa terkekeh melihat ekspresi Tuannya saat ini. Ekspresi yang tidak pernah di lihatnya sejak dia mendampingi William selama 12 tahun. Selain menjabat sebagai sekertaris pribadi William, Sam dulunya merupakan sahabat baik Liam, hal itu membuat keduanya sangat akrab dan hampir mirip seorang saudara daripada seorang rekan kerja.


"Apa yang kau tertawa kan Sam?" Tutur Liam kesal.


"Ekspresi mu membuat perutku sakit!" Jawab Sam tersenyum tipis.


"Ini lebih memusingkan daripada apapun! Apa 27 tahun itu sudah tua? Kenapa orang tuaku memaksaku seperti itu, seolah bulan depan sudah kiamat sehingga mereka tidak bisa melihatku menikah! Ahhhh.." Eluh Liam bersandar pada sofa kamar miliknya.


"Ya namanya juga orang tua Liam, tapi benar juga kata mereka. Dengan semua kekayaan ini tidak akan ada gunanya jika kau tidak mempunyai keluarga, saranku, terima saja Siska daripada kau pusing-pusing seperti ini." Jawab Sam Asal.


"Hah! Apa katamu! Aku harus menikah dengan plastik berjalan itu? Tidak! aku tidak mau!" Kata Liam menolak dengan tegas membuat Sam kembali terkekeh, Liam menarik nafas panjang sambil melirik ke arah berkas yang di bawa oleh Sam di tangannya." Berkas apa yang kau bawa itu? Apa ada lagi berkas yang perlu ku periksa?" Imbuh Liam bertanya.


"Calon karyawan mu yang akan di posisikan di gedung baru itu, aku tidak ingin salah lagi dan membuatmu mengomel seperti tempo hari." Meletakkan map pada meja." Periksalah, semua sudah aku sendiri kan menurut bagian yang cocok dengan pengalaman kerja mereka." Sam mengedipkan mata sejenak serayap bersandar pada sofa kamar milik Liam.


Liam membaca satu persatu lamaran dan memeriksa pengalaman kerja yang mereka lampirkan. Sesekali Liam mendecak lembut karena lamaran tersebut tidak sesuai dengan keinginannya.


Dasar Mr. Perfect! Semua harus sesuai dengan mata batinnya mungkin hahaha...


"Itu untuk bagian Office boy Liam, apa kau mau memeriksanya juga? Apa seorang Office boy juga harus Perfect seperti apa yang ada dalam fikiranmu itu?" Tutur Sam yang tidak di perdulikan oleh Liam.


Liam membuka satu persatu lamaran, dan dia berhenti pada salah satu lamaran, dia mengambil foto yang di lampirkan pada lamaran tersebut lalu memandanginya. Bibirnya tersenyum, dan Sam menatap Liam dengan tatapan penuh tanya.


"Panggil dia untuk menghadap padaku besok." Tutur Liam lirih.


Sam mengambil sisa berkas lamaran yang fotonya di ambil oleh Liam dan memeriksanya."Apa kau ingin menjadikan gadis ini Office boy di gedung baru itu?" Tutur Sam bertanya.


"Bukan. Tapi dia akan ku jadikan calon istriku." Jawabnya menatap ke arah Sam.


"Kau gila! Kau bahkan belum bertemu dia satu kalipun. Itu hanya sebuah foto Liam, kau tahu jika foto itu terkadang tidak sesuai dengan orangnya. Kau jangan asal memilih hanya karena terdesak seperti sekarang." Kata Sam yang mulai berceloteh.


"Maka dari itu! selidiki gadis ini! Aku ingin mendapatkan info soal keluarganya malam ini juga! Dan jangan lupa untuk menghubunginya agar dia bisa menghadap kepadaku besok!" Jawab Liam dengan suara yang cukup memekakkan telinga.


"Tapi..."


"Kau cari tahu atau aku yang akan turun tangan sendiri!!" Sam langsung menarik nafas panjang sebab pemintaan Liam harus menjadi perintah yang wajib di lakukan.


"Oke aku akan menyuruh Niko untuk mencari tahu soal gadis ini." Sam mengambil satu lembar foto serta satu lembar foto copy KTP dan berjalan ke arah keluar kamar Liam.


"Aku yakin gadis ini akan sangat cantik jika sudah dipoles dengan salon mahal." Liam menatap lekat ke arah foto tersebut serayap tersenyum tipis sebab dia merasa sudah mendapatkan target untuk di jadikannya calon istri.


.


.


.

__ADS_1


.


Drrrttt...drrrtttt...drrrtttt....


Kinanti melirik malas ke arah jam dinding yang tergantung di atas lemari kamarnya, terlihat sudah pukul 22:12.


Siapa yang menelfon semalam ini? Batin Kinan langsung menurunkan kedua kakinya dari atas ranjang tempat tidurnya. Dengan malas dia meraih ponsel yang tergeletak di meja samping tempat tidur. Kinan mengerutkan keningnya menatap layar ponsel yang memperlihatkan sebuah kontak baru.


Isi telepon 📲


"Hmm ya."


"Selamat Malam Nona."


"Ya selamat malam juga." Jawab Kinan kebingungan.


"Besok pagi anda mendapatkan panggilan kerja di PT. $$$ pukul 08:00 Pagi."


Apa ini sungguhan!! Kinan melirik ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 22:15. Apa ada panggilan kerja semalam ini?


"Apa ini sebuah lelucon Tuan? Saya sungguh tidak percaya ada perusahaan yang menghubungi pelamar di jam semalam ini?" Sebuah suara tertawa terdengar membuat Kinan mengerucutkan bibirnya sebab merasa kesal." Astaga! Apa itu terdengar lucu di telinga anda??" Imbuh Kinan geram.


"Maaf Nona, tapi saya tidak sedang membuat lelucon. Ini perintah dari atasan saya, jadi dia menunggu anda besok di PT.$$$ jam 08:00 Pagi."


"Saya Sam, Samuel sekertaris pribadi dari Tuan William Abraham, jika anda masih menganggap ini semua lelucon, buktikan saja besok. Nona datang ke sini dan bilang saja jika ingin bertemu dengan Saya Samuel atau Tuan William nanti anda akan percaya jika ini bukanlah sebuah lelucon." Tutur Sam menjelaskan.


"Hmm baik, saya akan kesana besok pagi, tapi jika saya tidak menemukan anda di sana! Saya akan melaporkan nomer anda sebagai seorang penipu!!" Jawab Kinan yang belum sepenuhnya percaya.


"Hahahaha, baik! Selamat malam Nona, semoga mimpi indah."


Tut..Tut...Tut...


Kinan meletakkan ponselnya dan masih memikirkan panggilan kerja tersebut.


Jika ini memang benar sebuah panggilan kerja, astaga aku sangat bersyukur sekali. Jika bukan! Ya sudahlah sebaiknya itu ku buktikan besok pagi.


Kinan kembali membaringkan badannya serayap menatap langit-langit kamarnya, dia mendengus kesal saat menyadari dia menjadi susah tidur karena panggilan tersebut. Akhirnya Kinan memutuskan untuk duduk dan meraih ponselnya lagi, dia melihat kontak milik Radit yang masih aktif. Kinan tersenyum dan mulai menombol kontak Radit dengan jari lentiknya.


.


.


.


Sementara di luar rumah Kinan, dua orang berbaju serba hitam tengah menyatroni rumah Kinan. Mereka mengambil beberapa foto untuk di berikan pada Sam malam ini juga, mereka juga bertanya pada beberapa orang yang tengah berkumpul di pos jaga untuk mendapatkan info seputar keluarga Kinan. Setelah mendapatkan info yang cukup banyak, mereka pun langsung meninggalkan desa tempat tinggal Kinan dan segera menuju Sam yang sudah menunggu mereka di tempat yang sudah di janjikan.

__ADS_1


Di sebuah Kafe, mobil mereka berbelok dan di sana sudah ada Sam yang tengah menunggu kedatangan mereka sejak tadi.


"Bagaimana?" Tanya Sam.


"Beres Bos." Nico memberikan amplop coklat yang berisi beberapa foto. Sam melihat-lihat potret rumah sederhana milik Kinan sambil mendengarkan informasi yang lontarkan pada Nico saat ini.


Aku yakin Liam akan mengurungkan niatnya untuk menjadikan dia calon istri, melihat rumahnya saja sudah akan membuat dia merasa malu untuk mengakui itu semua di hadapan publik. Namun jika melihat visual wajah gadis ini, hmm aku akui jika parasnya sangat cantik padahal ini hanya sebuah foto hitam putih.


"Bagaimana Bos?"


"Hmm cukup bagus, ini uang untuk kalian." Sam melemparkan amplop coklat dan segera pergi dari Kafe tersebut untuk menuju ke kediaman Sam.


.


.


.


Sam memberikan semua foto serayap menjelaskan gosip soal keluarga Kinan seperti apa, ada raut wajah kecewa di dalam manik milik William saat ini sebab rumah Kinan terlihat sangatlah kumuh bahkan menjijikkan dalam pengelihatan seorang Liam.


"Bagaimana? Kau masih ingin memilih wanita ini? Bukannya dia akan mempermalukanmu saja?" Kata Sam tersenyum ke arah Liam.


"Siapkan surat perjanjian untuk besok Sam." Jawab Liam serayap masih terfokus pada potret rumah Kinan.


"Perjanjian apa?"


"Ambil laptopku dan Ketiklah! Jangan banyak bertanya dan membuatku ingin menonjok mulutmu saat ini juga!!" Jawab Liam menatap ke arah Sam tajam.


"Yah baiklah Tuan muda." Sam segera mengambil laptop di ruangan kerja milik Liam dan langsung mengetikkan apa yang tengah di ucapkan Liam sekarang.


Astaga... Perjanjian yang sangat kejam, aku yakin gadis itu tidak akan mau menandatangani isi perjanjian ini. Gadis yang malang, kau harus jadi target MR.Perfect yang akan membuat hidupmu akan di penuhi dengan aturan agar semua bisa menjadi sesuai kemauannya.-


TBC♥️


Haiii 🙋🙋


Jika ingin lanjut tinggalkan like 👍


Komentar 💬


Klik ♥️


Vote juga yah😁


Terimakasih 😘

__ADS_1


__ADS_2