Sudut Pandang Sekretaris CEO BULOL

Sudut Pandang Sekretaris CEO BULOL
Keanehan pada CEO


__ADS_3

Pintu lift terbuka


CEO dan Serkertaris Mae segera masuk


"Tidak ikut masuk pak Rudi"tanya mae dengan ramah


"Tidak Serkertaris Mae kami menunggu lift berikutnya saja"jawab pak Rudi dengan sopan


"Ohh kalau begitu kami duluan pak Rudi"jawab Mae terseyum ramah, lalu sesaat senyumannya menghilang dan kemudian menatap tajam lagi pada karyawan yang mengobrol tadi, seakan tatapannya berkata"Akanku ingat wajah kalian" Mae terus menatap sampai pintu lift tertutup.Tatapanya seperti adegan film horor yang mengerikan.


Lift pun tertutup dan kemudian


"Pfftt.." lagi-lagi suara tawa yang tertahan terdengar dari CEO


Mae langsung menatap atasannya itu dan berkata"Pak CEO bila anda ingin tertawa,silahkan tertawa saja,bila anda menahannya seperti itu malah mangkin membuat saya kesal" jawab Mae sambil tersenyum kesal.


"Ehemm.. Aku tak akan tertawa Mae tapi,membosankan kuno dan cupu,Pffft..ekhem.. dan juga kau menatap mereka dengan menyeramkan Mae,kau akan membuat mereka mimpi buruk malam ini karna tatapanmu" jawab CEO yang berusaha berwajah datar tapi masih sedikit menahan tawa


Yang di katakan CEO tidaklah salah wajah Mae tipe wajah tegas dan terkesan galak,Mae punya bibir yang kalau dia sedang diam akan terlihat seperti bibir yang cemberut,terlebih lagi Mae juga punya ujung mata yang tajam,walaupun Mae hanya menatap, orang yang di tatapnya bisa merasa terganggu,jadi bisa dibayangkan bagaimana tatapan Mae yang sedang kesal,saat menatap para karyawan itu pasti jauh lebih menyeramkan.Karna hal ini juga Mae lebih sering tersenyum karna senyumnya benar-benar manis dan mempesona sehingga orang-orang yang terganggu dengan tatapannya akan berpikir"Ahhhh.. Ternyata hanya tipe wajah galak saja,tapi kepribadiannya tidak seperti itu".


"Tapi Mae yang mereka katakan ada benarnya,aku juga sudah menyuruhmu melepas kacamata itu dan juga mengganti penampilan yang lebih elegan atau mewah mungkin,Kau selalu saja cerewet padaku tentang apa yang ku kenakan,tapi kau malah tidak memperhatikan penampilanmu" Kata CEO itu sambil melirik ke Mae

__ADS_1


Mae yang masih tersenyum melangkah mendekat dan menepuk bagian bahu CEO seperti seorang yang sedang membersihkan debu yang menempel.


"Teruntuk Pak CEO yang saya hormati,saya cerewet pada penampilan anda karna anda adalah wajah dari perusahaan ini,dan seperti nama anda Roshan,matahari, anda adalah pusat dari perusahaan ini jadi anda harus terlihat bersinar,mengerti pak CEO"Mae tersenyum seram sambil sedikit meremas bahu Roshan.


"Baiklah.."sambil menepis pelan cengkraman Mae


"Jangan tersenyum seperti itu kau membuatku takut "sambungnya sambil melangkah mundur sedikit kebelakang.


Mae hanya tersenyum dan berkata "Kita sedang berada di perusahaan,pak CEO, jadi gunakan bahasa yang formal.


"Ekhem.. Baiklah, saatnya bekerja Sekretaris Mae" jawab Roshan dengan wajah datar dan serius.


Lift pun terbuka


"Hari ini anda akan menghadiri beberapa rapat,dan juga ada dokumen-dokumen baru yang harus anda periksa dan anda tanda tangani"Jawab Mae sambil melihat tab yang sedari tadi di pegangnya dan mengikuti di belakang.


"Baiklah,tolong pilih dokumen-dokumen mana yang layak untuk dilihat sekretaris Mae"kata roshan


"Baik pak CEO" Jawab Mae


Tiba-tiba langkah Roshan berhenti karna suara Hpnya,dia lalu mengambil Hp dari saku jasnya dan membaca pesan lalu tersenyum.

__ADS_1


Mae yang melihat hal itu agak terkejut dan merasa aneh, CEOnya bukan orang yang tidak pernah tersenyum, tapi dalam keseharian CEOnya lebih sering menggunakan poker face,dan saat ini senyum yang CEOnya tunjukan benar-benar berbeda dari senyum yang biasanya.


"Mae batalkan jadwal rapat setelah makan siang,mungkin aku takan kembali setelah makan siang"kata Roshan sambil tersenyum.


Mae makin terlihat kaget dan aneh saat mendengar itu,CEO yang bahkan melewatkan makan siang hanya karna ingin meninjau dokumen-dokumen,yang bahkan selalu lembur setiap hari untuk menyelesaikan perkerjaannya yang membuat Mae juga harus ikut lembur,dan juga rela pergi pulang keluar kebeberapa kota dalam 1 hari untuk menghadiri rapat yang membuat Mae nyaris pingsan karna kehabisan stamina karna harus ikut juga ,malah ingin membatalkan rapat?Sambil masih keheranan Mae menata pikirannya dan berkata.


"Tapi CEO rapat ini penting karna..."


"Kau boleh pulang cepat" kata Roshan memotong ucapan Mae.


Mae yang masih binggung,lalu mendengar kata kunci "Pulang cepat",langsung sumringah dan membuat matanya berbinar.


"Benarkah??"tanya Mae tak percaya.


"Tentu,kau bisa langsung pulang dan istirahat lebih awal"jawab Rosha.


Mendengar hal itu Mae sangat senang dan bersemangat berkata"Baiklah pak saya akan menghubungi pihak sana agar rapat bisa di atur ulang".


"Baiklah ku serahkan padamu Mae"jawab CEO masih dengan wajah senyumnya.


...****************...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2