
Seakan langit memberi tanda akan terjadi hal buruk padaku tetapi aku tidak takut akan hal itu karena dari dahulu sudah banyak hal buruk terjadi padaku seperti aku yang tidak mengetahui siapa orang tuaku bahkan aku harus berjuang sendiri di dunia ini sehingga membuatku menjadi orang yang kuat untuk menghadapi segala kondisi yang ada.
Hari ini adalah hari ulang tahun pacarku aku ingin sekali untuk merayakannya bersama tetapi aku tidak bisa dikarenakan aku bekerja sebagai pengajar les. Aku mengajar les untuk memenuhi kebutuhan sehari hari biasanya sepulang kuliah aku langsung menuju tempat siswaku berada untuk mengajarnya tetapi saat diperjalanan aku menerima telepon dari orang tua siswa tersebut yang menyatakan agar aku tidak usah datang lagi dikarenakan anaknya ingin mengganti guru lesnya dan ia berkata untuk jangan khawatir karena uang les sudah ditransfer ke rekeningku sepenuhnya jadi bulan ini aku tetap mendapat gaji penuh walaupun aku tidak bekerja sepenuhnya.
Meskipun aku mendapat berita buruk bahwa aku kehilangan pekerjaanku tetapi aku masih bersyukur hari ini masih belum berakhir artinya aku masih bisa ke rumah pacarku untuk merayakan hari ulang tahunnya.
Sebelum itu aku setidaknya aku akan pergi ke toko kue terlebih dahulu untuk membelikannya kue ulang tahun.
Sesampainya aku di toko roti aku disambut oleh penjual kue tersebut.
"Selamat sore kak ada yang bisa saya bantu?" tanya penjual kue dengan senyumnya.
"Sore juga kak, saya ingin membeli roti ulang tahun kak, kakak ada rekomendasi kue ngak?" jawab ku sambil menatap kue kue yang bervariasi dari bentuk hingga rasanya.
"Kue ulang tahun disini semuanya sangat direkomendasiin kak tapi kalau boleh tahu kakak mau ngasih kuenya ke siapa ya kak?
agar nanti saya bisa kasih yang terbaik," ujar penjual kue sambil memperlihatkan kue kue yang ada.
"Saya mau kasih kue ulang tahun buat pacar saya dan dia itu suka kue coklat jadi kira kira yang mana yang terbaik kak?" jawabku.
"Oh kalau begitu ini saya rekomendasiin 3 kue ulang tahun rasa coklat," ujur penjual kue sambil meletakkan kue kue tersebut dihadapanku.
"Kak kue kue ini berapa harganya?" tanyaku.
__ADS_1
"Kue yang pertama harganya Rp185.000, kue yang kedua harganya Rp125.000, dan yang terakhir harganya Rp85.000, dan bonusnya kalau kakak mau bisa tambahin tulisan diatas kuenya," jawab penjual kue.
"Saya pilih yang kedua aja kak yang harganya Rp125.000 dan nanti tulisan diatas kuenya Happy Birthday Anthony," ujarku.
** Beberapa menit kemudian
"Baiklah kak ini sudah semuanya, kakak kira kira mau bayar pakai tunai atau debit ya?" tanya penjual kue sambil memberikan kue tersebut padaku.
"Pakai tunai saja kak, ini uangnya ya," jawabku sembari mengambil uangku dari dompet dan kemudian memberikannya kepada penjual kue tersebut.
"Terima kasih kak sudah berbelanja disini," ujar penjual kue sembari mengantarkanku ke pintu keluar toko.
"Terima kasih juga kak buat rekomendasinya," ujar ku sambil berjalan menuju halte bus.
** Beberapa saat kemudian bus tiba di halte
Akhirnya bus tujuan ke halte dekat rumah pacarku tiba dan aku tidak sabar untuk mengejutkannya atas kedatanganku yang tiba tiba. Aku pun langsung naik dan masuk kedalam untuk mencari tempat duduk yang kosong dan akhirnya aku mendapatkan tempat duduk disebelah jendela yang merupakan tempat duduk favoritku karena aku senang melihat jalanan dan juga langit.
Setelah bus berjalan aku hanya menatap jalanan dan juga langit sembari berpikir ada sesuatu yang hilang, aku terus berpikir dan berpikir dengan keras tetapi aku tidak mengetahuinya. Pada akhirnya ketika aku membuka teleponku seketika aku mengingat bahwa aku mau ke rumah pacarku untuk merayakan ulang tahunnya dan aku telah membeli kue ulang tahun untuknya tetapi bagaimana mungkin kue ulang tahunnya tidak ada bersamaku!?
Aku akhirnya tersadar bahwa aku telah meninggalkan kue ulang tahunnya di halte ketika aku masuk kedalam bus, betapa sembrononya aku hingga sampai melupakan hal yang terpenting. Aku pun langsung turun di halte berikutnya dan setelah aku turun ternyata hujan sudah sangat deras melebihi ekspektasiku. Aku pun terus menunggu bus untuk kembali menuju halte sebelumnya.
Setelah lama menunggu akhirnya bus datang dan aku naik kedalam bus dan langsung duduk sembari memikirkan kondisi kue ulang tahun yang tertinggal.
__ADS_1
Sesaat tiba di halte tersebut aku langsung mengecek kue ulang tahun itu dan syukurlah semuanya tidak sia sia. Aku langsung menggenggam dengan erat agar tidak ketinggalan walau pakaian ku sudah basah kuyub karena naik turun bus disaat hujan deras. Akupun langsung masuk ke dalam bus dengan gembira karena kue ulang tahunnya masih aman dan juga akan pergi menuju rumah pacarku.
Setelah mengalami banyak hal yang tidak terduga akhirnya aku sampai didepan rumah pacarku. Aku mengetuk pintunya berkali kali tetapi tidak dijawab mungkin dikarenakan hujan jadi aku mengambil kunci rumahnya yang pernah dikasihnya kepadaku sebelumnya. Aku membuka pintu dan melihat tidak ada seorangpun di ruang tamu. Akupun berjalan menyusuri ruangan demi ruangan yang ada hingga tersisa hanya ruang kamar tidurnya. Karena sudah yakin yang tersisa hanya ruang kamar tidurnya dan akupun yakin ia sedang berada disana maka aku mengeluarkan kue ulang tahun yang tadi kubeli dan kupasangi lilin ulang tahun diatasnya kemudian aku langsung menuju kamar tidurnya untuk memberikan kejutan.
"Happy Birthday Anthony!" teriakku berusaha untuk mengagetkan.
"Siapa itu!?" teriak anthony dan juga seorang wanita secara bersamaan.
** Seketika keadaan menjadi hening
"Lily!? mengapa kamu datang kemari? bukannya kamu ngajar les?" tanya anthony
Aku hanya terdiam meratapi mengapa hal buruk terjadi padaku terus menerus.
"Sayang ini siapa?" tanya wanita itu kepada anthony dengan manjanya
"Maaf lily karena segalanya sudah terungkap maka lebih baik kita berpisah," ujar anthony
"Baiklah kalau itu yang terbaik, ini aku kembalikan kunci rumahmu dan juga ini kue ulang tahun untuk mu," kata ku sambil meletakkan kue ulang tahun dan kuncinya.
Aku belari keluar dari ruangan itu keluar dari rumah itu sambil meneteskan air mata.
Aku tidak menyangka bahwa orang yang berkata akan selalu melindungiku dan akan menjadikanku kelurganya akan mengkhianatiku. Aku terus berlari walau deras hujan bercampur dengan air mataku hingga akhirnya aku tersandung dan jatuh mengenai mobil mewah yang sedang berjalan pelan dijalan. Aku yang sudah kelelahan menghadapi segala yang terjadi pada hari inipun akhirnya langsung pingsan.
__ADS_1