Sudut Pandang Sekretaris CEO BULOL

Sudut Pandang Sekretaris CEO BULOL
Keseharian


__ADS_3

Suara dering alarm Hp berbunyi memenuhi kamar Mae,Mae dengan mata masih terpejam meraba mencari Hpnya,Setelah mendapatkan Hpnya Mae membuka sebelah mata dan mematikan alarm,terlihat juga pukul 05:00 di layar Hpnya,Mae langsung mengecek riwayat pesan dan telepon sambil perlahan bangun terduduk di tempat tidur.


"Hmmm tumben..tidak ada pesan atau telepon dari Roshan"Kata mae sambil melihat Hp.


Ya bagi Mae menerima telepon pagi atau bahkan tengah malam dari Roshan adalah rutinitas biasa yang dilakukannya.Bila di ingat kembali,Roshan pernah membangunkan Mae pada pukul 3 pagi hanya karna tak bisa tidur lalu menyuruh Mae mengirimkan dokumen-dokumen yang belum selesai dikerjakan agar dia bisa menunggu pagi dengan bekerja.


Triingg..tring.. suara nada dering Hp berbunyi


"Hallo"jawab Mae dengan suara serak dan mata terpejam.


"Mae kirimkan dokumen hasil rapat siang tadi"


"Ini jam 3 pagi Roshannn!!!"


"Aku tau,aku hanya tak bisa tidur."


"Jika kau yang tak bisa tidur mengapa kau membangunkan orang yang sedang tidur"kata Mae kesal dalam pikirannya.


"Hallo,Mae kau masih di sana?"


"Iya,akan saya kirimkan pak CEO"Jawab Mae


"Dan juga kirimkan hasil rapat kita dengan perusahaan xxx,juga laporan dari tim manajemen."


Mata Mae yang sedari tadi masih terpejam langsung terbelalak"Tapi.. Laporan itu belum selesai karna kau bilang aku bisa menyerahkannya di hari Jum'at"kata Mae sambil bangkit terduduk di tempat tidurnya.


"Aku ingin melihat laporan itu sekarang Mae.


"T-tapi.." kata Mae terbatah

__ADS_1


"Aku akan memberimu bonus,jadi kerjakan dan kirim, aku menunggu"kata Rosha dan langsung menutup telepon.


"Hallo..Hallo" Kata Mae agak keras,lalu melihat layar Hp, tertulis "panggilan diakhiri",Mae terdiam sebentar melihat Hpnya Lalu..


"AARRRRGGHHHHH!!! Dasar CEO s***an,B******n"Amuk Mae sambil menendang selimut,memukul bantal dan berguling-guling di tempat tidurnya meluapkan kekesalannya pada CEOnya itu.


"Tapi aku butuh uangnya" rengek Mae setelah tantrum.Mae akhirnya mengerjakan laporannya sambil menangis dan memaki dalam hati atasanya itu,juga tidak tidur sampai waktu bekerja.


Ulah lain yang di buat Roshan adalah saat Roshan pernah ingin sarapan dengan makanan yang ada di kota lain,dan menyuruh Mae membelinya,Mae pergi pagi-pagi sekali dan menunggu selama 2 jam untuk mendapatkan makanan itu yang membuat Mae terlambat masuk kantor,setelah sampai kantor Roshan bahkan tidak sempat menyentuh makanannya karna akan pergi rapat. Mengingat hal ini dulu sering terjadi maka dari itu Mae bingung dan heran,ini pertama kali Roshan tidak mengganggunya pada pagi hari.


...****************...


Setelah selesai berdandan dan bersiap Mae keluar dari apartemen tempat tinggalnya dan langsung turun kebawah menunggu jemputan sopir pribadi Roshan,tak berapa lama Mae turun, mobil yang menjemputnya datang,Mae langsung membuka pintu belakang mobil dan masuk lalu pergi menuju Rumah CEOnya.


Setelah sampai di rumah Roshan, hal pertama yang di lakukan Mae adalah masuk ke ruang pakaian Roshan yang sudah seperti etalase sebuah toko Mewah,Memilih Jas,kemeja,dan dasi yang akan di kenakan Roshan serta memilih jam tangan dan sepatu yang akan cocok dengen stelan jasnya,Lalu meletakan semua yang dipilihnya di tempat tidur Roshan.


Tak selang beberapa lama Roshan keluar dengan mengenakan stelan yang di pilih oleh Mae tadi sambil melihat Hp,Lalu langsung duduk di depan meja sarapan yang sudah tersedia,melihat itu Mae pun berjalan mendekati Roshan sambil membawa dua tatakan kecil berisi suplemen dan vitamin dan meletakkan di dekat makanan Roshan,agar setelah sarapan Roshan bisa langsung minum vitaminnya,lalu Mae duduk tepat berhadapan dengan Roshan,mereka biasa sarapan bersama.


Roshan masih melihat Hpnya.


"Tidurmu nyenyak?" tanya Mae sambil mulai makan sarapan.


Roshan menoleh ke Mae,lalu meletakan Hpnya di sebelah piring.


"Ya begitulah....Mae kau menghabiskan 15 juta hanya untuk makan siang?" Tanya Roshan menatap Mae dan meletakan sendok makannya.


Mae yang sedang menyuap sendok makanan kemulutnya berhenti dan meletakan kembali ke piring. "Karna kau memberikan Blackcardmu yang Unlimited itu jadi aku mentraktir makan siang karyawan di kantor" jawab Mae sambil menatap balik ke Roshan.


"Lalu menghabiskan 2 juta untuk Ice cream?" tanya Roshan lagi

__ADS_1


"Ahh..itu kau tau restoran mewah xxx mereka sedang mengadakan promosi untuk merayakan ulang tahun mereka,dengan membuat hidangan serba emas dan aku tergiur dengan ice creamnya,setelah ku coba rasanya biasa saja." Jawab Mae dengan enteng.


Roshan terdiam dan masih menatap Mae.


"Ayolah,kau bukan orang yang sepelit itu Roshan,anggap saja ini reward ku karna sudah membantumu mengatur ulang jadwal rapat dan meminta maaf atas namamu karna seenaknya sudah membatalkan rapat." Jawab Mae dengan enteng sambil tersenyum.


"Jika kau bukan temanku maka aku sudah akan memecatmu Mae."Kata Roshan sambil tersenyum kesal.


"Hoohh picik sekali,jika kau memecatku kau tak akan mendapat Sekretaris yang kompeten dan sempurna seperti aku"Jawab Mae sambil seolah memperbaiki kacamatanya.


"Tapi aku yang membayarmu."jawab Roshan sambil duduk perlahan bersandar dan menyilangkan kaki.


"Dan kau menyiksaku dengan pekerjaan" balas Mae.


"Kau.." ucapan Roshan terputus karna suara pesan masuk dari Hp,Roshan dengan cepat melihat Hp seakan sudah menunggu pesan itu, lalu tersenyum manis saat membaca pesan.


Mae yang melihat itu masih merasa heran tapi tetap melanjutkan makan sarapannya.


"Roshan...Roshan"Panggil Mae sambil sedikit melambaikan tanganya ke Roshan,karna Rosha sudah cukup lama memandang Hp,dan mengetik pesan,lalu akan tersenyum bila ada balasan dari pesan tersebut.


"Hahh..apaa?." jawab Roshan agak kaget sambil menoleh ke Mae.


"Cepat habiskan sarapanmu karna sebentar lagi waktu kita berangkat."Jawab Mae sambil menunjukan jam tangannya.


Roshan melihat jam tangannya,lalu meletakan Hp,dan mulai makan sarapannya.


...****************...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2