
"Huaahhh.. Rumah memang tempat ternyaman"Kata Mae yang telangkup memeluk bantal di tempat tidurnya.
"Sudah berapa lama aku tidak pulang tepat waktu seperti ini" gumam Mae sambil melihat jam di ponselnya.
Jam 6 sore terlihat pada layar ponselnya,biasanya Mae akan pulang tengah malam karna lembur membantu CEOnya,biarpun gaji lembur yang diberikan besar tetap saja gaji itu tak bisa ia nikmati karna terlalu sibuk bekerja,rutinitas Mae hanya selalu Kerja-rumah-dan kerja lagi,begitu terus bahkan di akhir minggu Mae terlalu malas untuk keluar rumah dan memilih istirahat seharian di rumahnya,bahkan untuk belanja keseharian pun Mae memilih belanja online di internet,Mae keluar rumah hanya untuk bekerja.
"Akan baik bila tiap hari seperti ini"kata Mae sambil meletakan kembali ponselnya lalu membenamkan wajah pada bantal empuknya.
"Tapi ada apa dengan Roshan?akhir-akhir ini dia jadi agak berbeda" Mae bicara sendiri.
Mae mulai mengingat-ingat sejak kapan sifat Roshan berubah,Mae langsung teringat sekitar sebulan yang lalu Roshan masuk kerja dengan satu stel pakaian olaraga murahan yang membuat seisi kantor terkejut karna penampilannya itu,saat di tanya kemana jas mahal yang biasa Roshan gunakan?
Roshan hanya menjawab "kotor tersiram kopi" mendengar itu Mae pun tak ambil pusing dan langsung menyiapkan stelan jas baru untuk Roshan,Beberapa minggu kemudian setelah kejadian baju olahraga Roshan datang memakai kacamata hitam dan masker,itu juga membuat heboh seisi kantor
"Apakah CEO sedang sakit?atau sedang menghindari suatu hal?"pertanyaan yang timbul di kepala para karyawan saat itu.
"Ada apa dengan penampilan itu?tanya Mae pada Roshan yang sudah duduk di meja kerjanya.
"Tak apa hanya sedikit flu saja"jawab Roshan cepat
"Lalu untuk apa kacamata itu"tanya Mae lagi
"Matahari di luar menyilaukan" Roshan menjawab lagi
"Tapi di luar sedang gerimis Pak" Mae berkata sambil menunjuk jendela kaca besar di ruang kerja Roshan.
Roshan juga melihat keluar jendela dan berkata
"T-tadi,sebelum gerimis mataharinya silau"Roshan mencoba mengelak.
Mae memegang kacamatanya dan menatap curiga pada Roshan, lalu berkata "Pak CEO tolong buka masker dan kacamatamu"
Roshan berdiri dan menghindar"B-bukannya kita ada rapat hari ini?,Ayo cepat bergegas Sekretaris Mae kita tak boleh terlambat" Roshan mencoba menghindar lagi.
"Anda akan menghadiri rapat dengan penampilan seperti itu?Tanya Mae heran
"Lagi pula rapat belum bisa di mulai"sambung Mae lagi.
"Sekretaris Mae apa salahnya memulai rapat lebih awal"Roshan berjalan ke arah pintu keluar melewati Mae.
"Masalahnya,rapat akan di mulai 1 jam lagi,ruang rapat sekarang sedang di gunakan oleh anggota tim lain, juga anda akan membuat kehebohan dan kegaduhan pada karyawan lain bila mempercepat rapatnya". Jawab Mae sambil badannya berputar mengikuti arah jalan Roshan.
__ADS_1
Roshan menghentikan langkah tepat di depan pintu.
"Berhenti menghindar pak CEO,lepas kacamata dan masker itu" Pinta Mae sambil menatap punggung Roshan.
"Hahh.. Sepertinya memang sulit untuk menghindar ,Baiklah.. tapi kau harus berjanji,jangan heboh ataupun mengomel" Roshan berbicara sambil menghadap pintu dan membelakangi Mae .
"Hmmm.. Baiklah" jawab Mae bingung, karna harus berjanji agar tidak mengomel ataupun sampai heboh hanya karna Mae ingin Roshan melepas masker dan kacamata hitamnya.
Roshan melepaskan masker lalu kacamata hitamnya dan perlahan berbalik badan kearah Mae.
Saat Mae melihat wajah Roshan,mata Mae terbelalak dan mulutnya mengangah,Mae sangat kaget.
"H*ly ****, what the f**K!!!!!! APA YANG TERJADI PADA WAJAHMU???Kata Mae agak berteriak dan tanpa sadar mengumpat,sambil agak berlari mendekat ke Roshan.
Wajah Roshan sedikit bengkak dan agak lebam di bagian pipi bawah mata sebelah kanan,karna kulitnya yang putih lebamnya benar-benar sangat terlihat jelas berwarna ungu kemerahan,juga bibir bagian atas kanan terluka sedikit.
Apa yang terjadi kenapa bisa seperti ini??Tanya Mae dengan nada panik sambil melihat lebih dekat "Kelihatannya cukup parah,apa kau sudah ke dokter?aku harus memberitahu ibumu" Kata Mae sambil bergegas pergi mencari Hpnya,lalu Roshan menahan lengan Mae.
"Tunggu..tunggu..tunggu Maee tenang dulu,ini tidak separah itu,aku sudah mengompresnya dan juga mengoleskan obat jadi ini sudah tidak apa-apa,sudah tidak terlalu sakit.
"Benarkah?"jawab Mae tak percaya
"Iy..Ssss ahhhh..,kenapa kau malah menyentuhnya?jawab Roshan dengan meringis kesakitan sambil memegang pipinya karna Mae menyentuhnya.
"Emm..aku jatuh saat turun dari tangga"Roshan menjawab sambil matanya melirik ke kiri.
"Tangga? tangga mana?Di rumahmu tidak ada tangga"Tanya mae kebingungan
"T-tangga kantor,kau tau akhir-akhir ini aku terlalu sibuk bekerja aku butuh sedikit olahraga,jadi aku tidak menggunakan lift tapi turun dari tangga"Roshan menjawab sambil sedikit terbata
"Dari lantai mana kau turun dengan tangga?Mae bertanya menyelidik.
"Tentu saja dari lantai ini"jawab Roshan cepat
"Jadi kau turun dari lantai kantor kita, lantai 53 lalu kelantai satu menggunakan tangga begitu?itu bukan hanya sedikit olahraga,kau benar-benar punya stamina luarbiasa"Jawab Mae agak sarkas."Lalu di lantai berapa kau terjatuh?"Mae masih bertanya
"Ehh.. lantai 13 ya lantai 13"Roshan menjawab dengan sedikit tidak yakin.
"Lantai 13?Gedung ini tidak punya lantai 13 Roshan,baiklah aku akan memberi tau ibumu"Mae bergegas ingin pergi keluar, mencari Hpnya.
"Mae..Mae baiklah..baiklah aku tidak terjatuh dari tangga,aku akan jujur padamu,jadi jangan laporkan pada ibuku"Roshan berkata dengan nada memohon.
__ADS_1
"Hmm..baiklah"Mae kembali tenang
"Aku mendapatkan lebam ini karna sebuah kesalahpahaman dan..." Roshan mulai menjelaskan.
"Apa kau berkelahi?Mae memotong ucapan Roshan
"Yaa.. Hmm mungkin bisa di bilang begitu"Jawab Roshan tak yakin.
Mae dan roshan terdiam dan saling bertatapan sesaat,lalu tiba-tiba Mae bergegas ingin keluar lagi,dan Roshan menahannya lagi.
"Tunggu Mae,kau mau kemana?"
"Mengambil Hpku"
"Bukannya tadi kau bilang tidak akan melapor ke ibuku?
"Aku tidak akan melapor ke ibumu,aku akan melapor ke polisi!! Berani-beraninya mereka melukai wajah berhargamu,akan ku tuntut mereka dan membuat mereka menyesallll!!kata Mae sambil agak berteriak.
"Tenang Mae,dengarkan dulu,jangan menuntutnya dia masih terlalu muda dan juga seorang gadis" Jawab Roshan sambil sedikit mengoncangkan bahu Mae agar Mae lebih tenang.
"Tunggu..tunggu" Mae menahan tangan Roshan untuk menghentikan goncangan "Jadi kau di pukuli anak yang lebih muda dan dia seorang wanita?lalu jadi babak belur seperti ini?? Kata Mae sedikit tersenyum sambil menutup mulutnya.
"Ehhm.. Pokoknya seperti itulah,tapi kenapa terdengar memalukan saat mendengarnya darimu"kata Roshan heran
Roshan memperhatikan gerak-gerik Mae,Mae melirik ke kiri juga tidak mau menatap Roshan serta bibirnya menekuk kedalam seperti sedang menahan tawa.
"Jangan tahan tawamu, wajah yang kau buat sekarang benar-benar membuatku kesal" Kata Roshan sambil menatap kesal ke arah Mae.
Mae yang mendengar itu langsung berubah ekspresi menjadi serius lalu menatap balik pada CEOnya.
"Ekhem..saya tidak menahan tawa pak CEO hanya saja..pfftt permisi saya akan pergi mengambil Hp".Mae mencoba kembali ke bahasa formal hanya saja sepertinya dia tidak sanggup dan bergegas ingin pergi keluar ruangan.
Roshan yang melihat Mae ingin pergi keluar menahannya lagi. "Tunggu kau akan pergi kemana?kau tidak akan melaporkannya kan? Kata Roshan sedikit panik sambil menahan lengan Mae.
"Tidak pak,saya hanya akan menghubungi sopir pribadi pak CEO dan menyuruhnya membeli concealer dan beberapa make up untuk bapak,agar lebam itu bisa di tutupi,karna akan... Pfft... sangat.. hmmm.. memalukan bila karyawan kita tau,kalau CEOnya babak belur di pukuli gadis muda.. Hahahaha"Mae akhirnya tak bisa menahan tawanya.
Roshan yang melihat Mae tertawa merasa kesal,lalu membuka pintu keluar,dan mendorong Mae keluar dari kantornya,dengan Mae yang masih tertawa.
...----------------...
Mae tersenyum saat mengingat kejadian itu,karna setelah itu Mae menutupi lebam di wajah Roshan dengan Make up dan Roshan terus saja berteriak kesakitan dan membuat eksperesi lucu,dalam benaknya "Kapan lagi bisa melihat CEO yang selalu menyiksanya dengan pekerjaan,tersiksa karna make up"
__ADS_1
...****************...
Bersambung...