
Beberapa hari berlalu sejak mereka sarapan bersama pagi itu.
Mae semangkin binggung dengan banyaknya perubahan sikap Roshan,Roshan yang biasa akan fokus saat rapat,selalu memberikan tanggapan,masukan atau pun kritik pedas yang membuat beberapa karyawan kena mental,kini malah tertunduk melihat Hp dan tersenyum-senyum,melihat hal itu karyawan lain pun binggung dengan sikap CEO mereka.
"Demikian presentasi rencana peluncuran produk baru yang akan kita luncurkan pada akhir tahun ini."Kata karyawan yang selesai melakukan presentase lalu menatap Roshan menunggu tanggapan,di ikuti karyawan lain yang hadir dalam rapat,serentak menatap dan menunggu tanggapan Roshan. Tapi Roshan masih sibuk dengan Hpnya.
"Ekhmm.. Pak Ceo.."suara Mae pelan memanggil Roshan yang tepat duduk di sebelahnya.
"Pak CEO"Mae masih memanggilnya namun suaranya sedikit lebih keras.
"CEO"Nada suara Mae agak tinggi memanggil Roshan.
"Ahh yaa.."tanggap Roshan agak kaget dan langsung duduk tegak,lalu melihat seluruh mata yang hadir di ruang rapat menatapnya.
"Ehmmm..baiklah lakukan saja seperti yang sudah di rencanakan" Jawab Roshan singkat.
"Tapi pak.." jawab Mae yang agak kaget mendengar jawaban Roshan.
"Benarkah saya boleh melakukan sesuai yang di rencanakan". Kata karyawan yang melakukan presentasi,membuat Mae tidak bisa menyelesaikan ucapannya.
"Ehmmm...Yaa.."Kata Roshan agak ragu,lalu melihat ke arah Mae yang sedang menatap tak percaya pada Roshan,melihat ini sepertinya Roshan langsung sadar kalau ada yang salah dengan tindakannya.
"Tapi tolong serahkan laporannya lalu diskusikan kembali pada Sekretaris Mae",kata Roshan sambil menunjuk Mae. "Baiklah rapat cukup sampai disini,dan ini juga sudah hampir waktu makan siang jadi kita akhiri saja rapat hari ini."Kata Roshan sambil berdiri lalu pergi meninggalkan ruang rapat.
__ADS_1
Hal itu membuat Mae dan karyawan lain tercengang dan kebingungan sambil menatap Roshan yang keluar pergi dari ruang rapat,Dan yang terlihat senang hanya karyawan yang presentasi tadi,karna presentasinya di setujui dengan cepat oleh Roshan.
...----------------...
Setelah Mae selesai makan siang dan menyelesaikan urusan dalam rapat tadi, Mae kembali ke meja kerjanya,lalu melihat ke arah ruang kerja Roshan.
"Dia belum kembali,ini sudah sangat lewat jam makan siang"Gumam Mae sambil melihat jam tangan.
Tak selang beberapa lama Roshan kembali dengan wajah yang lebih cerah dan langsung masuk ke ruang kerjanya. Mae memperhatikan Roshan dari awal masuk sampai Roshan duduk di meja kerjanya,lalu Mae berjalan masuk ke ruang kerjanya dengan membawa beberapa dokumen.
"Ini dokumen hasil Rapat tadi CEO"Kata Mae memberikan satu dokumen, sambil meletakan dengan sopan di meja Roshan.
Roshan langsung melihat isi dokumen itu di lembar pertama Roshan terlihat kaget,lalu membalik lembar berikutnya,lalu membalik lagi dengan cepat lebar berikutnya dengan wajah tak habis pikir.
"Apa-apaan ini semua? sangat berantakan,rencananya terkesan tidak matang,bahkan anggaran dananya bukankah ini terlalu besar hanya untuk peluncuran produk baru,belum lagi desain yang norak ini" Kata Roshan sambil terus membolak-balik lembaran dokumen.
Roshan langsung menatap Mae tak percaya,lalu kembali menatap dokumen itu.
"Lalu ini laporan yang sudah saya diskusikan setelah presentasi,saya sudah merevisi beberapa hal dan juga karyawan itu setuju untuk merubah desainnya,jadi rapat presentasi akan di jadwal ulang CEO" jawab Mae santai.
Roshan menerima dan melihat dokumen yang diberikan Mae. "ini lebih baik" kata Roshan sambil melihat isi dokumen dengan seksama.
"Baiklah,sekarang sebagai teman aku ingin bertanya, bisahkah kau jelaskan apa yang terjadi padamu beberapa hari ini Roshan" Kata Mae bicara informal.
__ADS_1
"Apa maksudmu,tak ada yang berubah dariku Mae."Jawab Roshan
"Lalu bisa kau jelaskan keputusanmu itu." kata Mae sambil menunjuk hasil presentasi yang gagal tadi.
"Ini bukan kali pertamamu,banyak hal yang berubah darimu,seperti tadi kau langsung menyetujui tanpa melihat,beberapa hari sebelumnya kau salah menandatangi dokumen,padahal aku sangat tau kau itu teliti,belum lagi kau salah menyebutkan nama klien dan perusahaan yang akan bekerjasama dengan kita untungnya kau cepat sadar dan memperbaiki itu,padahal kau sendiri yang bilang kesalahan kecil dapat berakibat bagi perusahaan,dan juga Kau Pulang tepat Waktu!!!"kata Mae dengan sedikit nada keras di kalimat akhir.
"Tunggu...semua hal yang kau sebutkan memang sebuah kesalahan..Tapi bagian Pulang Tepat Waktu..Bukankah itu hal yang bagus ?" Jawab Roshan bingung.
"Ya..memang hal yang bagus..aku senang dengan yang itu..hanya saja itu aneh".
Roshan masih binggung dengan jawaban Mae.
"Hahh..sudahlah aku akan berusahaan untuk tidak melakukan kesalahan lagi" Kata Roshan bertekad.
"Kalaupun aku membuat kesalahan aku punya Sekretaris yang kompeten untuk mengurusnya. "kata Roshan yakin lalu menatap Mae.
Mae hanya menatap balik dan terdiam beberapa saat.
"Ini beberapa dokumen,yang harus anda periksa,lalu saya juga sudah mengirim lewat e-mail proposal yang di ajukan oleh beberapa devisi,untuk anda setujui,Hmmm kira-kira ada sekitar 10 atau lebih proposal yang di ajukan..dan ada beberapa proposal yang harus cepat anda setujui hari ini"sambil menyerahkan dokumen yang sedari tadi di pegang.
"ahhh.. dan tambahan..saya belum memeriksa semuanya karna waktu saya tadi terpakai untuk berdiskusi dengan karyawan yang presentasinya anda setujui tanpa tahu isi...juga sebentar lagi kita akan rapat dengan klien.Jadi....Semangat pak CEO."Kata Mae sedikit meledek lalu pergi meninggalkan Roshan dengan setumpuk pekerjaan.
Roshan hanya terdiam melihat kelakuan Sekretarisnya itu.
__ADS_1
...****************...
Bersambung...